Tiga tahun telah berlalu sejak kematian rain. Perubahan besar terjadi di setiap hidup orang yang ditinggalkannya. Termasuk kehidupan kedua ibu dan anak yang terbilang mewah.
Kini Reyhan telah menjadi CEO di perusahaannya. Meskipun telah menjadi CEO, Reyhan masih melanjutkan pendidikannya di bangku kuliah. Begitu pula dengan para sahabatnya dan para sahabat rain.
Tony dan leon memilih melanjutkan kuliahnya di luar negeri. Mereka memilih meninggalkan tempat dimana kenangan rain berada. Bukannya mereka ingin melupakan rain tapi hati mereka tak sanggup mengingat tiap detik waktu yang mereka lewati bersama rain. Rain masih ada didalam hati mereka semua.
Dewa dan jessie memutuskan menjalin hubungan satu tahun lalu.
Aliya dan eka masih memilih menjomblo. Alasannya sangat simpel. Semua pria 'jelek'. Mendengar alasan tak senonoh dari keduanya membuat jiwa para sahabat Reyhan tersentil. Jika wajah mereka saja dikatakan jelek lantas bagaimana dengan wajah orang di bawahnya.
Mereka semua memutuskan untuk berteman setelah kepergian rain. Mereka sering berkumpul di cafe milik kakak Reyhan. Masih ingan dengan Randi? Ya dia adalah pemilik cafe tempat rain bekerja dulu.
"Bagaimana kalau hari ini kita ngumpul? Lumayan buat ngurangin stres karena tugas" ujar eka sambil memakan makanan yang dipesannya tadi.
Jessie hanya berdehem menanggapi."Hm"
Aliya menatap sekeliling kantin mencari sosok Reyhan dkk."mereka belum dateng ya?"
Eka ikut melihat ke sekeliling."ho'oh tumben banget mereka telat. Pacar lo kemana jes?"
"Entah" keduanya menghela nafas. Sejak kepergian rain, sifat dingin jessie makin menjadi-jadi.
"Gw chat si kudaniel ajalah. Ngasih info, udah mau bel ini." Eka mengambil ponselnya lalu mencari nama kudaniel. Mengetik pesan dan mengirim nya.
Kudaniel
Online
Nanti ngumpul di tempat biasa ✓✓
Ok
Read.
Eka mematikan ponselnya kemudian menyimpannya."si kuda bilang ok".
Jessie dan aliya mengangguk kemudian melanjutkan makannya.
Kriing kringg
Suara bel bergema di seluruh penjuru kampus. Eka buru-buru menghabiskan makanannya lalau meneguk habis jus jeruk yang dipesannya.
"gw duluan!, hari ini jadwalnya si dosen killer! Bay sampai ketemu di tempat biasa." Eka berlari menuju kelasnya.
"Kalo gitu gw juga duluan jes"
Jessie mengangguk. Kini tersisa dirinya, tangannya beralih memegang kalung dengan liontin berbentuk awan. Itu kalung milik rain. Jessie sudah memakainya selama 3 tahun belakangan ini.
"Andai lo ada di sini ra" setelah mengucapkan itu jessie beranjak menuju kelasnya.
Mereka bertiga memilih jurusan yang berbeda. Jessie memilih jurusan psikologi, aliya jurusan kedokteran dan eka yang memilih jurusan kesenian.
***
Mereka semua kini telah berkumpul di tempat biasa mereka bertemu. Tersisa dua orang yang belum datang.
Bima mendengus."kebiasaan banget makai jam karet, bilangnya jam segini datangnya jam segitu."
"Jessie telat, orang tuanya pulang hari ini." Ucap dewa. Mereka mengangguk paham.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antagonist Or Protagonist (END)
FantasíaTerjebak di dunia novel hanya dengan mengandalkan ingatan yang samar. mampukah rain bertahan?
