Di tengah malam rain terus mengendarai motornya mencari apartemen yang cukup jauh dari rumahnya. Ia sedikit meringis kala lututnya Di terpa angin malam yang dingin.
Selang beberapa menit berkendara, rain akhirnya menemukan apartemen yang cukup bagus. Gadis itu masuk kemudian menyewa apartemen di lantai 9.
"Ukh ada kotak P3K gak?" Ucapnya setelah duduk di sofa apartemennya. Ia kembali berdiri dan mulai mencari kotak P3K di laci lemari. Untung saja ia menemukannya.
Perlahan ia membersihkan lukanya, memberikan obat merah dan membalutnya dengan perban.
Rain kembali menyandarkan kepalanya di sofa. Matanya menatap jam di dinding."sudah hampir jam 1, besok sekolah dan seragam gw ada di rumah. Ck kayaknya gw harus beli seragam baru" rain beranjak mengambil kunci motornya, keluar dari apartemennya menuju mall yang ia lihat di jalan tadi.
Mall 24 jam. Rain membaca nama mall itu."ada-ada saja namanya" ujarnya menggeleng kecil.
Rain memasuki mall berkeliling mencari apa saja yang ia butuhkan. Sudah setengah jam lebih ia berbelanja. Rain membeli baju seragam, beberapa pakaian, handphone,sepatu dan perlengkapan sekolah lainnya.
Selesai berbelanja gadis itu memutuskan untuk pulang.
Rain agak kesusahan menaiki motornya di tambah lagi kedua tangannya memegang tas belanjaannya.
Tiba di apartemen ia berlari menuju lift yang hampir tertutup dan boom, rain segera menunduk sebelum orang itu menyadari kehadirannya. Rain membelakangi orang itu."kenapa dia ada disini?" Batin rain bertanya.
Orang di belakang rain telah memutuskan telfonnya dan melirik rain yang membelakanginya. Pria itu tersenyum miring saat menyadari siapa orangnya, ia perlahan mendekat ke telinga rain dan membisikkan."ternyata lo gak berubah ya, masih suka ngikutin gw"
Suara dingin itu mengalun seram di telinga rain. Ia hanya memohon agar liftnya segera terbuka dan ia bisa terbebas dari tokoh utama pria.
Ting
Doa rain terkabul, pintu lift terbuka. Ia segera berlari ke arah apartemen miliknya, membuka pintu dengan tergesa-gesa seakan-akan ia telah melihat hantu.
Tak
Rain membanting pintu apartnya lalu bersandar disana."hos hosh kenapa reyhan ada disini? Apa dia juga tinggal di sini? Kalau benar gw harus pindah tapi... gw harus hemat, gw harus nyari pekerjaan secepatnya."ucapnya. Ia beranjak menaruh belanjaannya di dekat kasur lalu merebahkan tubuhnya.
"Besok aja gw beli makanannya, gw takut ketemu reyhan" matanya menutup dan mulai terlelap dalam tidur.
Di luar apartnya. Reyhan berdiri menatap pintu di hadapannya dingin, entah apa yang ia pikirkan tak ada yang tahu terutama author sendiri. Ia berjalan ke arah apartnya yang terletak di depan apart milik rain.
Pagi hari menyapa, rain telah siap dengan seragam sekolahnya. Dengan terburu-buru ia keluar dari apartemennya. Rain sengaja berangkat lebih pagi agar ia bisa menghindari berpapasan dengan reyhan.
Rain mengendarai motornya dengan kecepatan sedang. Ia tengah menikmati udara pagi sambil bersenandung ria.
🎶
Lantas mengapa ku masih menaruh hati?
Padahal ku tahu kau t'lah terikat janji
Keliru ataukah bukan? Tak tahu
Lupakan mu tapi aku tak mau
Pantaskah aku menyimpan rasa cemburu?
Padahal bukan aku yang memiliki mu
Sanggup sampai kapankah? Ku tak tahu
Akankah akal sehat menyadarkan ku?
Oh~wo-
Tak sengaja matanya melihat ke araf depan cafe. Ia mempercepat laju motornya menuju cafe tersebut."di buka lowongan kerja" ujarnya membaca papan di pintu cafe.
KAMU SEDANG MEMBACA
Antagonist Or Protagonist (END)
FantasíaTerjebak di dunia novel hanya dengan mengandalkan ingatan yang samar. mampukah rain bertahan?
