Part 12

13.8K 1.3K 23
                                        

Pagi harinya di kelas, rain kembali membully vera. Sahabatnya juga heran dengan tingkah laku rain yang berubah.

"Hiks kak sakit..."

"Makanya kalau punya temen tuh di jaga! Gw gak akan berenti sampe temen lo itu dateng"

"Tapi kak aku gak tau kalau dia akhh.."

"Gw gak butuh penjelasan dari mulut kotor lo itu." Rain semakin memperkuat cengkraman tangannya.

Orang yang di tunggu-tunggu akhirnya datang. Mita heran dengan kejadian di kelasnya."ada apa ini? Heh anjing! Lepasin vera gak!" Ucap mita.

"Lepasin? Gini?"

Brak

Rain mendorong vera hingga menubruk tembok kelas.

"Akhh" teriak vera.

Rain melompat turun dari meja, berjalan mendekati mita yang menatapnya was-was.

"Maksud lo apa nyebarin foto gw hm?" Nada rendah rain membuat bulu kuduk orang yang mendengar nya merinding.

Mita langsung paham arah pembicaraan rain dan dengan bangganya ia berani menatap mata rain."emang bener kan kalo lo itu pelayan di cafe! Jadi, pelayan kayak lo gak usah belagu di hadapan gw" tunjuk mita tepat di wajah rain.

Senyum miring tercetak di wajah cantik rain. Ia menunduk sedikit guna menyamakan tinggi badannya dengan mita. Kemudian membisikkan sesuatu yang membuat mita mematung.

" Lo pilih mana keluarga lo gw bantai atau gw nyebarin pekerjaan hina lo itu. Gw punya banyak vidionya di handphone gw. So lu hapus postingan lo itu atau vidio lo ngelonte gw sebarin. Lo tau sendiri kan, followers gw banyak. Sebelum bertindak fikirin dulu dampak setelahnya gimana and-"

PLAKK

PLAKK

Rain menampar kedua pipi mita dengan keras."Itu buat lo yang udah buat gw ditampar dan buat rasa sakit dari tamparan itu"ucapnya.

Kedua sudut bibir mita mengeluarkan darah segar di ikuti air matanya yang mulai menetes."makanya kalau masih cengeng gak usah nyari ribut sama singa kek gw. Yok guys cabut" rain berjalan dengan santai keluar dari kelas Vera.

"Dengerin tuh" ucap eka

"Mentalnya di kuatin dulu" ucap aliya

"Bego" ucap jessie

Setelah kepergian mereka berempat, vera berlari ke arah mita untuk mengecek kondisinya."kamu gak papa ta?"

Mita tak menjawab, ia terus menangis dan dengan tangan yang gemetaran ia mengambil handphonenya kemudian menghapus postingannya kemarin. Ia lalu memposting permintaan maaf kalau ia salah mengira orang. Mamam tuh, rain di lawan.

"kita ke uks ya" bujuk Vera pada mita yang di angguki oleh mita.

"Hiks hiks hiks" suara tangis mita di sepanjang perjalanan menuju uks.

°°°

"Hahaha gw suka banget ngeliat raut ketakutan mereka berdua tadi" ujar eka.

"Lagian salah mereka sendiri nyari masalah sama kita eh lebih tepatnya rain" balas aliya melirik rain di ujung matanya.

"Itulah bego di pelihara, masih untung gw gak buat perhitungan untuk kejadian kemarin di cafe. Oh gw lupa." Rain menepuk keningnya."kan tadi udah hehehe" lanjutnya cengengesan.

Mereka bertiga memutar bola matanya malas."Bego ngatain bego. Dasar bego" ucap jessie tajam.

"Untung gw udah kebal jes, kalo enggak? Gw udah nangis dari tadi kek si mita" canda rain, ia kemudian berjalan di dekat eka dan mulai membisikkan sesuatu.

Antagonist Or Protagonist (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang