27. MARTABAK SPECIAL

1.5K 118 24
                                        

⛓️halo REVANO up lagi nih! sebelum lanjut baca alangkah baiknya klik bintangnya dulu ya! aku tau kalian pasti tau cara menghargai karya orang lain, THANKS!❤

⚠️WARNING!
chap kali ini tidak cocok untuk jomblo karena, dapat menimbulkan efek jiwa-jiwa jomblo pembaca meronta-ronta 📍

HAPPY READING❤

-o0o-

Di perjalanan, sambil berkendara dari jauh Indra menyipitkan matanya, ia melihat sebuah gerobak yang lumayan besar dan ramai dengan tulisan 'Martabak Manis'. Indra tersenyum tipis dan ia mempunyai niat untuk membeli martabak itu untuk Keyla. Tanpa berpikir panjang ia memarkirkan mobilnya tak jauh dari gerobak itu. Tak lama Indra membuka pintu mobilnya dan turun.

Ia berjalan dengan santainya menuju gerobak itu dan membuang nafasnya gusar karena, tempat itu semakin ramai dan tidak ada ruang untuknya. Ia sangat malas jika harus menunggu.

Indra mengerutkan dahinya. "Hah? Tadi ngga seramai ini pas gue belum turun dari mobil, sekarang malah kek pasar antri bener." ucapnya tak menyangka, "Rata-rata yang beli prempuan lagi, ck!" ia berdecak sebal sambil sesekali menatap ponselnya yang sedari tadi ia genggam. 

Indra adalah tipikal seseorang yang tidak suka keramaian. Apalagi kalau rata-rata perempuan ia sangat malas dengan kehebohan dan kecentilan perempuan yang pernah genit kepada dirinya. Eits! Meskipun Indra tidak suka keramaian. Tetapi, ia tetap suka kebersamaan.

"Huft! Mau gimana lagi kan? Gue udah terlanjur turun masa mau balik lagi." ucapnya malas dan berpasrah.

Akhirnya dengan terpaksa ia berjalan kembali dan mendekati gerobak martabak itu. Baru saja ia berdiri di belakang salah satu pembeli perempuan berambut panjang, ia sudah di sapa oleh beberapa perempuan di sana termasuk perempuan di depannya ini.

Perempuan yang di depan Indra berbalik badan. "Mas ganteng mau beli apa?" tanya perempuan di depannya ini sambil tersenyum.

Saat di tanya seperti itu, Indra membalas dengan senyuman getir karena, yang baru saja menyapanya adalah perempuan yang sudah berumur, mungkin sekitar 35-40?

Karena, Indra tak menjawab pertanyaan dari perempuan itu, akhirnya perempuan itu bertanya lagi.

"Ih gausah malu-malu kalo sama aku." ucap perempuan itu lagi sambil nyengir kuda.

Lagi-lagi Indra hanya bisa tersenyum getir dan menjawab dengan terpaksa.

"Emm—mau beli martabak." jawabnya dengan nada datar.

Perempuan itu melirik Indra dari atas sampai bawah, membuat Indra risih.

"Mas ganteng kok beli martabaknya di sini sih? Sama aku aja yuuk beli di hotel." ucap perempuan itu sambil mengangkat tangannya dan di letakkan di kedua bahu Indra. Indra yang diperlakukan seperti itu langsung menjauhkan tubuh perempuan berumur itu, agar menjauh.

Perempuan itu malah tersenyum smirk ke arah Indra.

"Tuhkan di sini aja kasar, apalagi di kasur." perempuan itu mencoba mendekat lagi.

Indra yang mendengar itu melototkan matanya, dan langsung berlari menuju mobilnya, ia tak menyangka kejadian itu terjadi lagi, seperti dulu. Ia benar-benar trauma sekarang!

Saat di depan pintu mobilnya, ia langsung membuka pintu itu seraya masuk dan kembali menutupnya dengan kasar. Di dalam mobil ia sampai ngos-ngosan. Sesekali ia menengok ke arah belakang dan ternyata perempuan itu masih mengejarnya dengan berlari pelan. Tanpa ba-bi-bu ia memasang sabuk pengaman dan langsung menancapkan gas dengan kecepatan di atas rata-rata.

REVANO Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang