Nara? Dia siapa sebenarnya. Gue bingung Figuran? Karakter kita? Nara dia baca novelnya?atau dia kaya gue yang masuk ke novel?
Banyak pertanyaan yang ada diotak gue tentang Nara.
"Nar-"
"Kenapa gue bener kan La?" tanya Nara
"Maksud lo apasih Nar gue nggak paham" ucap gue
"Hati-hati"
Apaan sih Nara kok nggak nyambung sama pertanyaan yang gue ucapin.
"Ayo kantin gue laper" ucap Nara langsung narik tangan gue kearah kantin
"Gue masih bingung" gue buka percakapan saat perjalanan kekantin.
"Lo tau La nggak selamanya Protagonis itu sempurna" ucap Nara
"Bukannya Protagonis disetting untuk selalu sempurna" jawab gue
"Itu kalau dipanggung tapi saat ctak" Nara menyatukan jari tengah dengan ibu jarinya sampai berbunyi.
"Panggung dimatikan apa Kesempurnaan itu nggak sirna" lanjut Nara
"Lo aneh" ungkap gue setelah beberapa saat mencerna kelakukan serta ucapan Nara.
Nara hanya balas kekehan ringan, gue nggak tau dimana yang lucu.
"Lo lebih aneh, udah tau kita disituasi seperti apa tapi lo pura-pura bego" jawab Nara
"Gue nggak t-"ucapan gue kepotong dengan suara desisan Nara
"Ssstt kita bahas nanti, kita udah sampai kantin" ucap Nara
Dan ya memang benar kita udah sampai kantin. Dan gue lihat ada Chaca yang melambaikan tangannya dimeja pojok sendirian.
Nara narik tangan gue menuju Chaca.
"Lama" Ucao Chaca sambil cemberut
"Sorry, nih si Starla ngaret" ucap Nara membuat gue melotot
"Enak aja" sewot gue
"Udah heh makan aja noh udah gue pesenin" ucap Chaca dan benar didepan sudah ada bakso dan es jeruk.
"Wah makasih" ucap gue
"Thanks" ucap Nara
Ucapan gue sama Nara hanya dibalas anggukan oleh Chaca.
Kantin seketika Ramai karna kedatangan Alvaro dan kedua temannya mereka langsung duduk ditempatnya Vano, Juna, bang kembar, Selatan, dan jangan lupakan Revan dan Varel entah sejak kapan mereka akur.
"Eh itu si Lily ngapain ketempatnya Varo dkk?" tanya gue setelah lihat arah jalan Lily kearah meja MWB ( Most Wanted Boy).
"Nyamperin Varo kali" jawab Nara, gue langsung memicingkan mata gue kearah Nara ya gimana ya hubungan mereka kan di publis di halaman 52 dan ini menurut perkiraan gue masih di halaman 35.
"Lah apa hubungan Lily sama Varo?" tanya Chaca hanya dibalas angkatan bahu oleh Nara.
Bruk
Astaga gue lihat kearah Chaca yang wajahnya sudah merah melihat kearah meja Varo.
Apa alurnya udah balik lagi keawal? Gue coba lihat kearah meja Varo mata gue langsung melotot saat melihat apa yang terjadi disana.
"APA YANG LO LAKUIN BANGSAT" teriak Chaca memenuhi penjuru kantin dia langsung lari kearah meja Varo gue dan Nara langsung ikutin Chaca.
"A-aku ng-nggak sengaja m-ma-aaf" ucap Lily
"Lo ya kemarin numpahin jus ke Revan sekarang lo pegang Pipi Vano Hah?! Mau lo apa bangsat"marah Chaca
"Udah Cha aku juga udah nepis tangannya, dia belum megang pipi aku dan nggak akan pernah oke kamu tenang ya"ucap Vano sambil memeluk Chaca.
"A-aku aku ta-tadi c-cuma mau lap a-aja" sangkal Lily
"Nggak usah jadi pengganggu" ucap Revan
"M-mak-"
"Lo mau apa sebenarnya? Beasiswa lo dicabut?" tanya atau ancaman itu keluar dari Alvaro
"Ng-gak hiks"
"Ingat batasan" ucap bang Asa.
Ini entahlah maksudnya apa? Ini nggak sesuai Alur dari dulu emang nggak sesuai tapi ini udah melencenggg jauh.
"Gue bilang apa Protagonis nggak akan selalu bersifat malaikat" bisik Nara
"Naif" ucap Nara
"Hiks hiks"
"Bisanya nangis, kalau nggak bisa apa-apa selain nangis nggak usah cari masalah" ucapan bang Skala emang pedes
"Mending lo pergi aja, disini nggak ada gunanya" ucapan Ryan sukses membuat Lily langsung pergi dari kantin.
"No mending lo bawa Chaca dulu deh jangan pelukan disini panas nih" celetuk Juna.
"Tau nih, disini banyak yang jomblo" tambah Reno
Gue bersyukur dimeja ini ada Juna dan Reno yang bisa mencairkan suasana.
Vano langsung membawa Chaca yang masih dipelukannya keluar kantin.
"Starla lo mimisan" ucap Varel sontak membuat yang ada dimeja eh nggak semua yang ada dikantin melihat ke gue.
"Eh" ucap gue sepontan tangan gue langsung mengelap hidung gue.
"Kita kerumah sakit sekarang" ucap bang Asa langsung menggandeng tangan gue
"Gue nggak papa bang, ke uks aja" ucap gue
"Nggak usah keras kepala" ucap bang Skala ikut gue dan bang Asa
"Gue ikut" ucap Revan dan Selatan bersamaan
"Nggak usah" secara serempak juga bang kembar
"Gue mau nemenin calon istri gue" ucap Revan
"Gue mau nemenin pacar gue" ucap Selatan.
"Gue lebih nggak mau punya adik ipar bego" ucapan bang Asa membuat mereka berdua terdiam. Bang kembar langsung bawa gue keluar dari kantin.
"Hah kalian kasian banget ya" ucap Nara ke Revan dan Selatan.
"Maksud lo?" tanya Revan sedangkan Selatan hanya diam memandang Nara.
"Kalian akan tahu kalau kalian ditakdirkan tahu" ucap Nara langsung meninggalkan kantin.
Halo
Gimana kabarnya?
Jaga kesehatan jangan telat makan
Pakai masker juga jangan lupa
Mandi juga yang sering 2x sehari minimal
Cuci tangan jangan lupa
Target 400 Vote 40 komen
Kalau mencapai target aku bakalan double up atau up cepet
Spam Next Juga bolehh👉
Tinggalkan jejak
Bye
See u

KAMU SEDANG MEMBACA
Figuran
Fantasi[BUKAN NOVEL TERJEMAHAN] Gue Arletta Bintang Anggrainie hanya seorang pegawai sebuah agensi yang menjabat sebagai perancang busana. Saat asik Scroll ponsel tiba tiba Tuk Wushhh gue langsung ada ditubuh Starletta Alexandria Ryulea Veln seorang figura...