Berselang seminggu sudah dari terakhir kali Hillary terlihat berkeliaran di mansion, akhirnya tiba juga hari ini. Hari dimana Arthur dijadwalkan pulang dari kegiatannya—hari yang ditunggu Joanne sebab ingin melaksanakan rencana hasil dari pembicaraan empat matanya dengan Kate. Margareth yang memang ditugaskan menjemput pasukan menggantikan Carrie, kini bahkan sudah mulai mempersiapkan diri.
"Butuh bantuan?" tanya Joanne kepada Margareth yang penampilannya sudah setengah rapi.
Margareth menengadahkan kepalanya yang semula tertunduk sebab membenahi sepatu. Mimik wajahnya terlihat tengah menimbang keputusan, sebelum raut cerah penuh binar mengembang dari wajahnya.
"Dengan suka hati! Ayo bantu aku, aku sepertinya akan agak kesusahan mengawal tiga puluh orang sekaligus." jawab Margareth terdengar antusias menerima tawarannya.
Joanne tersenyum lebar. Langkah pertama, sukses. Dirinya tinggal memastikan beberapa hal saja, dan ia akan tahu jawaban yang ingin ia kupas.
Maka dengan menggeret satu koper kecil berisi perlengkapan yang sudah disiapkan Margareth sebelumnya, mereka berangkat.
Karena kalau harus menempuh perjalanan dengan berjalan kaki berdua tampaknya begitu lambat dan melelahkan, Margareth memutuskan untuk menyempatkan diri melipir ke dalam garasi yang terletak tak jauh dari lokasinya berdiri barusan. Joanne mengikuti dari belakang, tampak berjalan santai dengan koper dalam genggaman. Sementara Margareth melenggang memimpin beberapa inci di depan.
"Kau mau pakai mobil? Kata Carrie, medannya terlalu ekstrem untuk dilewati kendaraan." ujar Joanne menyuarakan kebingungannya.
Margareth tersenyum miring penuh arti. "Siapa bilang kita akan pakai mobil biasa? Kita akan menelusuri bawah tanah omong-omong."
Tepat setelah mulutnya terbungkam, Margareth menggeser sepatu hak sebelah kanan miliknya sebelum kemudian diketukkan ke lantai beberapa kali. Berselang dua setengah detik, muncul kendaraan dengan bentuk desain paling aneh yang baru pertama kali Joanne lihat. Kalau divisualisasikan, lebih mirip sebuah kapsul berukuran jumbo dan bermoncong seperti ujung pesawat, lengkap dengan warna hitam legam yang Joanne yakini sebagai salah satu taktik penyamaran.
"Hehehe, hebat, 'kan?" Margareth kemudian terkekeh geli sebab matanya merekam jelas bagaimana ekspresi kagum yang terang-terangan diperlihatkan oleh sang rekan.
"Wow." komentar Joanne dengan kedua alis terangkat. "Kita benar-benar akan naik ini?"
"Yep. Tenang saja, alat ini sudah terverifikasi aman, sudah lolos uji coba." jelas Margareth sambil jemarinya beralih menekan remot kontrol. "Nah, ayo masuk."
"Bagaimana caranya aku masuk ke dalamnya?!"
"Ya seperti naik mobil biasa, jangan berlagak kampungan. Aduh, dasar norak."
***
Margareth mendesah kesal untuk kesekian kali, meratapi waktu lima belas menitnya yang harus terbuang sia-sia karena sibuk memulihkan Joanne yang mual sehabis perjalanan. Beberapa kali temannya itu tertangkap hampir muntah, bahkan gerak-gerik tersebut sudah mulai tampak tepat sesaat setelah kendaraan mereka berdua bergerak dari tempat awal. Dan masih berlanjut begitu keduanya berhasil naik kembali ke atas tanah—yang menurut Joanne caranya sangat tidak masuk akal.
"Cih, lemah. Katanya petarung, masuk tim terkuat kedua pula." ejek Margareth dengan bibir maju mencebik, mencibir. "Kau hanya naik kendaraan, bukan dijatuhkan dari tepi jurang."
Joanne mendelik sambil mengatur napas, lengkap dengan tetesan bulir keringat sepanjang pelipis dan dahi mulusnya. "Masuk tim unggulan bukan berarti aku tidak punya kelemahan."
KAMU SEDANG MEMBACA
Something Unexpected ; AsaRyu [On Going]
ActionPerihal sesuatu yang sering digaungkan, sesuatu yang sulit dipahami, namun kerap kali bersangkutan. Romance | Thriller | Mystery | Fantasy | Adventure Hamada Asahi x Shin Ryujin Fanfiction ©acathmoy's own story, 2021.
![Something Unexpected ; AsaRyu [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/269394841-64-k549729.jpg)