"Gue bilang jangan nangis," ujar Sean yang kini sudah berdiri dibelakang Keyla sambil menunduk.
"Lo mau pergi kemana? Lo mau ninggalin gue?" tanya Sean dingin dan terdengar sedih.
Keyla berbalik, menatap Sean yang kini masih menunduk, "Kamu kenapa?" tanya Keyla mengusap lembut pipi Sean .
"Gue gak maksud buat bohongin, lu. Gue gak suka kalo lu harus kerja sampingan di kafe, nyanyi di kafe dengan penonton yang mayoritas laki. Gue gak peduli mau pake cara apapun buat bisa deket sama, lu. Tapi jujur gue sama sekali nggak ada niatan buat bohongin lu, kalo lu tanya apapun pasti gue jawab. Gue minta maaf," ujar Sean menatap Keyla.
"Gue suka sama Lo, sejak pertama kali ketemu," lanjutnya sambil mencium telapak tangan Keyla yang masih setia menempel di pipinya itu.
"Lo mau kan jadi pacar gue?"
"Maaf, ak-"
"Perjanjiannya lu harus bilang 'iya' sama semua yang gue tanyain!" potong Sean.
"Aku nggak mau jadi pacar kamu!" seru Keyla melepaskan tangannya dari pipi Sean.
"Kenapa? mau jadi istri aja? Yaudah ayo nikah!"
"Aku masih sekolah!"
"Sekarang kan udah pulang," ujar Sean.
Keyla menatapnya jengah, ia memilih untuk kembali membelakangi Sean, "pintunya kamu kunci?"
"Iya, biar Lo gak bisa kabur,"
"Ini namanya penculikan," ujar Keyla.
"Yaudah sih, tinggal jawab 'iya' aja kenapa susah amat sih!" seru Sean.
"Aku gak mau jadi pacar kamu. Kamu itu banyak musuhnya, aku takut terjadi sesuatu yang gak diinginkan."
Sean melingkarkan lengannya memeluk Keyla dari belakang dan menyimpan dagu nya di pundak kiri Keyla.
"Lo tenang aja, selama gue masih hidup, gak bakalan ada yang bisa nyakitin, Lo," ujar Sean.
Sean menyelipkan rambut Keyla kebelakang telinga dan membenamkan wajahnya di lekukan leher mulus gadis yang kini terlihat tegang.
"nafas kek! Mau mati muda, Lo!" seru Sean mengecup leher Keyla dan melepaskan pelukannya dan memutar tubuh Keyla agar berhadapan dengan dirinya.
"Gimana? Mau gak jadi pacar gue?"
" ... "
"Siapapun yang berani nyakitin Keyla Elleonore Zeca akan berurusan dengan Sean Maravilloso. Hukuman teringan koma di rumah sakit dan yang terberat adalah kematian."
"Lo gak usah khawatir, gue janji bakal jagain Lo. Meskipun nyawa gue taruhannya," ujar Sean menatap Keyla tenang.
"Aku mau pulang! Buka pintunya," ujar Keyla tak berani menatap Sean.
"Iya, nanti gue anterin. Jawab dulu! Lo mau bikin gue ngomong seribu kali apa?" ujar Sean kesal.
"Ih, kasih waktu dulu buat mikir,"
"Yaelah! Pake mikir segala, udah sih tinggal bilang iya aja, kenapa sih. Ribet dasar!"
Sean meraih knop pintu dan menariknya, membuat Keyla terdorong maju kearahnya.
"Gak papa di ghosting juga, asal Lo nggak macem-macem aja," ujar Sean menampilkan smirk nya lalu mengecup bibir Keyla sekilas.
Lagi-lagi Keyla menampar Sean tapi tidak sekeras tadi, Keyla yang merasa malu dan kesal segera berlari keluar dan menuju lift, menekan-nekan tombol lift gugup.
Plak!
Sean memukul pelan lengan Keyla yang terus-menerus menekan tombol itu,"yang ada rusak ni lift!" serunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Sky (On Going)
RomanceNggak follow nggak papa asal vote sama komen jalan, ya ???? Suka lanjut, kalo nggak suka lanjutin aja???? canda ... boleh pindah lapak kok???? Our Sky Diatas langit masih ada langit dan dibawah langit masih ada langit juga! Itu artinya kita di teng...
