Hampir tiga jam Mina menunggu di ruang tunggu. Menunggu Eunwoo di interogasi sama mamanya dan juga Chaeyeon. Ternyata gadis itu teman masa kecil si kembar. Kakak kelas yang selalu menanyakan apakah dia dan Eunwoo berpacaran serta penolakan Eunwoo yang mampu membuatnya kecewa. Hingga pada akhirnya Mina mengetahui satu hal bahwa semua ini cuma sandiwara. Sosok Eunwoo yang dikenal banyak orang adalah Dongmin. Dan dengan gampangnya mereka percaya jika Eunwoo dan Dongmin adalah orang yang sama. Mereka gak pernah curiga dan akrab dengan panggilan Eunwoo.
Mina mendengus sinis, dia menyanjung kemampuan Eunwoo memanipulasi semua orang tentang identitasnya. Dia pandai meniru kembarannya sendiri sampai tidak ada yang curiga. Untungnya mereka sama sama suka basket. Haruskah cowok itu bersyukur atau malah menderita karena harus pura pura jadi Dongmin disaat teman seusianya sibuk mencari jati diri masing-masing.
Mina kembali melihat jam di pergelangan tangannya. Ia berdecak lidah lantaran Eunwoo belum keluar.
"mereka ngomongin apa sih?" gerutu Mina kesal.
Terlalu lama duduk di kursi, Mina berdiri dan mondar mandir. Sambil menggigiti kukunya, Mina berandai andai jika Dongmin sadar sepenuhnya dan Eunwoo harus pulang ke luar negeri. Dan keadaan memaksa Mina harus menerima Dongmin sebagai kekasihnya.
"gak bisa. Kan gue sukanya sama Eunwoo, bukan Dongmin." kata Mina bermonolog.
"lagian gue gak kenal sama Dongmin, mau wajahnya mirip kek, kembar kek, gue bodo amat. Bagi gue Eunwoo ya Eunwoo, kulkas kesayangan gue," imbuhnya.
Gadis itu menggelengkan kepalanya. Mengusir perandaian yang dia buat barusan, namun dia juga menginginkan kesadaran Dongmin agar Eunwoo bisa bebas dari sandiwaranya.
"bi,"
Sedetik, Mina langsung menoleh dan menghampiri cowok itu. Ia mengamit lengan Eunwoo dan menatapnya penuh kekhawatiran. Mina tidak memedulikan tatapan Chaeyeon yang mengintimidasi atau pun sosok wanita di samping Chaeyeon.
"lo gak diapa-apain kan sama mereka?" tanya Mina berbisik sembari sesekali melirik dua orang di sana.
"gak kok,"
Mina memicingkan matanya curiga, "lo boong kan?"
"kalo gue bohong gue rela digigit semut,"
Otomatis Mina mencubit perut cowok itu, "ish!"
Eunwoo terkekeh pelan, "gue anter pulang, tapi mama mau bicara empat mata sama lo,"
Mina sontak melirik mamanya Eunwoo. Sebenarnya Mina enggan, mengingat perlakuan tidak adil yang Eunwoo dapatkan dari mereka. Namun wanita itu tetaplah ibunya Eunwoo, orang yang mengandung dan melahirkan cowok itu.
"boleh kan Mina?" celetuk mamanya Eunwoo.
Mina balas tersenyum, "boleh tan,"
"gue tunggu sini," kata Eunwoo yang diangguki oleh Mina.
---
Sepeninggal mama dan Mina, tinggallah Eunwoo sendirian dengan Chaeyeon. Mereka diem dieman. Tidak ada yang membuka mulutnya, membuat suara atau pun membuat gaduh.
Dua orang berbeda jenis kelamin itu anteng di tempat masing-masing. Sampai suatu ketika Eunwoo berinisiatif memberikan Chaeyeon permen sugus yang ada di kantong jaketnya. Gadis itu penyuka permen sugus pink. Karena enak dan empuk buat dikunyah.
"gue tau lo suka sama Dongmin. Gak usah pura pura lagi di depan gue," katanya.
Chaeyeon tersedak, dengan cepat Eunwoo menepuk punggung temannya itu. "makanya pelan pelan,"
KAMU SEDANG MEMBACA
Cheer Up!
FanfictionKalo gak suka bilang. Gitu aja kok ribet. Highest rank: #1-bona Eunwoo Mina ------------- 2021
