Pagi hari menyapa, ini adalah hari pertama rain ke sekolah.
"Pagi" sapanya pada semua orang di meja makan.
"Pagi"balas mereka semua.
"Motor kamu ada di depan. Ini kuncinya dan untuk kamar kamu nanti ayah suruh tukang untuk merenovasi nya." Ucap ayahnya memberikan kunci motor pada rain.
"Hm"
Rain mengambil selembar roti tawar lalu mengolesnya dengan selai coklat setelah itu memakannya.
"Aku berangkat" ujarnya dingin. Tangannya menyalim tangan ayahnya kemudian berlalu dari sana tanpa membalas uluran tangan ibu vera.
Hal pertama yang rain lihat saat keluar adalah motor sports sesuai dengan keinginannya.
"Hello sobat. Kita akan jadi teman baik setelah ini. Dan kau akan membantuku untuk mendapatkan uang ok" ucap rain sambil menaiki motornya.
"Gw Rain Gilbert tak butuh uang dari kalian. Uang bisa datang kapan pun gw mau. Benarkan black?" Motornya sama sekali tak membalas ucapan rain.
"Ck baiklah mari kita berangkat" rain menghidupkan motornya dan berlalu meninggalkan kediamannya.
Di tengah jalan rain teringat dengan sebuah cerita yang pernah sisi ceritakan padanya. Pikirannya tertuju pada nama Rain Gilbert. Rain menghentikan motornya di pinggir jalan.
"Gak mungkin kan? Nama Rain Gilbert bukan dia doang. Ya pasti bukan rain yang dicerita sisi. Itu hanya cerita semata,bukan dunia nyata." Gumamnya meyakinkan hatinya. Ia kembali membelah jalanan menuju sekolahnya.
Rain kembali menghentikan motornya."tunggu gw gak tau sekolahnya dimana. Ck kesialan apa lagi ini ya tuhan."
Rain turun dari motor tanpa melepaskan helmnya. Ia duduk termangu di pinggir jalan. Dari kejauhan matanya melihat segerombol geng motor yang memakai seragam yang sama dengannya. Dengan nekat ia melompat ke tengah jalan menghalangi geng motor itu.
"STOP!" teriaknya.
Ckiitt....
Suara ban motor berdecit. Salah satu dari mereka langsung meneriakinya." Heh mau mati lo?!"
"Gak tapi hm..gw mau minta tolong boleh?" Balas rain menatap orang dihadapannya.
"Ada apa?" Tanya orang itu dingin.
"Gw...gw lupa arah sekolah hehe" balas rain.
Orang dihadapannya mengernyit, rain tidak dapat melihatnya sebab orang itu masih menggunakan helm sama sepertinya."Ikut" kata orang itu dingin.
Mata rain berbinar seketika, ia dengan cepat kembali ke motornya dan mengikuti geng motor itu yang mulai melaju.
Tiba di depan pagar sekolah, rain di buat tercengang oleh nama sekolahnya. ia teringat lagi dengan cerita sisi." Rain itu sekolah di SMA Galaxy. Lo tau gak rain di sma galaxy itu banyak cogannya apa lagi nih ya tokoh utamanya haduh gada yang bisa menandingi kegantengan seorang Reyhan Langit Aldiano"
"Mungkin namanya cuma kebetulan sama. Gw yakin ini masih dunia real" gumamnya.
"Hei cewek, sampai kapan lo mau disitu?" Tanya cowok yang sama dengan orang yang meneriakinya tadi di jalan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antagonist Or Protagonist (END)
FantasyTerjebak di dunia novel hanya dengan mengandalkan ingatan yang samar. mampukah rain bertahan?
