Iris emasnya itu terus menerus menatap keluar jendela kamarnya, gadis kecil itu melihat seorang lelaki sebayanya tengah berdiri didepan pagar rumahnya, lelaki itu mendongak membiarkan tetesan hujan membasahi pelipis matanya.
Seperkian detik Claretta terus menatapi lelaki sebayanya itu hingga lelaki itu menolehkan kepalanya balas menatap Claretta tak lama setelahnya lelaki itu tersenyum tipis.
Mata hitam yang dimiliki lelaki itu seakan menarik Claretta lebih dalam. Rambutnya yang berwarna kemerahan itu tampak basah karena hujan.
'Sring!'
Sebuah cahaya menyilaukan datang kearah lelaki sebayanya itu membuat Claretta menutup matanya.
"Salam kenal, Nona Claretta."
Claretta berjengit kaget kala mendengar sebuah suara dibelakangnya, gadis kecil itu berbalik menutup kedua mulutnya tak percaya bahwa lelaki sebayanya yang berada didepan pagar rumahnya itu kini sudah berada dihadapannya.
"B-b-b-MAMAAAA!"
Belum sempat menanyakan bagaimana lelaki sebayanya itu berada dihadapannya, Claretta lebih dulu dikejutkan dengan lelaki itu yang langsung menghilang.
Tak lama pintu terbuka menampakkan Cassie juga Riley dengan tampang khawatir segera memasuki kamar Claretta dan memeluk putrinya itu.
***
Cahaya mentari itu tampak begitu menyilaukan hari ini, Claretta yang berjalan dibawah teriknya mentari itu tampak tak memperdulikannya.
Claretta terus berjalan menuju sekolahnya tanpa diantar oleh kedua orang tuanya, dengan alasan Riley sibuk bekerja sedangkan Cassie harus membersihkan rumah yang tampak kacau itu.
'Duagh'
Sebuah pukulan mendarat di kening gadis itu, membuatnya terpaksa mendongak dan menatap tajam orang yang baru saja memukul keningnya itu.
Caldwell berdiri dihadapannya menggunakan pakaian kasual, lelaki itu bertanya, "apa yang kau lakukan di hari Minggu ... menggunakan seragam?"
Gadis itu terdiam beberapa saat hingga akhirnya terkejut dengan apa yang ia kenakan hari Minggu ini.
"Ah, ah! Memangnya sekarang hari Minggu ya?" Claretta yang tampak panik itu melihat sekelilingnya yang menatapnya aneh itu.
Caldwell menepuk dahinya, "sini!" lelaki itu lalu menarik lengan Claretta paksa masuk kedalam mobilnya.
"Kita mau kemana?"
Claretta yang sedaritadi hanya diam kini membuka suaranya setelah melihat mereka makin menjauh dari arah jalan pulangnya.
Lelaki itu melirik arah lain sembari menggaruk tengkuknya, "toko pakaian." jawabnya singkat.
"Toko pakaian?"
"Ya."
"Untuk apa?"
"Kau akan tahu sendiri."
Mendapati balasan yang cukup dingin itu akhirnya Claretta tak berani bertanya lebih lanjut lagi, kini ia menikmati pemandangan yang disuguhkan kota Jerman ini. Begitu indah tampak mempesona dengan banyaknya toko-toko di kiri dan kanan, lalu beberapa pohon tertanam disamping toko itu membuatnya tampak asri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Claretta [END]
خيال[Fantasy & (Minor)Romance] Claretta Nelson. Setelah mendengar ramalan dari seorang lelaki aneh bernama Onyx itu, Claretta mengalami kejadian aneh juga kejadian tak mengenakan. Claretta dicakar dan digigit oleh seekor kucing, kucing yang memiliki pen...
![Claretta [END]](https://img.wattpad.com/cover/270838133-64-k777552.jpg)