Tak disangka hari ini adalah hari dimana acara perkemahan untuk siswa kelas 12 di laksanakan. Mereka saat ini telah berada di dalam hutan yang gelap dengan beberapa jurang yang dalam.
"Baiklah anak-anak silahkan bangun tenda kalian masing masing dan setelah itu kembali berkumpul disini. Mengerti?!"
"Mengerti pak!"
Seluruh siswa mulai mendirikan tenda mereka.
"Hm rey, a-aku bisa minta tolong gak?" Suara vera mengalihkan atensi kelompok reyhan.
Sekilas mata reyhan berkilat dingin menatap vera."Gak" ucapnya lalu melanjutkan pekerjaannya.
Vera terkejut akan penolakan yang diterimanya, kenapa Reyhan menolak permintaannya? Biasanya reyhan akan dengan senang hati membantu nya tapi sekarang? Tolakan mentah yang di dapat nya. Tidak! Reyhan tidak boleh menolaknya.
Tangan vera mengepal kuat sebelum kembali bersuara."tapi a-aku tidak tahu cara bangun tendanya rey" vera menunduk dengan suara sendunya.
Sahabat reyhan tidak peduli dengan keduanya dan lanjut membangun tenda.
Tak ada balasan dari Reyhan, vera mendongak menatap reyhan yang sedang berjalan ke arah...tunggu! Itu arah tenda rain berada. Tidak! Reyhan tidak boleh kesana! Reyhan hanya miliknya.
Vera berlari menahan tangan Reyhan. Sontak Reyhan berhenti lalu memandang tangan vera yang menahannya.
"Lepas" ucapnya dingin. Berani sekali dia menyentuh nya, setelah kebusukannya terbongkar. Beruntung Reyhan masih berbelas kasih membiarkannya hidup.
"Aku mau minta tolong re-"
"GW BILANG GAK YA ENGGAK! LO BUDEK APA GIMANA!"
Rain tersentak kaget begitupun semua orang, mereka segera mengalihkan pandangan mereka ke arah tokoh utama pria dan perempuan.
Eka mengernyit menyaksikan pemandangan luar binasa di hadapannya. Dimana reyhan yang tidak pernah membentak vera kini membentak nya. "otak si reyhan lagi Koslet pa gimana? Masa cewek sendiri di Bentak."
Aliya mengangkat bahu tak tahu."Perhatikan saja"
Di tempat sahabat Reyhan.
"Weh itu si bos tumben banget ngebentak si vera? Biasanya halus-halus aja tuh ucapan." Ujar daniel sambil menyaksikan perdebatan Reyhan dan vera.
Zein, bima, dewa mengangkat bahu tak tahu."lihat saja"
Kembali pada kedua pasangan yang kini menjadi pusat perhatian.
"Hiks tapi rey aku cuma minta tolong, kamu kenapa sih hari ini? Biasanya kamu mau bantuin aku, tapi sekarang kamu beda tau gak! Apa karena si jalang itu? Iya kan?!! Kamu kayak gini karena RAIN JALA-"
PLAKK
Vera tersungkur ke tanah.
"Jaga ucapan lo itu sialan, sekali lagi lo menghina rain. Lo berurusan sama gw ngerti?!!" Vera terdiam kaku memegang pipinya yang memanas.
Reyhan menjambak rambut vera hingga kepala vera mendongak."Ngerti gak?!!!"
"I hiks i-ya"
Reyhan menghempaskan kepala vera hingga terbentur pada batu di sampingnya. Vera mengepalkan tangannya, tidak ia tidak boleh membiarkan reyhan pergi ke rain.
"Ta-tapi aku pacar kamu rey hiks"
Reyhan yang sudah melangkah kembali menghentikan langkahnya, kakinya kembali melangkah ke arah vera.
"Hari ini kita putus!!!"
Pernyataan putus dari reyhan kembali menghebohkan semua orang.
Apa ini? Bukannya reyhan sangat mencintai vera?
KAMU SEDANG MEMBACA
Antagonist Or Protagonist (END)
FantasyTerjebak di dunia novel hanya dengan mengandalkan ingatan yang samar. mampukah rain bertahan?
