Kriing kriing
Suara bel menjadi pertanda berakhir nya jam pelajaran. Kini semua orang beranjak menuju kantin, begitupun dengan rain. Ia dengan cepat meninggalkan kelas karena tak tahan dengan tatapan dari teman di dekat bangkunya.
Pria yang tidak ia kenali namanya terus saja menatap dirinya seakan akan dirinya adalah mangsa.
Rain kini berada di koridor kampus. Revan dan stefan sudah beberapa kali menghubungi nya namun rain tak mengindahkan panggilan itu. Gadis itu sedang menikmati suasana kampus yang sangat nyaman untuknya.
Selang beberapa menit rain beranjak menuju kantin, perutnya sedari tadi terus berdemo untuk di isi.
Rain mengelus perut ratanya.
"Tenang cil ini lagi di jalan ok."
***
Vera sedang berjalan sambil membawa nampan berisikan makanan dan minuman yang sangat banyak. Tangan gadis itu sudah gemetar menahan beratnya beban yang ia bawa.
"Catherine anjing!" Umpatnya.
Catherine Zeta-Jones adalah salah satu mahasiswi tercantik di kampus itu, gadis itu juga salah satu anak dari pengusaha sukses di kota itu.
"Woi babu! Buruan tolol! Pesen makanan aja lelet banget! Cosplay jadi siput lo?"
Suara hinaan yang dilontarkan padanya semakin membuat gadis itu geram. Tunggu saja sampai perhatian Reyhan kembali padanya, akan ia balas sepuluh kali lipat dari ini.
Brak
Crang
Bruk
Tak
Kaki vera tersandung, entah itu ulah siapa. Maybe itu ulah gadis yang sedang duduk di dekat vera terjatuh. Perempuan itu tersenyum sinis.
"Duh babu emang cocoknya di lantai. Hahahaha" ucap perempuan bernama selin.
"Nih kain perca, bersihin tuh lantai. Jangan sampai kotor" timpal perempuan satu lagi bernama yera.
Catherine menatap vera jijik."ngerjain hal gampang aja lo gak mampu. Buruan beliin gw makanan. Lo mau gw mati kelaparan hah?"
Tangan vera terkepal kuat. Matanya menatap Catherine tajam."Tapi aku juga mau makan, aku bukan pembantu kamu!"
"Oh.. udah mulai berani?"
Catherine berjalan ke arah vera, kakinya menginjak tangan vera hingga mengenai beling yang berserakan.
"Shhh sakit.. re-rey bantu aku" vera menatap Reyhan meminta bantuan.
Catherine semakin menekan kakinya."berani banget lo bicara sama cowok gw. Heh! Lo itu cuma babu gw. Lo gak pantes buat bersanding dengan pangeran gw. Ngerti?!!"
Vera semakin terisak kala tangannya semakin tertekan. Darah sudah tentu mengalir dari tangan kecilnya itu.
Semua orang hanya diam tak ingin membantu sama sekali. Hingga seorang gadis dengan Hoodie hitam kebesarannya menendang tulang kering Catherine.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antagonist Or Protagonist (END)
FantasyTerjebak di dunia novel hanya dengan mengandalkan ingatan yang samar. mampukah rain bertahan?
