Happy Reading
Matahari terbangun dari tidur singkatnya, memulai kembali tugasnya menyinari sang bumi.
Disebuah balkon Hotel, terdapat seorang gadis yang tengah menikmati keindahannya. Keindahan tiada tara yang terpancar dari sinar orangenya.
Yap, gadis tersebut adalah Haruno Sakura. Ia menatap sang surya sembari berpengangan ke pagar balkon.
Tak lama kemudian manik indahnya terpejam. Ia menarik nafas dalam kemudian dihembuskan secara perlahan.
Seulas senyum terbit di bibirnya, senyum teramat manis yang bisa membuat orang diabetes kala melihatnya.
Namun sayang, ia tidak bisa menikmati indahnya Sunrise tersebut dengan damai saat tiba-tiba rambutnya ditarik dari belakang.
"Akhhh." Sakura memekik kaget kemudian menolehkan kepalanya kearah belakang.
"Tai lu, ganggu orang aja." Sakura berujar ketus sembari menatap tajam sang pelaku yang menarik rambutnya.
Namun sayang, bukannya takut si pelaku malah nyengir tanpa dosa.
"Hehe, sorry kakak ipar." jawab si pelaku yang tak lain dan tak bukan adalah Naruko. Si setan kecil Namikaze Family.
"Ngapain lu kesini?" tanya Sakura masih dengan nada ketusnya. Rupanya ia masih kesal terhadap Naruko.
"Dih marah-marah mulu lu ya, ntar cepet tua loh." Naruko meledek Sakura. Dan hal itu sukses membuat Sakura semakin sebal.
"Lu udah ngancurin mood gue nyet. Dasar!" ujar Sakura dengan alis yang menukik.
"Iya-iya maaf, gue cuma mau ngajak lu sarapan. Udah ditungguin sama yang lain soalnya, barusan Mama nelfon." jawab Naruko.
Sebenarnya ia masih ingin menjahili Sakura, namun melihat ekspresi Sakura yang seperti itu, entah kenapa ia takut.
Terus terang saja nih ya, meskipun ia terkenal petakilan dan gaada takut-takutnya, namun tetap saja ia sedikit ngeri kala melihat Sakura marah.
Bukan karena Sakura suka mukul, melainkan ia tidak ingin di diemin sama Sakura. Karena kebiasaan Sakura kalo marah suka diemin seseorang yang telah membuatnya marah.
Bahkan dulu bang Naru nya pernah dibikin uring-uringan sama Sakura. Padahal waktu itu bang Naru nya hanya nge prank.
"Udah dong, kan gue dah minta maaf." Naruko memelas kala melihat Sakura masih menatap dirinya dengan tatapan menusuk.
"Hehh, kalo bukan adik pacar gue, dah gue lempar lu dari sini." balas Sakura disertai helaan nafas kemudian berlalu dari balkon tersebut.
Naruko menatap Sakura horor, bisa-bisanya Sakura berujar seperti itu. Ini lantai tiga woyy, itu artinya ia bakalan mati kalo beneran di lempar dari sini. Membayangkan itu saja sudah membuat bulu kuduknya merinding.
Ia pun kembali menatap Sakura yang saat ini tengah berkaca, dan tiba-tiba senyum simpul terbit di bibirnya.
Spontan ia berlari kearah Sakura, kemudian dipeluknya tubuh Sakura dengan erat.
"Apaan dah, lepasin Cel!" protes Sakura merasa terganggu akan perilaku Naruko.
"Gak mau!" tolak Naruko manja.
"Gila lu, lepasin gak? Woyy, gue mau pake lip balm Cel!" Sakura kembali protes sembari mendorong Naruko agar menjauh. Namun sayang, pelukan Naruko begitu erat.
"Gak mau, bentar doang Ra. Ya ya." Naruko kembali berujar manja sembari mengedipkan mata lucu.
Mendadak Sakura memasang ekspresi ngeri, namun tak lama berselang ia pun menghela nafas.
![Insta Life [NaruSaku]](https://img.wattpad.com/cover/265950571-64-k591821.jpg)