Mendengar itu, seluruh bulu tubuh Mew seketika merinding.
Ketakutan Mew semakin menjadi - jadi.
Bayang - bayang bagaimana Earth & Gulf yang telah melecehkan nya, terlintas begitu jelas di benak Mew.
Mew berusaha sekuat tenaga melepaskan diri dari kungkungan Drake dengan terus mendorong-dorong bahu Drake. Namun, dengan cepat Drake menyatukan kedua tangan Mew dan mengikatnya jadi satu dibelakang tubuh Mew dengan dasi yang sudah Drake lepas entah sejak kapan.
"Dad!!! Aku anakmu, Dad!!! Tolong jangan seperti ini!! Dad, saaadaaarrlahhh!" Terus memberontak di dalam kukungan tubuh Drake.
"Mew, Daddy sudah membesarkan mu dengan sangaaaaaat baik. Daddy hanya ingin kau jadi anak yang penurut untuk sekarang. Sesulit itu?" Tangan kiri Drake mengusap halus pipi Mew, sedangkan tangan kanannya mulai membuka kancing kemeja Mew satu persatu.
"Mew akan menjadi anak Daddy yang penurut, tapi tidak untuk yang seperti ini---hikssss---Daddd!!!!" Drake tidak merespon & malah turun untuk membuka resleting celana Mew.
"MEW MOHONNNN BERHENTIIIII, DAAAADDDDDDD" Bentak Mew di depan wajah Drake kemudian-----
.
PPPPPPLLLAAAAAAAAAKKKKKKKK
PRAAAANNGGGGGG
.
Karena terlalu emosi ketika Mew membentaknya, Drake langsung menampar kuat sisi pipi Mew hingga tubuh nya langsung tersungkur ke samping. Secara tidak sengaja, kepala Mew mengenai sudut meja kerja Drake yang sangat tajam dengan cukup kuat.
Seketika Mew tak sadarkan diri, di ikuti darah dari kepala yang mengalir cukup deras sampai mampu menutupi warna keramik lantai.
Melihat itu, Drake segera beranjak dari duduknya.
"MEREPOTKAN!" Mengusap wajahnya kasar.
.
BBRAAAAAAKKKKKKKK
.
Seketika pintu ruang kerja Drake didobrak paksa oleh Gulf yang ditangannya sudah memegang sebuah pistol & tubuhnya yang berlumuran darah serta terdapat sedikit luka di wajahnya, hasil perbuatan gilanya menyerang anak buah Drake.
"BERHENTI DISANA!!"
.
Dorrrr
Dorrrr
Dorrrr
.
Tiga buah peluru berhasil menembus paha, lengan tangan, & dada Drake. Tubuh Drake ambruk & terbaring di sebelah tubuh Mew.
"K-K-Kaauuuu?!! Kenapa k-kau bisa dis-ini, B-B-BRENGSEEK!" Ucapnya terputus - putus dengan sisa kekuatanya. Setelahnya, Drake tak sadarkan diri.
"MEWWWWWWWWW!! BERTAHANLAH!!" Menghampiri tubuh Mew yang bersimbah darah. Melepas ikatan pada kedua tangan lalu menggendongnya ala bridal menuju mobil, meninggalkan tubuh Drake begitu saja.
Gulf melajukan mobilnya dengan sangat cepat menuju rumah sakit.
Sesampainya dirumah sakit, Gulf segera menggendong tubuh Mew dari dalam mobil, dihampiri oleh suster & dokter yang berjaga. Menaruh Mew di brankar dan ikut berlari membawanya masuk ke ruang operasi.
"Maaf, Tuan silahkan tunggu diluar"
"Tolong lakukan yang terbaik, Dokk!!!" Dan hanya dibalas anggukkan dari dokter.
"Mari Tuan, saya bantu bersihkan luka Tuan" Ucap salah satu perawat.
"Tidak perlu! Saya bisa urus sendiri"
KAMU SEDANG MEMBACA
My Bitter Root || GULFMEW {END}
Fiksi Penggemar🔞 AREA ♦ BXB ♦ MPREG ♦ 21+ Mature Content ⚠️ BANYAK ADEGAN KEKERASAN & SEX! . . . Mew Suppasit Jongcheveevat. Anak angkat dari Drake. Drake sangat terobsesi dengan anak angkatnya sendiri. Bagaimana nasib Mew selanjutnya? Akankah dia bahagia?
