"REYHAN!!"
Lima orang itu menghentikan langkahnya saat suara yang tak asing masuk ke pendengaran mereka.
Orang yang namanya dipanggil berbalik menatap rain dingin. Rain berjalan cepat ke arah reyhan dkk.
"Kenapa ra?" Tanya dewa menatap rain
Rain balas menatap dewa"Gak, gw cuma mau ngomong sama dia"tunjuknya pada Reyhan.
"Oh"
"Ada apa?" Ucap suara dingin itu.
Rain meneguk ludahnya kasar dan mengumpulkan keberanian. Bodo amat soal nyawa yang penting hari ini ia akan meminta maaf pada Reyhan.
"Gw mau ketemu lo di rooftop. Jam istirahat gw udah disana. Gw gak nerima penolakan!!" Setelah itu rain berlari meninggalkan reyhan dkk yang sedang menatapnya aneh.
"Ayang bebeb gw kok langsung pergi aja, abang gak disapa dulu." Daniel mengeluarkan nada alaynya disertai bibir yang di monyong-monyongkan.
"Jijik bangsat!"
"Asu lo"
"Tu bibir mau gw tampol hah?!" Celetuk zein jengah dengan tingkah laku salah satu sahabat laknatnya.
Sementara ke empat sahabat nya berdebat, berbeda lagi dengan Reyhan yang memikirkan alasan rain ingin menemuinya.
***
Jam istirahat telah berbunyi, waktunya para siswa untuk makan dan sebagainya. Disamping itu rain tengah berdebat dengan seseorang yang membuat kepalanya pusing.
"Gw ada urusan" ucap rain
"Urusan lo bisa belakangan cloud. Yok ah kantin" balas laki-laki yang berdebat dengan rain dengan tangan yang sudah menarik rain.
Rain menyentak tangan laki-laki itu."gw gak mau Tony" ujar rain menekan nama tony. Yap orang yang berdebat dengan rain adalah tony, kalian masih ingatkan? Dia cowok yang dikalahkan rain dalam balapan.
"Urusan apa sih cloud? Gw jauh-jauh pindah kesini cuma buat liat lo tau gak?" Leon dan ke tiga teman rain memutar bola mata malas.
Cukup, kesabaran rain sedang di uji. Lagian siapa juga yang nyuruh dia buat pindah ke sekolah yang sama dengannya? Gak ada."Salah lo sendiri ngapain pindah kesini. Gw juga gak nyuruh lo buat pindah ke sini kan? Udah bay gw ada urusan!" Rain berucap dengan nada judesnya.
"Udah? Sekarang kita ke kantin kan? Bacot mulu lo? Gw udah laper dari tadi monyet! Cuma gegara lo waktu makan gw berkurang nying. Gw gak mau tau, hari ini lo traktir gw titik." Eka segera berlalu setelah mengeluarkan semua unek-unek yang di pendam nya sejak tadi. Tony mengerjab bingung.
Aliya menepuk pundak tony kemudian tersenyum manis."Gw juga ya ton" tony menatap aliya yang sudah berlalu. Tatapannya beralih menatap jessie yang juga sedang menatapnya.
"Apa?! Lo mau bilang gw juga?!"
"Gak tuh" tony terbelalak mendengar jawaban jessie. Ia ingin membalas tapi jessie keburu pergi dari sana.
Leon menertawakan nasib tony."duh kena mental gak tuh hahaha."
Tony melemparkan tatapan tajamnya pada leon."diem lu"
Di tempat lain,rain terus berlari menaiki tangga menuju rooftop. Keringat sudah membanjiri wajahnya. Tiba disana rain membuka pintu kemudian melangkah masuk.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antagonist Or Protagonist (END)
FantasyTerjebak di dunia novel hanya dengan mengandalkan ingatan yang samar. mampukah rain bertahan?
