j u r n a l📓

573 118 14
                                        

Gara gara telat ngumpulin jurnal, Mina disuruh menghadap guru konseling di ruangan paling pojok, paling mewah dengan dua ac, satu tv, dan paling besar dari ruangan mana pun. Termasuk ruang kepala sekolah.

Sekolahnya memang berbeda dari yang lain. Ini yang Mina suka. Tapi anti banget masuk ruang bk. Berasa melanggar peraturan sekolah. Padahal telat mengumpulkan jurnal tidak terdaftar dalam list peraturan sekolah.

"lain kali jangan telat. Ibu juga yang susah ngerekap datanya,"

Mina manggut manggut doang.

"kamu denger gak?"

Mina menyelipkan rambutnya ke belakang telinga, bermaksud menyindir guru di depannya ini.

"iya bu, denger kok,"

"masih kelas sepuluh udah bebel. Sifat sd smp jangan dibawa ke sma. Kamu udah besar, jangan punya mental babu yang harus disuruh dulu baru dikerjain." bu ayu lanjut ngomel.

Mina hanya diam menyimak. Sambil sesekali melirik tv yang sedang menayangkan acara pesbukers.

"lalala yeye lalala yeyeye,"

"liat apa kamu?!!"

Mina tersentak kaget. Sontak menoleh ke bu Ayu dengan badan tegap sempurna.

"gak liat apa apa bu,"

Bu Ayu meliriknya dengan sinis, lalu menunjuk salah satu tulisan di atas jurnal milik kelas 10-C yang dia handle.

"ini c apa s? Tulisan kok kecil kecil. Yang besar kalo nulis, ibu udah tua. Mata udah rabun. Iya kamu masih muda, mata gak pake kacamata, masih bisa liat tulisan mini mini gini."

Mina memejamkan matanya, sabar Min, sabar.

"ini yang bener c apa s??" tanya Bu Ayu sekali lagi. Kali ini lebih nyentak, Mina jadi takut buat buka mulut.

"s bu,"

"s kok mirip sama c. C itu setengah lingkaran. Besok besok kalo nulis jurnal jangan sampe saya nemu huruf s sama persis kayak c, denger gak?!"

"iya bu," cicit Mina pelan.

"nama kamu siapa?" tanya Bu Ayu, nadanya masih sama seperti tadi.

"Mina, bu,"

"apa?"

"Mi-na,"

"Nina?"

"Mina bu, Mi-na,"

"Mina?" kata Bu Ayu mengeja namanya dan menuliskannya di atas kertas putih polos.

Tok tok...


Suara ketukan di pintu membuat dua orang itu menoleh serempak.

Bu Ayu mengerutkan keningnya, Mina mendelik gak percaya.

Mina merasakan jantungnya mulai kumat.

"permisi,"

tiap kali melihat Eunwoo, Mina selalu terpesona. Dan tanpa sadar memberikan reaksi reaksi kecil.

Wajahnya yang ganteng rupawan. Suaranya yang maskulin masuk sopan ke dalam telinga.

"ada perlu apa??" tanya Bu Ayu. Bahkan di depan orang seganteng Eunwoo, nada bicara Bu Ayu gak berubah, tetep ketus dan tak bersahabat.

Eunwoo senyum tipis, "ngumpulin jurnal bu," katanya enteng. Seolah olah sudah terbiasa dengan sifat Bu Ayu.

Mina bisa melihat retina Bu Ayu membesar. Siap siap marah. Ledakan pt.2

"ini lagi! Kenapa baru sekarang di kumpulin?!" meledak kan.

"Bu Ayu gak ada kemarin, yaudah saya bawa pulang," kata Eunwoo santai.

"alesan. Sini duduk!"

Dengan langkah ringan, Eunwoo masuk ke dalam. Lalu mendaratkan bokongnya di atas kursi sebelah Mina. Meletakkan jurnal di atas meja.

Sedangkan Mina memejamkan kedua matanya, merasakan getaran di sekitar yang bikin jantungnya lebih menggila.

"gak aman, sumpah gak aman," gerutu Mina dalam hati.

"nama?"

"Eunwoo,"

"kelas?"

"11-A,"

Diam diam Mina mengamati Eunwoo dari samping. Pemandangan langka, seorang pangeran turun dari surga tanpa diminta gak boleh disia-siain.

"kalian berdua,"

Mina tersentak untuk kedua kalinya.

"rekapin semua jurnal kelas 12, jam tiga sudah harus selesai," kata Bu Ayu.

"ha?" Mina segera menutup mulutnya.

Kepala Eunwoo bergerak menatap Mina.

Kepala Eunwoo bergerak menatap Mina

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"ini jurnalnya. Selamat bekerja,"

"tapi bu, saya ada ulangan," sela Mina cepat.

"bukan urusan saya,"

Muka Mina berubah masam. Eunwoo belum mengalihkan pandangannya dari Mina, dia masih menikmati komuk Mina yang menahan kesal.

Cowok itu menyeringai tipis, kemudian mengambil beberapa jurnal.

"jam tiga kan bu?" tanya Eunwoo.

Giliran Mina yang menatap Eunwoo dengan mulut setengah terbuka, lebih tepatnya membeo.

"iya."

"oke," katanya lalu berjalan keluar.

Mina buru buru mengambil jurnal yang tersisa di atas meja dan membawanya pergi.

Niatnya ngejar Eunwoo, tapi cowok itu udah gak kelihatan di mana mana.

"sial. Gue belum minta nomornya lagi!" keluh Mina.

"oy!"

Baru selangkah, Mina mendengar suara Eunwoo dari belakang. Mina menoleh dengan cepat.

Kaget. Ternyata Eunwoo bersandar di tembok. Satu tangannya yang bebas jurnal dimasukkan ke dalam saku celana.

"gue?" tunjuk Mina pada dirinya sendiri, sembari lirik kanan lirik kiri siapa tahu ada orang lain selain dirinya.

Eunwoo ngangguk, dia berjalan ke arah Mina. Berhenti tepat selangkah dari tempat Mina berdiri.

"nih, kerjain punya gue,"

"haaa??" pekik Mina skeptis.

"tap-tapi kak-"

"thanks," kata Eunwoo tersenyum manis.

Kemudian pergi sambil bersiul riang.

Mina masih mematung di tempat, "bar bar juga tuh cowok," decaknya.

Gadis itu meniup poninya kesal. Melirik punggung Eunwoo dengan tajam.

"ck, andai gue sangkuriang yang bisa nyusun candi dalam satu malam,"




---

Terimakasih sudah membaca
💗

Cheer Up!Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang