Pagi yang cerah disambut dengan senyuman manis dari gadis yang baru saja terbangun dari tidurnya.
"Selamat pagi dunia tipu-tipu"
Kakinya beranjak menuju kamar mandi, selang beberapa menit ia keluar dengan handuk yang melilit di badannya.
Membuka lemari mencari pakaian yang akan ia kenakan. Pilihannya jatuh pada Hoodie hitam oversize, celana training hitam.
Setelah siap ia lalu berjalan ke arah cermin. Di ambilnya sedikit rambut kemudian diikat ala kuncir dua. Poninya sedikit ia rapikan. Setelahnya ia lalu Memakai lip balm.
"Perfect" ucapnya menatap pantulan dirinya sendiri.
Tangannya membuka laci mencari kacamata dan masker lalu memakainya.
Tada
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Style rain
Hidung rain mencium aroma yang sangat menggugah selera makan nya. "Wih bau nya harum nih. Masak apaan lo pada?"
Revan dan stefan berbalik menatap rain yang telah siap berangkat kuliah. Ya mereka menyuruh rain untuk melanjutkan pendidikannya.
"Punya mata kan lo?" Balas stefan judes.
Rain mendelik."dih masih pagi juga, judes amat sih lo"
"Biarin"
Revan menaruh mangkok berisi sup di meja makan."udah sekarang makan habis itu kita berangkat"
Keduanya mengangguk lantas mengambil tempat kemudian memulai sarapan. Setelah nya mereka bertiga berangkat menuju kampus yang akan menjadi tempat mereka menimba ilmu.
***
Reyhan memarkirkan mobilnya di ikuti para sahabatnya. Tak menunggu lama mereka semua keluar dari mobil masing-masing.
Suara teriakan menjadi sambutan untuk mereka berlima. Suasana ini sudah menjadi hal yang tabu bagi mereka berlima, dimana setiap paginya mereka akan disoraki saat tiba. Bukan hanya di parkiran tapi kantin dan koridor kampus juga sama halnya dengan saat ini.
"KUDANIEL!"
Suara teriakan itu menghentikan langkah kelimanya. Daniel mengerang keras, ia tahu siapa pemilik suara cempreng itu. Siapa lagi kalau bukan si perut karet.
Puk
Tepukan mengenai bahu daniel."gak usah nyentuh gw lo! Najis banget gw" ucapnya kesal.
"Dih sorry ya. Gw lebih gak rela tangan mulus gw nyentuh kulit lo yang kasar." Balas eka tak kalah kesal.
Memilih mengabaikan mereka berdua. Dewa menghampiri kekasihnya yang terus menatap perdebatan eka dan daniel. Di ambilnya tangan kanan kekasihnya lalu ia kecup dengan penuh kasih.