"Arthur, boleh aku tanya sesuatu?"
Joanne menyuarakan isi kepalanya dengan suara pelan, lebih seperti mencicit lantaran takut akan mendapat tanggapan ketus untuk kesekian kali dari si lawan bicara. Sepasang maniknya ia edarkan ke sembarang arah, enggan—atau lebih tepatnya sungkan—menatap langsung terhadap Arthur yang masih tidak banyak bicara. Gadis yang semula bermarga Shin itu menghela napasnya pelan ketika rasa gugup datang mendominasi perilakunya, sementara dari pihak si lelaki pula belum ada jawaban.
Arthur mendesah, akhirnya tidak tahan juga dengan suasana hening di antara mereka berdua. "Apa?"
"Kau dan Hillary dulu itu ... apa?" tanya Joanne ragu-ragu, kali ini perlahan mulai memberanikan diri menaikkan pandangan, yang tidak disangka langsung bersitatap dengan Arthur. "Kalau kau keberatan, tidak perlu dijawab. Lupakan saja."
Sekali lagi, Arthur mendesah berat. Punggungnya kembali dipasrahkan bersandar pada sandaran sofa dan memutus kontak mata dengan Joanne yang sudah lebih dulu menunduk. Lantas diarahkannya sepasang manik bersudut tajam itu, memandang lekat sekeliling yang menyuguhkan pemandangan alam langsung. Pemuda itu terlebih dahulu membasahi bibir bawahnya, sebelum menyuarakan jawaban untuk Joanne.
"Kami dulu ... bisa dibilang sepasang kekasih," ujar Arthur yang dalam sekejap dapat mengembalikan fokus Joanne agar bertumpu sepenuhnya pada dirinya. "Hubungan kami berdua juga bisa dibilang mulus. Setidaknya sampai peristiwa itu terjadi dan melibatkan aku dalam keputusan sulit."
Arthur terlihat kosong, seakan jiwanya ditarik paksa keluar guna merasakan wisata masa lalunya untuk kali kedua. Merasa tidak tega, Joanne kembali menarik bahu sang ketua tim yang sepanjang prosesi pemakaman Roseanne hari ini terlihat rapuh agar dapat ia dekap lagi. Gadis itu mengusap punggung Arthur beberapa kali, tetap tidak dibalas reaksi sampai akhirnya ia memutuskan berbisik.
"Kalau tidak sanggup, jangan dilanjutkan." bisiknya yang kemudian dihadiahi gelengan.
Perlahan, Arthur melepaskan diri dari dekapan hangat si cantik. Lelaki kelahiran Agustus itu dengan cekatan mengunci pandangan Joanne sampai mereka berdua melakukan kontak mata, lagi. Ia menarik napas panjang dan mulai kembali berusaha menggali ingatannya untuk lantas diceritakan.
"Aku punya kakak perempuan, kami kembar. Kami bergabung dengan organisasi ini, setelah kehilangan kedua orangtua dalam penyerangan antah-berantah tahun dua ribu lima belas." tutur Arthur dengan sirat mata tidak terbaca. "Namanya Mary. Dulu, baik sebelum ataupun sesudah bergabung, kami tidak pernah terpisah. Perbedaannya hanya terletak pada ingatan kami."
Meski masih tidak mengerti kemana alur cerita Arthur akan mengarah, Joanne tetap tidak banyak berkomentar dan memilih mendengarkan baik-baik setiap kata yang keluar dari mulut si lelaki. Momen langka untuk melihat Arthur banyak bicara seperti sekarang, Joanne tidak mau merusak atmosfernya begitu saja. Jadi, yang dilakukan gadis itu setelahnya hanya berisyarat mempersilakan Arthur melanjutkan kalimatnya yang menggantung.
"Aku, Mary, atau bahkan setiap anggota rekrutan Shizuragi, tidak pernah ditemukan satupun yang mengingat detail kehidupan mereka sebelum bergabung dengan organisasi ini. Dalam kasusku dan Mary, memori paling hebat yang berhasil terkuak dalam ingatan kami adalah sukses mengenali satu sama lain sebagai saudara kembar. Itu suatu pencapaian yang sangat lebih dari cukup ketika menyadari bahwa nama belakang kami pun masih abu-abu, tidak ada yang ingat." jelas Arthur lagi.
Menjeda sejenak penjelasannya, Arthur balik melanjutkan. "Kami bertiga; Mary, aku, dan Hillary yang mana sama-sama baru saja direkrut, sangat sering ditempatkan dalam pelatihan yang sama. Penghujung tahun dua ribu lima belas, aku dan Hillary resmi terikat menjadi sepasang kekasih. Sampai akhirnya untuk menguji kemampuan kami, kami dijatuhkan misi melawan anak buah Sukito sebagai misi pertama kami tepat setahun kemudian."
KAMU SEDANG MEMBACA
Something Unexpected ; AsaRyu [On Going]
AcciónPerihal sesuatu yang sering digaungkan, sesuatu yang sulit dipahami, namun kerap kali bersangkutan. Romance | Thriller | Mystery | Fantasy | Adventure Hamada Asahi x Shin Ryujin Fanfiction ©acathmoy's own story, 2021.
![Something Unexpected ; AsaRyu [On Going]](https://img.wattpad.com/cover/269394841-64-k549729.jpg)