21

1K 170 39
                                        

"Stop compering  your self with others, kamu hebat dengan cara mu sendiri"

"Stop compering  your self with others, kamu hebat dengan cara mu sendiri"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kamu yang lagi baca ini jangan lupa vote and coment ya!

***

Ramalan? Itu terdengar konyol. Apa yang bisa kita ketahui dari bola kaca bulat yang mengeluarkan asap, atau secangkir teh yang ada sisa serbuk teh yang bisa memeritahu keadaan kita dimasa depan, itu semua tak masuk akal.

Kira - kira seperti itulah isi pikiran Aruna sekarang. Belajar dikelas ramalan adalah kelas terburuk menurutnya jika saja ia bisa mengganti kelas pasti sudah lama ia lakukan.

Aruna yang tengah melihat prof. Trelewney menerangkan membalikan badan saat Ron sibuk berbisik memanggilnya "Kau sudah siap tugas dari snape?"

"Tentu sudah, bisa dibunuh jika aku tidak mengerjakan tugas darinya" jawab Aruna.

"Benar juga, aku belum menyelesaikan satu pun" tutur Ron dengan helaan nafas setelahnya.

"Kau bisa menyalin punya ku" Ron langsung sumbringah "Benarkah? Terimasih Aruna! Kau yang terbaik!" katanya sambil mengacungkan 2 jempol.

Hermione yang dari tadi memperhatikan Aruna dan Ron memutar malas bola matanya "Runa, jangan terus menerus menyuapi Ron dengan tugas - tugas mu, dia akan semakin jadi pemalas" protes Hermione dengan alis yang hampir menyatu.

"Kenapa kau yang sibuk - sibuk protes?" balas Ron tak mau kalah.

"Ini demi kebaikan mu! Kau bisa - bisa tidak lulus ditahun ini jika terus bermalas - malasan!"

"Aruna saja tidak protes kenapa kau sibuk - sibuk mengurus? Bilang saja kau tidak mau meminjami kertas mu kan?!" Aruan tak bisa berkata - kata mendengar mulut pedas keduanya yang saling bersahutan satu sama lain. Sebenarnya ini bukan kali pertama Hermione protes tentang Ron yang terlalu malas, tapi jika Aruna tak memberikan tugasnya Ron tak akan menyiapkan kertasnya dan alhasil akan dihukum atau lebih parah point asrama akan dipotong. Ia menghelas nafas "Guys..sudah ja-" Aruna terlonjak. Jeritan kaget yang keluar dari bibir Prof. Trelewney sukses membuatnya langsung membalikan badan menghadap depan.

Wanita tua itu mengambil kartu tarot yang sudah lebih dahulu Aruna pisahkan dari kartu yang lain. Matanya melotot lebar, bibirnya bergetar berusaha mengeluarkan sebuah kalimat. Prof. Trelewney membalik kartu itu menunjukan kesemua orang yang ada dikelas. Dikartu itu digambarkan 2 orang yang berdiri disamping lilin yang terbalik. Semuanya bingung tak mengerti, lagi pula siapa orang yang mau sibuk - sibuk menghafal gambar dikartu?.

Prof. Trelewney sedikit menunduk dengan tangan yang naik keatas 90° "Nak! Kau harus berhati - hati! Waktumu akan habis! Teman terdekatmu adalah musuh mu sendiri! Kau harus bijak sebelum semuanya terlambat!" pekiknya histerus seperti orang kesurupan. Tapi sedetik kemudian ia kembali seperti biasa "Baiklah, sampai dimana kita tadi?"

𝐎𝐑𝐏𝐇𝐈𝐂Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang