Gelak tawa terdengar dari ruang makan itu tanpa menyadari bahaya yang mengintai mereka.
Eurune yang sudah membuka matanya itu tampak kecewa saat tak lagi melihat adegan yang begitu mengesankan tadi.
"END!!"
Lelaki bersurai merah itu menoleh dengan wajah tanpa dosanya itu melihat wajah saudaranya yang sudah merah padam itu.
"Hahaha!" Endcly tertawa begitu kencang membuat Eurune bangun dari tempat duduknya meratapi pai apel itu sebelum akhirnya ia menarik kerah baju Endcly.
Obelix bangun, lelaki itu mengulurkan tangannya pada Claretta yang tengah diabaikan itu, "ayo bangun."
Gadis itu langsung membalas uluran tangan Obelix kemudian begitu Claretta berdiri mereka berlima segera menatap keduanya.
"Kalian!"
"Ayo lari!"
Mereka berlari begitu sampai dibelakang koridor mereka berhenti mengatur nafas, Claretta menoleh diikuti Obelix yang balik menatapnya itu.
Mereka saling tatap satu sama lain hingga akhirnya sebuah suara seekor burung mengagetkan keduanya.
Obelix segera menghampiri jendela didekat mereka, "apa itu?" tanyanya sembari menunjuk sebuah siluet dekat tanaman berduri itu.
Gadis itu menghampiri Obelix kemudian mendelik melihat sesuatu yang dibilang oleh Obelix itu. Claretta menoleh menatap Obelix kemudian ia menggelengkan kepalanya.
"Tidak ada apapun disana."
Alis lelaki itu tertaut kemudian ia mengusap matanya beberapa kali, memastikan bahwa dirinya salah lihat.
Tangannya yang masih menunjuk itu kemudian turun, "ayo kembali ... kita beritahu Alfrex."
Bersamaan dengan mereka yang membalikkan badan, kelima saudaranya itu sudah berada dibelakang mereka.
"Ada apa?" tanya Alfrex kemudian menyelip diantara keduanya, matanya menyipit kemudian tak lama kemudian hembusan angin membuat dirinya seketika tersedak.
Alfrex tersedak beberapa kali hingga akhirnya lelaki itu memuntahkan darah. Eorone segera maju menyingkirkan Claretta menggunakan tangannya itu kemudian matanya menyipit.
"Jahat." katanya singkat sembari menunjuk keluar kearah tanaman berduri tersebut.
Mendengar saudara kembarnya berkata demikian Eurune pun menghampiri dan berdiri disebelahnya, dirinya pun ikut menyipitkan mata dan seketika ia membuat mereka semua menundukkan kepala.
Sebuah anak panah dengan lumuran darah itu tertancap dibelakang dinding mereka, terlambat sedetik saja mungkin beberapa dari mereka akan terkena anak panah itu.
Endcly bergidik ngeri ia kemudian menjauh dari anak panah itu menghampiri Eurune dan Eorone yang masih berjongkok.
"End, menunduk!" lagi bersamaan dengan ucapan Eurune sebuah anak panah yang lain melesat melewati atas kepala lelaki bersurai merah itu membuat beberapa helai rambut terpotong oleh anak panah itu.
Mereka menatap satu sama lain kemudian dengan sigap Alfrex mengucapkan mantera teleportasi.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Claretta [END]
Fantasy[Fantasy & (Minor)Romance] Claretta Nelson. Setelah mendengar ramalan dari seorang lelaki aneh bernama Onyx itu, Claretta mengalami kejadian aneh juga kejadian tak mengenakan. Claretta dicakar dan digigit oleh seekor kucing, kucing yang memiliki pen...
![Claretta [END]](https://img.wattpad.com/cover/270838133-64-k777552.jpg)