Di sebuah ruangan yang penuh dengan alat-alat tajam, bau busuk yang menyengat hidung, potongan tubuh manusia dan terakhir teriakan dari orang orang yang berada di sana.
Suara pintu berderit menandakan seseorang masuk ke dalam ruangan tersebut. Cahaya bulan yang menjadi penerang memberikan sedikit kesan horor di setiap langkah yang diambil oleh orang itu.
"Berapa?" Suara dingin bak setan mengalun seram di ruangan yang tiba-tiba mendadak sepi.
"Tu-tujuh puluh lima orang tersangka tuan"
Orang itu mengangguk paham."keluar" saat perintah terucap, seluruh orang berbaju hitam dan berbadan kekar langsung keluar dari ruangan mematikan itu.
"Lets play the game all" ucapnya sambil tersenyum smirk. Kaki jenjangnya melangkah ke dalam sel dan menarik salah satu pria berumur 30 tahun keluar dari sana.
Pria itu di ikat pada kursi yang memiliki besi runcing di setiap sudutnya dan itu berhasil membuat tubuhnya tertusuk di berbagai tempat.
"Akhh tolong"
Pria sadis itu bertanya tanpa menggubris perkataan si pria yadi."Berapa lama kau bermain dengannya?"
"Apa yang kau maksud? B-bermain dengan siapa?"
"Berapa lama kau menikmati tubuhnya sialan!" Teriak pria itu murka.
"Siapa yang kau maksud hah?!"
"Rain Gilbert, apa kau lupa dengan salah satu jalang mu itu hah!" Reyhan memberikan goresan pada tangan pria di hadapannya.
"Shh aku tak kenal dengannya siala-ukhuk" Reyhan langsung menikam perutnya.
"Jangan berbohong atau kau akan tau akibatnya pak tua brengsek"
"Aku tidak tahu siapa rain Gilbert akhhhh" teriakannya menggema, membuat 74 pria di dalam sel ketakutan. Tangan kirinya terpotong dan pelakunya adalah Reyhan.
"A-aku berkata ju-jur akhhh" kini tangan kanannya yang terpotong.
"K-kau ukhuk k-au monster"
Crash
Kepalanya terpisah dari badannya."tidak berguna" reyhan mengambil kepala pria yang di bunuhnya kemudian mengambil kawat panjang dan menggantung kepala itu di langit-langit ruangan. Darah segar masih menetes dari kepala itu.
Tatapan tajam reyhan beralih pada sel di belakang kursi tempat si pria tadi."ku beri kalian keringanan. Tapi jawab dengan jujur" semua orang mengangguk ketakutan.
"Berapa lama kalian menikmati tubuh rain Gilbert?"
Salah satu di antara mereka mengangkat tangan."a-aku akan menjawab"
"Kemari dan jelas kan"
"Jawab dengan jujur atau kau akan berakhir seperti dia" tunjuknya pada kepala yang tergantung dengan mata melotot.
"Ha-hari itu kami be-bertemu, gadis itu sedang mabuk d-dan aku mengambil ke-kesempatan lalu membawanya ke kamar mandi. Kami me-melakukannya di sana." Tangan reyhan mengepal kuat mendengar penjelasan pria di depannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antagonist Or Protagonist (END)
FantasíaTerjebak di dunia novel hanya dengan mengandalkan ingatan yang samar. mampukah rain bertahan?
