"Hey, Clare!"
"Clare!"
Tubuh gadis itu menegang dirinya melirik seorang gadis yang tengah memanggilnya itu.
Mereka saling lihat satu sama lain hingga akhirnya sebuah tepukan tangan terdengar mengagetkan keduanya.
"Kalian ... ayo kembali kerja!"
Sebuah seruan terdengar membuat gadis dan seorang yang lain akhirnya kembali pada aktifitas mereka masing-masing.
Gadis ber-nametag Claretta itu mengerjapkan matanya berkali-kali sembari mengusap kedua matanya itu.
Membereskan beberapa piring yang tergeletak itu seolah menjadi kebiasaannya.
Beberapa jam setelahnya begitu matahari telah bersiap menggantikan posisinya dengan bulan, mereka selesai membersihkan kedai itu.
Sebuah toko makan yang tampak ramai itu membuat gadis bernama Claretta meregangkan tubuhnya kemudian menghela nafas panjang.
"Apa ada yang mengganggumu, Clare?" tanya gadis sebayanya itu membuat Claretta kembali terkejut.
Claretta memegangi kepalanya kemudian ia memegang pundak gadis itu dan akhirnya gadis itu mengantarnya pulang kerumah mereka.
***
"Aku satu kamar denganmu?" tanya Claretta membuka topik saat gadis yang berada di kedai makan.
Gadis itu menggelengkan kepalanya pelan kemudian mengambil bajunya di salah satu lemari.
Begitu selesai merapikan diri, gadis itu terduduk disebelah Claretta dan ia mulai memegangi pundak gadis itu.
Senyuman terpatri membuat Claretta yang bingung mengikuti gadis itu tersenyum, "apa dirimu lupa?"
Iris mata emasnya menyipit mencari celah kebohongan yang dikatakan gadis itu namun yang ia dapati hanyalah kejujuran.
Claretta menggaruk kepalanya kemudian terkekeh pelan, gadis itu mendongak menatap langit-langit kemudian dirinya merebah.
Gadis bernama Frye itu tertawa melihat tingkah teman sekamarnya itu akhirnya Frye ikut merebahkan dirinya disamping Claretta.
Mereka bersamaan berbalik kemudian tersenyum, "apa yang kau lamunkan akhir-akhir ini?"
Claretta diam kemudian dirinya kembali melihat langit-langit atap, tangannya terangkat seolah menggapai sesuatu.
Hembusan nafas yang terdengar kasar itu keluar dari mulut Claretta, gadis itu bangun membuat Frye mengikutinya.
Keadaan hening tercipta hanya ada suara detik jam yang mengisi keheningan itu.
Tak satupun dari mereka membuka suara hingga pintu terbuka menampakkan seorang wanita parubaya.
"Maafkan jika tanpa permisi." ucap wanita itu membuat Claretta serta Frye segera bangun.
"Tidak apa-apa, Bu."
Mereka menoleh bersaman kemudian tersenyum saat mereka kembali melihat wanita parubaya itu.
Wanita parubaya itu berdeham, "ada seorang lelaki aneh yang mencarimu ... dirinya bilang ia bekerja satu tempat denganmu."
KAMU SEDANG MEMBACA
Claretta [END]
Fantasía[Fantasy & (Minor)Romance] Claretta Nelson. Setelah mendengar ramalan dari seorang lelaki aneh bernama Onyx itu, Claretta mengalami kejadian aneh juga kejadian tak mengenakan. Claretta dicakar dan digigit oleh seekor kucing, kucing yang memiliki pen...
![Claretta [END]](https://img.wattpad.com/cover/270838133-64-k777552.jpg)