02.34 PM
"Farhan!"
Kedua orang tua Farhan bekerja sebagai engineer. Tepat pada saat mereka berusaha memperbaiki mesin laboratorium rumah sakit pusat, keduanya melihat Farhan yang di tarik paksa oleh beberapa aparat yang badannya nyaris 4x lipat darinya.
"AYAH! BUNDA!" Farhan memberontak dengan kuat.
Dirinya menggigit tangan dua orang aparat yang mencengkram tubuh kecilnya. Karena terkejut, dua aparat itu melepasnya seketika. Dengan cepat, ia meloncat dari posisinya dan berlari ke arah kedua orang tuanya.
"Ayah! Bunda!"
Kedua orang tuanya membuka tangan mereka lebar-lebar. Tangan kecil Farhan berusaha memeluk keduanya bersamaan meski pada akhirnya ia lah yang tenggelam dalam pelukan hangat itu. Aparat Kepolisian hanya bisa terdiam di posisi mereka.
Mereka memang menemukan Farhan di sekolahnya dan menggeretnya dengan paksa menuju tempat karantina dan pelatihan.
"Ayah ... hiks, Bunda ... hiks, mereka-- bilang Farhan tidak akan bisa bertemu Ayah dan Bunda lagi jika Farhan tidak ikut bersama mereka. Farhan tidak mau pergi! Bagaimana jika mereka tetap memisahkan kita? HUWAAA!!! FARHAN INGIN TETAP DI SINI!"
Tangisan Farhan semakin menjadi. Dari sudut lain, para aparat mulai bergerak mendekat, dan Farhan mengetahuinya. Farhan memeluk bunda-nya semakin kuat. Sang ayah berusaha menenangkannya dengan tepukan pelan pada puncak kepalanya.
"Ayah ... Bunda ... Farhan mau dibawa kemana? Farhan takut..." Ia masih menangis, tapi tidak sekeras sebelumnya.
"Farhan sayang ... dengarkan Bunda, ya?" Farhan menatap mata sang Bunda, Bundanya meraih tangan kecil itu dan menggenggamnya lembut.
Farhan masih anak-anak. Anak-anak yang tidak tahu apa yang harus ia lakukan dan apa yang ia lakukan sehingga ia ada di posisi itu.
"Bunda tahu Farhan sangattt pintar! Iya kan? Farhan bisa mandiri, Farhan rajin belajar, Farhan itu kuat!" Farhan kecil terdiam. Berhenti menangis sepenuhnya.
"Farhan ... apapun yang terjadi, Farhan harus berjanji jika nanti ... Farhan akan kembali. Kembali bersama Ayah dan Bunda. Okay? Ayah dan Bunda janji ... Ayah dan Bunda akan menemui Farhan lagi." Farhan mengangguk kuat.
Kedua orang tuanya menciumnya di puncak kepalanya. Aparat mendekat dan mendorong kuat keduanya. Membuat Farhan terlepas dari pelukan mereka dan membuat Aparat dengan mudah menarik pundak Farhan.
Mereka sangat kasar padanya. Tapi kedua orang tua Farhan tahu, sekuat apapun mereka melawan, mereka tidak akan bisa menahan mereka. Farhan menoleh satu kali lagi, air matanya masih menetes, tapi ia tak lagi melawan.
"Ayah ... apakah kita bisa menepati janji kita pada Farhan?"
"Kita mungkin bisa, kemarilah, tenang saja..."
- LOYALTY -
Keluarga Ekadanta dikenal dengan kecerdasan mereka dalam matematika. Bahkan bakat itu menurun pada Farhan yang merupakan anak satu-satunya dari keluarga itu. Dan di sisi lain, pemerintah tahu bahwa kesetiaan rakyatnya adalah kekuatan mereka.
Di sana, mereka mencuri, memaksa, dan menarik mereka jauh-jauh dari orang tua mereka. Menjadikan mereka kekuatan kedua untuk kota atau mungkin untuk mereka sendiri. Berusaha secara tidak langsung menutupi kelemahan mereka.
Kring! Kring! Clack!
"Nev? Mesin di rumah sakit pusat sudah selesai. Apakah kau perlu bantuan di sana?" Tanya ayah Farhan saat dirinya dan sang istri selesai menyusun kembali mesin yang mereka bongkar.
KAMU SEDANG MEMBACA
LOYALTY [ ENDED ]
Mystery / ThrillerKesetian itu, seperti mawar hitam rupanya. Started at 15 May 2021. Ended at 15 June 2021. Rombak (Revisi) at 15 June 2022.
![LOYALTY [ ENDED ]](https://img.wattpad.com/cover/269530221-64-k356367.jpg)