Part 19 : Dongeng dan Kegiatan Bersih-bersih

29 4 0
                                        

"Pembantu, bangun!"

Claretta mengusap matanya melihat seseorang yang tengah menyibak selimutnya, gadis itu menajamkan pengelihatannya kemudian berteriak kaget membuat seluruh penghuni mansion segera menghampiri kamarnya.

Mereka menatap bingung begitu sampai Claretta berada dipojok ruangan tengah memeluk kakinya sementara Isaac tengah tersenyum lebar dan tertawa melihat reaksi yang diberikan gadis itu.

Obelix mendekati Claretta menepuk-nepuk pundaknya sementara Alfrex menyuruh mereka kembali ke kegiatan masing-masing dan mendekati Isaac.

"Isaac ... kau seharusnya tidak masuk ke kamar seorang gadis dengan sembarang." ucap Alfrex sembari menatapnya tajam.

Sementara Claretta tengah sesenggukan menahan tangisnya, "kau boleh menangis 'kok." ucap Obelix yang membuat tangis Claretta langsung pecah saat itu juga.

Claretta memeluk Obelix dan menangis di pelukannya sementara lelaki itu mengusap-usap punggungnya mengatakan bahwa Isaac hanya jahil.

"Tapi tetap saja memasuki kamar orang dengan sembarang itu bukan tindakan yang sopan apalagi kau kakak tertua kedua!" ungkap Alfrex sambil menarik telinga Isaac.

Sementara Isaac hanya tertawa ia justru kegirangan, dengan tawanya itu ia sembari menunjuk Claretta yang berada dipelukan Obelix.

"Ratu mengirim dia untuk dijadikan pembantu 'kan?"

***

"Kau baik hati sekali." sebuah pujian meluncur dari lelaki bersurai hitam itu yang tengah membersihkan loteng ditemani Claretta.

Claretta meliriknya sekilas lalu kembali melanjutkan kegiatan bersih-bersihnya, "kenapa kita tidak boleh menggunakan mantera? Kalau tak salah ...."

"Aku ingin kalian bekerja." ucapan Claretta yang tergantung itu lalu diteruskan oleh Isaac yang kepalanya menyembul setengah itu, "kenapa kau ingin bermalas-malasan?" tanyanya setelah mendudukkan diri di lantai loteng.

Obelix melirik Claretta melalui ujung matanya mereka sama-sama bersitegang ketika melihat senyuman lebar yang diberikan oleh Isaac.

Lelaki itu tersenyum lalu tertawa, "hahaha benar apa yang dikatakan Pembantu! Kenapa aku tidak kepikiran ya?" kata Isaac disela-sela tawanya.

Mereka saling tatap lalu Claretta tersenyum membuat Obelix mengikutinya. Akhirnya lelaki bersurai pirang itu menjentikkan jarinya.

"Sudah bersih. Ayo kita bermain, Pembantu!" seru Isaac dengan girang seraya menarik Claretta dari loteng dengan paksa yang mengakibatkan mereka terjatuh dengan Claretta yang menimpa tubuh lelaki itu.

"Ahh! Kumohon jangan mati! Aku janji aku akan memakan masakan Unwyn lebih sedikit, kumohon!"

Lelaki itu tergelak melihat ekspresi panik serta teriakan dari Claretta. Isaac bangun lalu meregangkan tubuhnya seolah tidak terjadi apapun setelah ia jatuh dari atas.

Tak lama Obelix turun dan mendelik kearah Isaac, "Isaac jaga candaanmu itu." ucapnya pelan seraya meninggalkan mereka berdua.

Claretta meliriknya tajam lalu membuang mukanya dan menyusul Obelix meninggalkan Isaac yang masih tertawa itu.

"Obelix."

"Hm?" Obelix menolehkan kepalanya lalu kembali berjalan, "kau sudah bilang akan mengurangi makan masakan Unwyn 'kan? Jadi silahkan kau lanjutkan kegiatan bersih-bersihnya." ucap Obelix seolah mengetahui apa yang ingin dikatakan oleh gadis yang sedang membuntinya ini.

Claretta mengerjapkan matanya beberapa kali memikirkan maksud ucapan dari lelaki dihadapannya.

Kemudian pas belokan menuju dapur, Isaac lebih dulu menahan lengan Claretta.

Claretta [END]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang