Bona melongok ke dalam kolong meja Mina. Dari tadi ada yang geter geter, Bona sampe gak fokus baca novelnya.
Satu tangannya meraba kolong meja mencari sumber getaran yang dia rasakan sejak tadi hingga sekarang. Sebuah benda pipih kini ada dalam genggamannya. Bona liat puluhan panggilan tak terjawab dari mamanya mina.
"ck, pasti ada yang penting nih." decak Bona celingukan nyari Mina yang gak kelihatan batang hidungnya sejak istirahat pertama. Gadis itu langsung ngacir pergi begitu bel berbunyi dan guru ppkn keluar dari kelas.
"Sol Sol!!" panggil Bona.
Seola gak denger, kedua telinganya disumbat pake earphone. Kepalanya miring ke kanan, telungkup di atas meja dengan mata terpejam sempurna.
"Nam,"
"oh? Halo Bona. Apa kabar??" sahut Namu cepat tanggap tapi lebay.
"liat Mina gak?"
Namu menggeleng, "Gue aja istirahat gak kemana mana. Tanya aja sama Woojin, dia yang keluyuran dari tadi." kata Namu.
Bona beranjak ke mejanya Woojin sama Bangchan.
"woy! Liat Mina gak?!"
"heh ondel ondel! Meja gue lebih berharga dari tangan lo!" amuk Woojin mengelus permukaan mejanya yang abis dipukul sama Bona.
Sedangkan Bangchan sekali molor udah kayak orang mati.
"hehe maap maap. Liat Mina gak?" tanya Bona nadanya dialus-alusin.
"perpus." jawab Woojin pendek.
"oke thanks,"
Bona mukul meja Woojin lagi sebelum pergi. Cowok itu mendengus kesal sedangkan Bona cekikikan berhasil menggoda Woojin.
"Bi! Woy babi! Dari mana aja lo?!" omel Bona yang gak jadi pergi ke perpustakaan. Soalnya Mina udah di kelas duluan sewaktu dia memberi pembatas dan menutup novelnya.
"biasa, godain cindo di perpus,"
"kebisaan lo! Gitu gitu dia juga guru kali di sini,"
Mina terbahak bahak, "hahaha yang penting cindonya happy,"
"kenapa nyariin gue?" sambung Mina dengan pertanyaan.
"mama lo dari tadi nelfon. Gue takut ada yang penting," kata Bona menyodorkan gawai milik Mina.
"kenapa mami nelfon gue?" gumam Mina pelan.
"lo nanya gue, gue mana tahu,"
"idih, gue gak nanya lo. Gue ngomong sendiri," dengus Mina terus pergi dari hadapan Bona.
Cewek itu menghembuskan napas kasar, "bisa bisanya gue punya temen modelan babi modern,"
---
"kenapa mi?" Mina udah di auditorium. Tempat yang pas buat telfonan apalagi bolos pelajaran.
"ada yang mau ngomong sama kamu," kata mami.
Kening Mina mengerut, nada bicara mami kedengeran aneh, gak kayak biasanya. Suaranya melemah, seperti menahan tangis.
Gak lama dari itu Mina mendengar suara dengkuran yang cukup keras. Hingga Mina merinding seluruh tubuh.
"itu, suara nenek?" tanya Mina dengan gugup sekaligus takut jika memang itu suara neneknya.
"iya. Pamit baik baik sama nenek ya? Nenek mau pulang,"
Seketika itu juga Mina merasakan dadanya dihantam kuat membuatnya kesulitan bernapas. Dadanya bergemuruh hebat saat suara dengkuran itu semakin jelas dalam telinganya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cheer Up!
FanfictionKalo gak suka bilang. Gitu aja kok ribet. Highest rank: #1-bona Eunwoo Mina ------------- 2021
