Tong hilap
Vote
Komentar
Sean menanjab gas motornya meninggalkan sahabatnya dan mulai mencari keberadaan Keyla. Saat di lampu merah, Sean melihat Keyla yang tengah dibonceng oleh Reza di motor matic biru.
Saat lampu hijau menyala, Sean segera menyusul motor matic itu. Jalanan lumayan sepi, Sean menghadang motor matic itu dengan motor besar hitam miliknya.
Hingga sang pengendara matic meng rem secara spontan. Untung cakram kalo kagak dah mentok.
Sean turun dan melepaskan helm nya berjalan menuju Keyla dan menggenggam erat pergelangan tangannya.
"Turun!" seru Sean tegas dengan suara beratnya itu.
"Sakit," pekik Keyla memukul-mukul tangan Sean yang menggenggam tangannya terlalu erat.
"Gue bilang turun! Ya turun!!"
"Bisa lembut dikit, gak? Dia perempuan!" seru Reza mencengkeram erat tangan Sean.
Sean menatap tajam pada pada Reza dengan smirk evil-nya, begitupun Reza yang sudah membalas tatapan sengitnya itu.
"Bukan urusan Lo!" serga Sean.
"Keyla gue yang anter, jelas sekarang Keyla jadi tanggung jawab gue," ujar Reza masih kalem.
"Lo mau pulang bareng gue atau bareng OSIS ini?" tanya Sean pada Keyla.
Sean berkata seperti itu seolah memberikan pilihan pada Keyla tapi tatapan dan penekanan di setiap katanya, menunjukkan bahwa itu bukan sebuah pilihan.
"Reza, makasih ya. Aku pulang sama Sean aja," ucap Keyla tersenyum kikuk.
"Yakin?" tanya Reza memastikan.
"Dia udah bilang mau pulang sama gue! Udah lepasin tangan Lo, gue kagak doyan sama batang!" seru Sean.
Reza melepaskan tangannya dan mengelapnya ke jaket miliknya, Keyla hanya bisa bengong mendengar perkataan Sean barusan. Apa maksudnya dia nggak suka batang?
Keyla ditarik oleh Sean menuju motornya,saat disuruh untuk naik Keyla lumayan kebingungan. Ini bukan pertama kalinya dia dibonceng oleh Sean, saat selesai mengajar pun kadang Sean mengantar dirinya dengan motornya.
Tapi masalahnya, hari ini ia tidak memakai celana panjang dan rok sekolahnya pendek jadi ...
"Kenapa? Kagak jadi ikut gue!?"
"Bukan gitu! Nge gas mulu kayak cewek lagi PMS aja!"
"Ya terus kenapa?"
Sean yang sudah naik dibuat turun lagi oleh Keyla, sementara Reza sudah pergi setelah Keyla memberikan helm miliknya yang dipakai Keyla.
Sean menelan ludahnya kasar melihat Keyla yang menggigit bibir bawahnya dan memainkan jari-jarinya.
Sean memotong jarak kecil diantara mereka, menarik dagu Keyla sehingga netra mereka saling bertemu.
"Jangan terus digigit nanti berdarah," ujar Sean mengusap bibir Keyla lembut.
Sean semakin mendekatkan wajahnya membuat Keyla menutup matanya rapat-rapat. Kini detak jantungnya berpacu dengan cepat, mungkin kini wajahnya sudah sangat merah.
Sean mengarahkan kedua tangannya ke pinggang Keyla dan mengikatkan jaket miliknya guna menutupi bagian bawah Keyla, hingga dibawah lutut.
Keyla tersadar saat ikatan sengaja dipererat oleh Sean, yang kini sudah menatapnya dengan senyum jahilnya. Sean menaiki motornya dan Keyla duduk diboncengan dengan perasaan kesal dan malu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Sky (On Going)
RomanceNggak follow nggak papa asal vote sama komen jalan, ya ???? Suka lanjut, kalo nggak suka lanjutin aja???? canda ... boleh pindah lapak kok???? Our Sky Diatas langit masih ada langit dan dibawah langit masih ada langit juga! Itu artinya kita di teng...
