[Sebelumnya, aku udah up chapter 17. Silakan dicek bagi yang belum, ya! Takutnya bingung, hehe. Enjoy!]
Denting katana yang beradu serta aroma anyir yang khas, dengan cepat mulai menyeruak memenuhi basement gedung tua, lokasi tempat Arthur berada sekarang. Sudah terhitung empat puluh lima menit lamanya, namun perseteruan antara dirinya dengan Edmund belum juga selesai. Tidak ada yang mau mengalah, tidak ada yang ingin dikalahkan.
Sementara itu di sisi lain, Joanne, Judy, dan Margareth juga tak kalah sibuk mengerahkan kemampuannya sebaik mungkin. Seringkali terjerembap atau bahkan terbanting, tetapi sejauh ini sama sekali tidak ada tanda-tanda akan menyerah. Ketiga wanita dengan usia terpaut tak jauh itu terpantau masih memaksakan diri untuk kuat lalu bangkit, meski kondisi tubuh sudah tidak lagi memadai.
"Ugh!"
Joanne terpental sejauh dua meter dari posisi awal tempatnya berdiri. Dari bahunya mengucur darah segar yang penyebabnya berasal dari peluru yang beberapa saat lalu iseng menyempatkan mampir. Sekadar merobek jaket dan kulit luarnya sedalam tiga sentimeter, sukses mempertontonkan daging yang terbuka kepada si lawan. Gadis itu meringis, sensasi panas dan ngilu dari lukanya yang menganga terasa semakin menjadi.
"Joan!" pekik Margareth, berniat hendak berlari mendekat sebelum peluru melesat sangat cepat ke arahnya.
"Menepi." perintah si oknum pelaku, masih mengangkat senapannya kepada Margareth yang ia pakai untuk mengancam. Matanya sama sekali tak berpindah dari mengawasi segala gerak-gerik Margareth, berjaga-jaga apabila masih nekat menerobos.
Degup jantung Margareth spontan berpacu dua kali lipat, sesaat setelah peluru yang baru saja dilontarkan si penembak berhasil menembus kerah pada jaket kulitnya. Bergeser sedikit pergerakan saja, lehernya bisa jadi korban, nyawanya taruhan.
Sarah, si pelaku, mengerlingkan mata ke arah para bodyguard yang tersisa. Memberi kode dengan gestur mimik wajahnya agar mereka menahan pergerakan Judy dan Margareth lebih dulu karena enggan apabila kegiatannya diganggu.
Setelah memastikan para suruhannya itu menjalankan apa yang ia titahkan, Sarah kemudian kembali fokus, menitikberatkan seluruh atensinya pada Joanne. "Satu luka."
Sarah itu bisa dibilang kaki tangan Edmund, sama berbahayanya dengan pemuda yang menjadi atasannya. Gadis bengis itu sekarang sedang menatap pistolnya dengan raut puas, lengkap disertai senyum kecil yang menyembul dari wajah cantiknya. Sedetik seusai memberi tatapan memuja kepada senjatanya sendiri, Sarah lantas bersiap membidik lagi.
Kali ini, Joanne tak mau hilang arah untuk kedua kali. Ia lalu lekas bangkit, berusaha memperkukuh topangan tungkai kakinya yang sudah sangat lemas. Joanne mencoba bertumpu dibantu senapan laras panjangnya yang sengaja ia gunakan sebagai penopang, sejajar dengan telapak kakinya.
Joanne menyahut lantang, mengangkat dagu seolah menantang. "Satu luka, dan hanya akan ada satu luka."
Alis Sarah terangkat naik, seiring dengan seulas seringai muncul tanpa dapat tertahan. "Oh ya? Silakan buktikan."
Merasa diberi kesempatan menyerang, Joanne maju menerjang. Senapannya masih setia hanya ia jadikan tumpuan, sebab seluruh isi di dalam magasin telah habis total. Sial baginya yang lupa membawa cadangan amunisi.
Gadis Shizuragi itu berusaha tidak mengacuhkan rasa nyeri pada pergelangan kakinya akibat terkilir, yang mana semakin terasa linu karena ia menuntun tungkainya untuk berlari. Setelah jaraknya cukup untuk meluncurkan serangan, Joanne mengayunkan pukulannya dari arah kanan. Pola gerakannya hampir serupa, diulang berulang kali, dari arah dan posisi yang berbeda.
Berhasil ditepis, sayangnya. Sarah dapat menangkis seluruh serangannya dengan mudah. Musuh Joanne itu kembali menampilkan seringai, merasa menang sebab semua serangan Joanne tetap tak bisa mengenai targetnya. Sarah mengangkat sikunya vertikal sampai segaris dengan kepala, lantas sekuat mungkin menghantamkannya ke perpotongan bahu Joanne kala gadis itu masih dalam proses menarik diri seusai menyerang.
KAMU SEDANG MEMBACA
Something Unexpected ; AsaRyu [On Going]
ActionPerihal sesuatu yang sering digaungkan, sesuatu yang sulit dipahami, namun kerap kali bersangkutan. Romance | Thriller | Mystery | Fantasy | Adventure Hamada Asahi x Shin Ryujin Fanfiction ©acathmoy's own story, 2021.
![Something Unexpected ; AsaRyu [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/269394841-64-k549729.jpg)