Sean berjalan lurus ke tempat duduk Keyla. Sean menarik kursi disamping Keyla hingga membuat mereka saling berdekatan.
"Gue mau denger langsung penolakan yang tegas dari mulut, Lo," ucap Sean menatap serius pada Keyla.
"Penolakan apa?"
"Penolakan kalo Lo benar-benar nggak mau jadi pacar gue. Penolakan kalo Lo punya perasaan sama gue."
"Kenapa? Kamu nyerah?" tanya Keyla tersenyum kecil.
"Gue gak bakalan nyerah. Gue cuma mau mastiin aja, kalo Lo emang nggak ada rasa sama gue, gue gak bakalan gangguin Lo lagi."
"Oke. Sean maaf aku nggak mau jadi pacar kamu," ujar Keyla dengan wajah kalem nya.
Sean menatap dingin Keyla, "oke. Jumat malam gue mau dinner."
Keyla menatap heran.
"Bokap mau jodohin gue sama anak temennya," jelas Sean.
Seketika tangan Keyla terasa lemas, hampir saja menjatuhkan gelas yang dipegangnya itu, jika tidak cepat-cepat ia tahan dengan tangan satunya.
Sean melihat itu, tapi tatapannya tak berubah masih dingin.
"Kalo kamu mau dinner, ya tinggal dinner aja. Barangkali nanti anak temen ayah kamu cantik dan kalian bisa cocok," ujar Keyla tersenyum bagaikan terpaksa.
"Lo serius?" tanya Sean memicingkan matanya.
Keyla mengangguk tersenyum, Sean berdiri ia tidak langsung pergi tapi melihat gadis dihadapannya yang kini tertunduk tak mendongak menata dirinya.
"Oke." Sean pergi dengan perasaan kesal meninggalkan Keyla yang kini tengah menggigit bibir bawahnya sambil tersenyum perih.
Mita baru turun dari ojek online nya dan berjalan menuju cafe, di pintu masuk ia berpapasan dengan Sean. Mita menyapanya namun diabaikan, membuat Mita keheranan.
"Tadi gue liat Sean keluar, abis ngobrol sama-" Mita yang hendak duduk dihadapan Keyla, tak melanjutkan perkataannya ketika melihat sahabatnya itu tertunduk dengan air mata yang sudah keluar.
"Mita," panggilnya parau.
Keyla mengulum bibirnya, berusaha menahan suara tangisnya agar tidak pecah. Mita duduk disampingnya menatap khawatir gadis berambut lurus dengan poni dihadapannya itu.
"Sekarang apa yang harus aku lakuin?" tanya Keyla.
Mita memeluknya,"kenapa, key? Lo abis ngobrolin apa sama Sean?"
Keyla hanya bisa menangis tanpa suara, air mata seakan tak henti jika dia angkat berbicara. Mita mencoba untuk menenangkannya, mengelus punggungnya tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
Pengunjung kafe mulai ramai, posisi mereka masih sama seperti sepuluh menit terakhir. Keyla melepaskan pelukannya dan menyeka air matanya, senggukan masih bisa lolos dari mulutnya.
"Lo udah bisa cerita?" tanya Mita memberikan tissue yang ada.
Keyla menarik nafas dalam-dalam mencoba menenangkan diri.
"Sean."
"Iya, kenapa sama Sean?"
"Sean, dia nggak bakalan temuin aku lagi. Dia bilang, dia nggak bakalan ganggu aku lagi," jelas Keyla yang masih di selang dengan senggukan nya.
"Maksudnya, Sean udah gak mau Lo jadi pacarnya lagi?"
Keyla mengangguk, "dia tadi bilang kalo dia mau dijodohin sama ayahnya."
"Terus Lo gak ngelakuin apapun?"
"Aku harus gimana? A-aku gak, gak tau aku harus gimana, Mita."
"Ya, Lo tinggal bilang kalo Lo mau jadi pacarnya,"jelas Mita antusias.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Sky (On Going)
RomanceNggak follow nggak papa asal vote sama komen jalan, ya ???? Suka lanjut, kalo nggak suka lanjutin aja???? canda ... boleh pindah lapak kok???? Our Sky Diatas langit masih ada langit dan dibawah langit masih ada langit juga! Itu artinya kita di teng...
