Babi bangsat anjing, itu kata kalimat yang sedari tadi gue rapalkan dalam hati. Hari ini gue sial banget sih.
Ya gimana nggak sial dari tadi habis dari taman belakang si Alvaro terus ngkutin gue kaya anak ayam dan sekarang waktu pulang sekolah dan waktunya extra silat malah kita dilatih sama siswa yang udah sabuk hitam karena mas lucas(pelatih silat) berhalangan hadir.
Ya kalau orang lain yang nglatih sih nggak papa lah ini gue dilatih sama Revan. Iyaaa Revan si cowo berhoodie mana sekarang dia hoodinya dilepas rambut berantakan pake baju silat aduuuuhhh ganteng banget.
"Jangan ngelamun" ucap Revan buat lamunan gue buyar.
"Siapa yang ngelamun" balas gue
Bug
Gue tendang samsak yang dipegang sama Revan, gue lampiasin kekesalan gue hari ini.
Gue tengok kesamping tempat nara sama dino si sabuk hitam selain revan mereka ketawa ketiwi anjirlah mana si dino ganteng lagi.
NARAAA TUKERAN PLEASEEEE
"AAKHHHH" teriak gue sambil nendang samsaknya
"Santuy dong la" ucap nara kaget karena gue tiba-tiba teriak nggak nara aja yang kaget sih banyak yang kaget.
"Suara aja yang keras tendangan gak keras" ejek Revan
"Sini lo sparing sama gue" tantang gue ke Revan enak aja tendangannya nggak keras gue udah sabuk hitam kalau didunia gue.
"Untungnya buat gue apa?" tanya Revan
"Untungnya buat lo tuh muka lo bakal gue buat tambah babak belur" balas gue
"Cih nggak butuh" jawab Revan
"Cupu" ejek gue sambil senyum remeh ke Revan dengan tangan disilangkan ke dada gue.
"Kalau gue menang lo pulang bareng gue" ucap Revan. Sama sekali nggak tersinggung sama ucapan gue dia malah tersenyum sama gue.
"Kalau gue menang?" tanya gue sambil naikin alis gue
"Lo boleh minta satu permintaan sama gue" jawab Revan
"Deal" jawab gue
Gue sama revan sekarang udah ada dimatras mau melakukan sparing.
Bug
Bug
Bug
Gue pukul revan tapi sayang dia pinter ngehindar.
"Jangan ngehindar terus dong" ucap gue sambil terus cari celah buat mukul bintang.
"Yakin?" jawab Revan
"Ck bacot lo van" balas gue
Bug
Yesss kena pukul juga kan lo, iya ges tadi gue pukul pipinya.
"Hehe siap-siap kalah" ejek gue
"Hehehe percaya diri sekali nona" ejek balik Revan
Bug
Aduhhh sakit bree gue dibanting donggg
"SATUUUU"
sial, apa yang kalian hitung itu
"DUAAAA"
Bodo amat anjir
"TIGAAA"
Mati
"PEMENANGNYA REVAN ADIYA REGANTARA" Teriak Nara, temen bangsat emang.
Revan ngulurin tangannya buat bantu gue, mau nerima tapi gengsi nggak nerima sayang tangan cogan. Gue terima aja lah lumayan.
"Gue menang" ucap Revan
"Tauuu"
"Pulang bareng"
"Hm"
Ihhh kesel banget njir harga diri gueeee hilang.
'Harga diri gueeeee letttaaaaa'
Gue meringis denger gerutuan tak terima starla
'Sowrrryyy'
'Mati cepet ini lah gue'
'Santuy njir kalau dia bunuh lo gue bunuh balik'
'Mau bunuh gimana lo, lo nya aj nanti udah mati mau bunuh pake badan zombie'
'Y'
Ngeselin anjir starla adalah skala versi cewe sama-sama ngeselin.
Sekarang udah selesai extra silat gue lihat jam tangan dan jarum menunjukkan pukul 16.25. Huft akhirnya pulang juga, gue mulai jalan sampai gerbang sambil nunggu nara sebelum Revan da-
"Mau kemana?"
Teng. Belum juga nih mulut nutup udah ada aja orangnya.
"Mau pulang hehe" jawab gue sambil nunjuk arah jalan
"Oh ayo" balas revan sambil gandeng tangan gue menuju motor sport yang ada diparkiran
"Aduh, sorry nih van bukannya gue nggak mau pulang bareng lo tapi motor lo bukannya gue nyaman sampai rumah malah encok sampai rumah. So gue balik sama nara aja ya bye" ucap gue, balik badan persiapan lari
"Mau kemana hm?" tanya revan sambil narik tas gue
"Lepasin van gue nggak bohong beneran suer, WOI NARA GUE NUMPANG SAMA LO" balas gue diakhiri teriak karna gue baru lihat nara keluar dari lobi sekolah.
"Lo pulang bareng gue, dan lo pulang" ucap Revan nunjuk gue terus nunjuk nara
"Okey Revan tampan, bye starla bukannya gimana ya tapi gue nggak kuat sama wajah tampan nan rupawan milik revan" jawab nara yang sudah melaju dengan motor scoopy nya.
Temen apaan masa kalah sama kegantengan Revan. Mati lo nar matiiiii
"Ayok" ajak Revan sambil narik tangan gue keluar gerbang
"Motor lo gimana?", tanya gue saat gue lihat motor Revan ditinggal di parkiran
"Biarin aja, kita jalan kaki aja" ajak Revan
"WHAT SERIOSLY?!!! Rumah gue jauh njir" tolak gue
"Gue tau jalan pintas, udah deh nggak usah banyak bacot"
"Lo yang bacot" kesal gue
"Cerewet" balas revan
"Apa lo?! Badan gede"
"Pendek"
"Jelek"
"Ganteng"
"Jelek"
"Ganteng"
"JELEKKKK"
"GANTENGGG"
"JELEKKK"
"Jelek"
"Ganteng"
"Makasih"
"Eh" gue tersadar apa yang barusan gue ucap gue lihat ke sebelah gue tepat ke arah revan. Oh shit lihat wajah tengilnya itu dengan senyum meremehkan.
Gue langsung ninggalin dia aja bodo amat anjir gue malu bangetttt, ini kemana lagi belok kanan apa kiri alah bodo amat bismillah kanan.
"Ke kiri la, lo mau ke makam" ucapan revan reflek gue langsung balik badan terus belok kekiri.
"Makannya kalau nggak tau jangan sok" ucap revan sambil gandeng tangan gue.
AAAAA MAMAHHH ANAKMUUU MAU MENINGGOYYY
Vote :)

KAMU SEDANG MEMBACA
Figuran
Fantasy[BUKAN NOVEL TERJEMAHAN] Gue Arletta Bintang Anggrainie hanya seorang pegawai sebuah agensi yang menjabat sebagai perancang busana. Saat asik Scroll ponsel tiba tiba Tuk Wushhh gue langsung ada ditubuh Starletta Alexandria Ryulea Veln seorang figura...