p u l a n g🛵

465 111 5
                                        

"sesuai janji, gue ngerjain kelas 12-D," Seola menaruh jurnal itu di samping Mina. Bertepuk tangan riang dengan wajah gembira setelah menyelesaikan satu jurnal buat ngebantuin temennya itu.

Seola kemudian bergegas pulang. Merapikan dan memasukkan semua buku-bukunya ke dalam tas.

"yuhuu gue comeback home dulu say," Seola langsung mencium pipi Mina cepat.

"ewh," kata Mina mengusap bekas ciuman Seola jijik.

Seola ketawa haha hihi, lalu melirik Bona yang belum selesai ngerjain dua jurnal karena kalah main gunting batu kertas. Sisanya Mina yang ngerjain. Banyak sih, sukur-sukuran ada dua temannya yang ngebantu.

"Bon, gue cabut dulu," soal Bona, Seola gak berani macam macam. Nanti diaduin ke bapaknya. Bahaya cuy. Kepala sekolah soalnya.

"yoi," sahut Bona gak menoleh sama sekali. Dia hanyut dalam dunianya bersama bulpoin merek pilot dan kertas jurnal.

Setelah Seola pergi, keadaan kelas benar benar hening. Mereka fokus nulis ditemani dentingan jam dinding.

Tik tok tik tok.

"akhirnyaaaa!!!" Bona meregangkan tubuhnya setelah ngebantuin Mina ngerekap jurnal kelas 12-C sama 12-A.

Mina noleh ke Bona, "langsung cabut?"

"he em, nih, punya gue. Dah ya lunas," kata Bona sambil memasukkan semua alat tulisnya ke dalam tote bag besar kayak tas belanja.

Mina menatap dua jurnal yang tersisa di atas meja. Kemudian menghela napas panjang.

"Bon, gini amat nasib gue," adunya meratapi nasib sial setelah ketemu pujaan hati.

Ternyata skenario dalam dunia perhaluannya tak seindah realita. Dia baru tahu kalo Eunwoo orangnya songong dan suka nyuruh-nyuruh.

Gak dapet nomor telepon, malah nambah beban.

"jadiin pembelajaran, lagian lo sih kenapa bisa telat?"

Mina membanting bolpoinnya kesal, "mana gue tahu kalo dijadwal."

"iya iya gak usah marah juga. Mau gue bantuin lagi?" tawar Bona baik.

"gak usah deh. Lo kan harus les renang, gue gak mau dimarahi kepsek,"

Mendengar celotehan Mina, Bona tertawa garing.

"bokap gue gak segalak itu kali. Beneran nih gak mau dibantu?" Bona menawarkan sekali lagi.

Mina mengangguk lesu, "hm. Gue bisa sendiri."

"yakin?"

"iya boncabe, udah sana pulang,"

"siap bi!" kata Bona seneng. Secepat kilat dia mencium pipi Mina sampe cewek itu melotot jijik.

"ih apa apaan sih. Geli tahu!!"

Bona asik ketawa liat ekpresi Mina dengan wajah bersungut kesal.

"ekhem,"

Suara deheman yang asalnya bukan dari mereka membuat Bona berhenti ketawa. Mina juga otomatis mengalihkan perhatiannya ke sumber suara.

Lagi lagi Mina mendapati cowok itu tersenyum padanya.

"dasar siluman!"

"eh Min, gue duluan ya. Pulangnya hati-hati," celetuk Bona setelah terdiam beberapa saat.

"take care juga Bon," kata Mina.

Bona pamit undur diri, dia menunduk sopan saat melewati Eunwoo, kakak kelasnya.

"udah selesai belum?" tanya Eunwoo sewot.

"udah kak,"

Iya. Punya Eunwoo yang selesai, punya Mina belum. Sial emang.

Mina menyerahkan tiga jurnal kepada cowok itu. Sedangkan dua jurnal di sana masih menunggu kelanjutan dari lihainya tangan Mina menari di atas kertas putih.

"sip." kata Eunwoo menerima jurnal dari Mina. Abis itu pergi ke ruang bk. Tanpa mengucapkan terimakasih kepada Mina.

Cewek itu melongo, "thanks ya," katanya sarkas pada dirinya sendiri.

🛵

Eunwoo balik lagi ke ruang bk. "selamat sore bu Ayu," sapanya centil. Definisi buaya.

"hm. Jurnalnya mana?" tanyanya to the point.

"nih bu, udah saya kerjain."

Bu Ayu ngecek tiga jurnal itu. Kedua matanya menyipit saat mengoreksi rekap jurnal milik Eunwoo.

"tulisan kamu bagus juga. Makasih ya," bu Ayu masih sadar diri dengan mengucapkan terimakasih. Padahal yang ngerjain bukan Eunwoo, melainkan Mina.

"sama sama bu, saya boleh pulang kan?"

"boleh,"

Tanpa mengucapkan sepatah kata lagi, Eunwoo keluar ruang bk. Dari luar dia bisa melihat bu Ayu siap siap pulang. Dia mematikan lampu, tv, dan ac.

"loh bu, kan jurnalnya belum selesai semua,"

"emang. Sekarang jamannya canggih, ada cctv, jadi saya bisa tahu kapan Mina ngumpulin jurnalnya."

"terus ibu mau kemana?"

"pulang. Ibu harus jemput anak ibu. Kamu mau jemput anak saya?"

Tentu Eunwoo menolak dengan menggelengkan kepalanya, "gak mau,"

"yaudah. Kenapa banyak tanya?"

Bu Ayu langsung pergi gitu aja setelah menutup pintu ruang bk. Eunwoo bergeming sebentar, entah memikirkan apa.

Saat di gerbang dengan vespa merahnya, dia papasan sama pak satpam.

"kok udah nyiapin kunci pak?" tanya Eunwoo heran. Biasanya sekolah ditutup jam lima, sekarang jam tiga kurang.

"waktunya pulang. Kamu gak tahu apa kalo sekolah sekarang ditutup jam tiga?"

Eunwoo langsung keinget sama Mina. Cewek itu belum selesai menyalin jurnalnya.

"pak, jangan ditutup dulu. Masih ada yang ngerjain tugas di kelas,"

"kelas berapa? Biar bapak samperin," tanya pak satpam.

"kelas 10-C," jawab Eunwoo tanpa berpikir panjang.

Pak satpam menaruh kunci dan gembok di pos, lalu berjalan ke dalam gedung sekolah.

Eunwoo terus menatap lekat punggung pak satpam. Seolah sadar dengan apa yang dia lakukan, ia mengangkat bahunya acuh dan menjalankan vespanya menjauhi area sekolah.





---
Terimakasih sudah membaca
💗

Cheer Up!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang