Sean terlihat shock mendapat ciuman tiba-tiba itu dan Keyla malah tertawa melihat ekspresi itu hingga akhirnya mereka tertawa bersama.
Tawa Keyla terhenti saat Sean kembali mendekatkan wajahnya, membuat Keyla menarik kursinya untuk agak kebelakang. Sean hendak mencium bibirnya namun dengan gesit Keyla menutup mulut, hingga yang dicium Sean adalah telapak tangan bukan bibirnya.
Sean hanya tersenyum tipis dan kembali duduk di kursinya.
"Aku mau pulang!" seru Keyla tak melepaskan tangannya dari mulutnya.
"Nginep aja,"
"Nginep dimana?" tanya Keyla menoleh pada Sean.
"Di apartemen gue, masa di jembatan!" seru Sean
Saat mobil agak melaju, ponsel Keyla berdering. Panggilan dari nomor baru.
"Halo?"
"Key, ini Reza. Maaf telpon malam-malam,"
"Oh, Reza. Ada apa, za?"
Keyla tak melihat kini Sean menatapnya tajam, kala nama Reza disebut.
"Surat penerimaan dari kampus untuk kamu, gak sengaja kebawa sama aku,"
"Yaudah gakpapa, besok aja aku ambil di sekolah,"
"Eh, aku besok gak ke sekolah. Kalau malam ini kita ketemu gimana?"
Keyla melirik Sean sebentar, tatapannya masih sama tajam dan kini sebelah alisnya terangkat.
"Oke, ketemuan dimana?"
"Di taman DayDream aja, pertengahan."
"Oke."
Keyla menutup telponnya dan menyimpan nomor Reza, Sean langsung merebut ponselnya itu.
"Gak usah disimpen! Gak guna!" seru Sean memblokir nomor Reza dan menyimpan ponsel Keyla disaku jas nya.
"Itu ponsel aku, kalo kamu lupa!" Seru Keyla.
Sean tak memperdulikannya dan melajukan mobilnya.
"Ke taman DayDream, dulu,"
"Mau ngapain?"
"Ketemu Reza."
"Gak! Langsung pulang aja!"
"Yaudah, turunin aku disini, aku mau naik taksi aja."
"Gak!"
"Sean!" seru Keyla meninggikan suaranya hingga membuat Sean menghentikan mobilnya.
"Lo berani teriak sama gue?"
Keyla menelan saliva nya, kini wajah Sean sungguh menakutkan bagi dirinya.
"Ha-habis nya kamu nggak mau turutin a-aku, sih," ujar Keyla tertunduk.
"Aku cuma mau ngambil surat penerimaan dari kampus, yang nggak sengaja kebawa sama Reza," lanjut Keyla tanpa berani menatap pria yang duduk disampingnya itu.
'ganteng sih, tapi takut juga. Lama-lama kalo terus ditatap gini bisa mati jantungan aku!' batin Keyla.
"Gue anterin, tapi-"
Ponsel Keyla kembali berdering panggilan masuk dari sang bunda kesayangan.
"Halo, Tan?"
"Keyla udah tidur di apartemen, Sean."
Keyla melotot mendengar perkataan Sean. Keyla hendak mengambil alih ponselnya, tapi Sean menahan tangannya.
Sean menjauhkan ponselnya dan menatap jahil kearah Keyla, "Kalo Lo berani bersuara, gue bakalan lempar hp Lo!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Our Sky (On Going)
Genç KurguNggak follow nggak papa asal vote sama komen jalan, ya ???? Suka lanjut, kalo nggak suka lanjutin aja???? canda ... boleh pindah lapak kok???? Our Sky Diatas langit masih ada langit dan dibawah langit masih ada langit juga! Itu artinya kita di teng...
