"Tepati janjimu ya Phi untuk selalu menjagaku dan Moon. Aku juga akan berjanji selalu bersamamu sampai maut memisahkan kita" Tangannya membelai kening Gulf lembut agar tidak mengganggu tidurnya. Tak lama, Mew beranjak duduk dan mengecheck ponselnya.
"Joss? Tumben minta ketemu di kos" Mew pun membalas pesan dari Joss dan segera mandi lalu bersiap-siap kemudian memakai kembali baju nya yang kemarin.
Setelah Mew bersiap pun, Gulf masih terlelap didalam tidurnya. Mew mengecup kening Gulf lalu menulis pesan di sebuah kertas dan ditempelkannya di laci sebelah ranjang Gulf.
Tak lupa, Mew menuju ke kamar Moon.
Moon yang sudah bangun langsung memeluk Mew erat. "Moon sayang, Papa mau ke kos dulu buat ambil baju-baju kita. Moon tetap disini ya, sayang. Papa akan segera kembali" Mengecup pipi tembem anaknya.
"Jangan lama-lama ya, Pa. Moon tidak mau lama-lama sama Om-Om menyebalkan itu" Memonyongkan bibirnya.
"Hahaha, kalau kamu tau Om-Om yang kamu maksud itu sebenarnya siapa, kamu pasti akan terkejut" Tertawa sambil mengelus rambut Moon.
"Maksud Papa?" Menaikkan sebelah alisnya.
"Papa akan kasih tau nanti sebagai kejutan. Dah Papa pergi sekarang biar Papa juga cepat kembali kesini. Jangan nakal ya, sayang" Mencium gemas pipi anaknya.
CUP
"Hati-hati, Pa" Mencium pipi sang Papa.
Mew pun berlalu keluar dari apartemen Gulf dan menuju kos.
Sesampainya di kos, Mew melihat Joss dari kejauhan sudah berdiri di depan kamarnya dengan ekspresi tidak enak dilihat, membuat Mew menjadi sedikit takut mendekatinya.
"J-Joss? T-Tumben datang. A-Ada apa?" Tanpa sadar Mew jadi gugup.
Tiba-tiba Joss menghampiri & mencengkram lengan Mew kuat, "Kau darimana saja, Mew?" Menatap Mew tajam.
"A-Ada apa dengan-mu, Joss? Jangan di cengkram. Sakit" Mencoba melepas cengkraman Joss.
"Kau dari tempat si brengsek Gulf itu kan, Mew? Kau sudah lupa siapa salah satu orang yang membuatmu trauma, huh? Dan kenapa kau mau didekati olehnya lagi? Apa kau orang yang semudah itu bisa didekati dan dinikmati oleh siapa saja, hah?"
.
PPPLLAAAKKKK
.
Menampar Joss kuat karena merasa direndahkan olehnya, "APA MAKSUDMU TIBA-TIBA MERENDAHKAN KU SEPERTI ITU, JOSS WAYAR?" Menatap tajam dengan segenap rasa sakit di dada.
"Terserah mau aku dekat dengan siapapun. Lalu kenapa kalau Gulf mendekatiku lagi? Dan kenapa kalau dia adalah salah satu orang yang membuatku trauma? Itu semua urusanku, Joss! Kau sama sekali tidak berhak untuk ikut campur dalam urusanku. Dan sekarang kau pergi dari sini!" Mew masih tidak mengerti mengapa sikap Joss menjadi sangat menyebalkan.
"Itu urusanku juga, Mew. Aku tidak suka Gulf mendekatimu lagi. Dan kenapa kau masih memilih dia lagi setelah dia menyakitimu berkali-kali? Apa kau tidak lihat jika hanya aku yang selalu ada di sisimu. Tapi kenapa hatimu tak pernah kau buka padaku, Mew? KENAPA?! KATAKAN ALASANNYA KAU TAK PERNAH MAU MENERIMA CINTAKU, MEW SUPPASIT!! APA YANG KULAKUKAN SELAMA INI MASIH KURANG UNTUKMU?" Menambah cengkraman tangannya di lengan Mew.
"ALASANKU ADALAH AKU HANYA MENGANGGAPMU SEBAGAI SAHABATKU SAJA, JOSS! TIDAK LEBIH!! TOLONG MENGERTILAH DAN LEPASKAN CENGKRAMANMU INI, SAKIT"
"MAAF, AKU TAK AKAN PERNAH BISA MENERIMA ALASAN SEPERTI ITU, MEW. KALAU KAU TAK BISA MENJADI MILIKKU, MAKA GULF JUGA TAK AKAN BISA MEMILIKI MU"
"APA YANG K-----MMMPPPHHHH??!!" Menggeleng-gelengkan kepala, memberontak saat Joss membekapnya dengan kain yang sudah dituang obat bius hingga tak lama kemudian, Mew tidak sadarkan diri. Segera Joss menggendongnya ala bridal menuju mobil dan berlalu dengan cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Bitter Root || GULFMEW {END}
Fanfic🔞 AREA ♦ BXB ♦ MPREG ♦ 21+ Mature Content ⚠️ BANYAK ADEGAN KEKERASAN & SEX! . . . Mew Suppasit Jongcheveevat. Anak angkat dari Drake. Drake sangat terobsesi dengan anak angkatnya sendiri. Bagaimana nasib Mew selanjutnya? Akankah dia bahagia?
