Setelah percakapannya dengan Carrie tiga hari yang lalu, kini pandangan Joanne terhadap sosok Arthur sudah tak dapat sama seperti sebelumnya lagi. Gadis Shizuragi itu tidak dapat menyimpan ketakutannya, terutama ketika netranya bertemu pandang dengan sang subjek penyita atensinya itu.
"Joanne, ingat. Nama samaranmu di medan nanti adalah Auriga." ucap Roseanne, selaku petinggi klan merangkap koordinator misi. "Sebagai petarung spesialis senjata api, pastikan magasinmu penuh terisi dan bawa amunisi cadangan. Pergerakanmu tetap ada dalam pengawasan Arthur, apa kau paham sampai sini, Shizuragi Joanne?"
Joanne mengangguk singkat, "Paham, Madam!"
Roseanne menepuk tangannya sebanyak tiga kali sebagai isyarat agar semua bersiap pada tempatnya masing-masing, termasuk Joanne yang lekas memasuki mobil. Sementara Arthur mengikuti langkahnya dari belakang, dengan tablet dan beberapa senjata tajam disisipkan di saku jas khususnya.
"Kenapa kau menghindariku?" tanya Arthur setelah berhasil menyamankan posisi dan mulai menyalakan mobil.
Joanne menoleh sekilas, "Kata siapa? Memangnya kita pernah akrab?"
Arthur masih enggan memulai kontak mata, meski Joanne ingin sekali menilik apa yang dimaksud Arthur melalui pancaran matanya. Arthur mendengus kencang, lantas meningkatkan kelajuan mobil sampai jarum speedometer-nya berputar begitu licin. Alih-alih menjawab, si tampan Shizuragi itu justru berhasil mengalihkan fokus gadis di sampingnya sampai tak lagi bertanya.
"Pasang sabuk pengamanmu kalau tidak mau mati, bodoh."
Sesaat Joanne meringis sambil bersusah payah memasangkan sabuk pengaman. Beberapa kali ia merutuk dalam hati tentang kebiasaan Arthur yang selalu berkendara dengan kedua tangan yang bergerak tidak sejalur.
"Apa akademi mengemudi di organisasi mengajarimu untuk menjadi pengemudi ugal-ugalan seperti itu?" sarkas Joanne. "Kau mengingatkanku untuk memakai sabuk pengaman kalau tidak mau mati, tapi kau sendiri yang mengundang ajal itu untuk segera datang."
Arthur menyeringai, lalu meletakkan tablet yang sebelumnya menjadi distraksi ke atas dashboard mobil. Pemuda itu kembali meningkatkan intensitas kecepatan mobil sampai rasanya Joanne sudah ingin terhempas ke belakang dengan ritme jantung tak beraturan.
"Kau sudah berani mengeluarkan sindiranmu itu, ya? Padahal belum lama ini, kau selalu menghindari tatapan mataku. Sebegitu takutnya kah, setelah kau berhasil mendapat informasi dari si gadis penyusup itu?" ucap Arthur lugas.
Joanne menegang dalam posisinya, "Aku tidak takut padamu. Lagi pula, namanya Carrie. Dia itu rekanmu, dan dia punya nama."
Arthur memutar bola matanya tampak malas, "Yeah, whatever you call her. Dan barusan kau bilang, kau tidak takut padaku? Bahkan setelah aku memberi konfirmasi bahwa aku bukan manusia seperti pada umumnya?"
"Y-ya, aku tidak takut padamu." jawab Joanne, kembali mengalihkan pandangannya ke arah jendela di sampingnya, enggan menjawab lebih. "Fokus saja pada jalan."
***
Situasi sangat jauh dari kata kondusif, benar-benar melenceng dari prediksi dan instruksi Roseanne saat briefing pagi tadi. Sepuluh agen yang diturunkan acap kali kelimpungan, termasuk Arthur yang kali ini ikut merasakan pening. Perubahan rencana yang begitu signifikan terlihat terlalu jelas, membuat pergerakan musuh menjadi selangkah lebih unggul.
Klan Mizuki, adalah lawan mereka kali ini.
"Kita salah perhitungan, harusnya kita membawa Phoenix sebagai umpan tadi." ujar salah satu dari tim, Shizuragi Steven.
KAMU SEDANG MEMBACA
Something Unexpected ; AsaRyu [On Going]
AcciónPerihal sesuatu yang sering digaungkan, sesuatu yang sulit dipahami, namun kerap kali bersangkutan. Romance | Thriller | Mystery | Fantasy | Adventure Hamada Asahi x Shin Ryujin Fanfiction ©acathmoy's own story, 2021.
![Something Unexpected ; AsaRyu [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/269394841-64-k549729.jpg)