"Lepasin! Aku mau pulang!" seru Keyla mencoba melepaskan tangan Sean yang memeluk lehernya.
"Udah malem, nginep aja," ucap Sean tanpa berniat melepaskan ataupun menyingkirkan tangannya itu.
"Sean! Ih tangan kamu berat!"
"Sean! Lepasin gak! Nanti aku gigit nih!"
"Ya udah gigit aja!" seru Sean menantang dengan suara serak nya.
Keyla tidak berani jika harus benar-benar menggigit lengan Sean yang berada di hadapannya itu, tapi jika dia tidak melakukannya maka dia akan tetap berbaring bersama pria itu!
"Kak Sean," panggil Keyla ragu-ragu.
Sean yang sedari tadi menutup matanya, kini menatap sendu wajah samping Keyla.
"Aku mau pulang, aku takut bunda khawatir," ujar Keyla.
Sean melemaskan tangannya, membuat Keyla sedikit lega. "Coba ngomong lagi," perintah Sean.
"A-,"
"Bukan itu!" seru Sean.
Keyla memalingkan wajahnya, menatap Sean bingung. Jarak diantara hanya 5cm, Keyla cukup terpaku memandang wajah tenang Sean dikala itu hingga senyuman Sean membuatnya tersipu. "Terus, aku harus ngomong apa?" tanya Keyla.
"Panggil gue pake 'kak', kayak tadi," ucap Sean.
"Kak Sean?"
Sean melepaskan tangannya dan Keyla langsung menyambar ransel serta almamaternya dan bergegas keluar dari apartemen itu. Saat tiba di depan pintu lift, Keyla mengecek ponselnya dan ternyata sekarang sudah pukul 7 malam. Suasana lorong ini sangat sepi meskipun ini bangunan elit.
Bel pintu apartemen Sean berbunyi, Sean membuka pintunya menatap datar pada Keyla yang membuat bel pintunya berbunyi itu.
"Ini udah malam, aku takut. Bisa minta tolong?" ujar Keyla sambil memainkan kuku jarinya dan menggigit bibir bawahnya, itulah kebiasaannya saat gugup menyerang dirinya.
Sean tersenyum lalu berjalan menuju ruang ganti meninggalkan Keyla yang masih bingung dengan sikapnya itu. Sean keluar dengan baju hitam, celana jeans serta jaket hitamnya.
"Nggak mau pulang?" tanya Sean.
Sean berjalan terlebih dahulu dengan Keyla yang mengikutinya dari belakang. Saat di lift, Keyla diam-diam mengambil foto Sean dari belakang. Ia simpan sebagai koleksi.
Sean mengantar Keyla menggunakan mobil sport hitam sampai depan gerbang rumahnya. Keyla turun dan mengucapkan terimakasih.
Saat masuk kedalam rumah, Keyla langsung memeluk bundanya yang tengah menyiapkan makan malam.
"Kok telat?" tanya Rinda pada Keyla yang masih bergelut manja di pelukannya itu.
"Keyla ketiduran, jadi baru pulang," jelas Keyla.
Rinda melihat lewat jendela, mobil Sean masih terparkir di depan rumahnya membuat Rinda berjalan menghampirinya.
"Bunda mau kemana?" tanya Keyla pada Rinda yang sudah memegang pegangan pintu.
"Mau nyamperin yang udah nganterin kamu."
"Nggak usah, ini udah malem. Dia juga udah mau pulang kok!" seru Keyla menahan Rinda.
Rinda tersenyum sambil geleng-geleng kepala dan tetap menghampiri Sean yang masih didalam mobil itu. Keyla hanya bisa memutar bola matanya malas melihat bundanya yang terlalu baik, ia bergegas pergi ke kamarnya untuk membersikan tubuhnya yang sudah sangat tidak nyaman itu.
Rinda mengetuk kaca mobil Sean, membuat Sean menurunkan kaca mobilnya. Pandangan mereka bertemu, seakan mereka sudah saling mengenal.
"Sean Maravilloso?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Sky (On Going)
RomanceNggak follow nggak papa asal vote sama komen jalan, ya ???? Suka lanjut, kalo nggak suka lanjutin aja???? canda ... boleh pindah lapak kok???? Our Sky Diatas langit masih ada langit dan dibawah langit masih ada langit juga! Itu artinya kita di teng...
