Aku up cepet nih yaa walaupun dichapter sebelumnya Vote belum mencapai target tapi no problem karna komen sudah mencapai target jadi aku maklumi wkwk.
Happy reading~~
******
Wanita paruh baya sedang duduk di samping bankar rumah sakit tangannya menggenggam jari - jari putrinya.
"Mah"
Wanita itu menengok kearah suara disana berdiri putranya yang menatap sendu mamahnya dan seseorang yang tertidur di bankar rumah sakit.
"Kamu sudah pulang? Dimana Skala?" tanya mamah Aska. Mamah dari sikembar dan Starla.
"Skala ada diluar lagi beli makan" jawab Asa. Lalu dia duduk disofa mengambil handphone nya matanya memang melihat kearah layar tapi fikirannya kosong.
Cklek
Pintu terbuka menampilkan wajah yang serupa dengan Asa, masuk sambil menenteng 2 kresek makanan.
"Mamah pulang aja biar Ala sama Asa yang jagain Starla" pinta Skala dibalas gelengan oleh mamah Aska.
"Mamah mau nungguin Starla"
"Mah, mamah pulang dulu nanti kesini lagi sama papah, sambil bawain baju buat Starla sama makanan" bujuk Skala
"Mamah juga belum makan, mamah juga harus jaga kesehatan" lanjut Skala
Akhirnya setelah bujukan Skala mamah mau pulang diantar supir.
"Makan Sa"
"Hm"
"Cepet! Jangan manja buruan makan atau mau gue suapin"
"Ck jijik"
"Ya makannya buruan makan"ucapan Skala hanya dibalas tatapan malas Asa tapi tak urung Asa juga ikut duduk dilantai untuk makan.
Ddrrtt drrrt
"Hp lo getar tuh" celetuk Skala
Asa langsung melihat kearah handphone nya disans tertera nama Selatan, Asa bangkit menuju ke luar untuk menjawab telefon.
"Ck gue ditinggal" gerutu Skala
Dirasa sudah menghabiskan makanannya Skala langsung membuangnya ketempat sampah juga bekas makanan Asa.
"Gue lupa beli minum lagi" gumam Skala
"Ini Asa lama banget" Skala langsung berjalan menuju pintu dan disana ada Asa yang sedang berbicara lewat telefon.
"Woy Asa gue mau beli minum lo jagain Starla ya" ucap Skala. Asa yang merasa namanya dipanggil langsung menoleh kearah Skala
"Gue harus jemput rombongannya Selatan diparkiran"
"Lah suruh tanya resepsionis aja ruangannya dimana, ribet banget" jawab Skala
"Males lihat Resepsionisnya kek jalang" balas Asa
"Terus gimana? Siapa yang jaga Starla gue udah seret nih mau minum"
"Suster" panggil Asa
"Ya ada yang bisa saya bantu"
"Bisa tolong jagain adik saya sebentar"
"Oh bisa"
"Oke thank sus, jagain yang bener" ucap Skala dibalas anggukan sama senyum canggung dari suster
Suster langsung masuk keruang rawat Starla dengan sikembar pergi kearah kantin dan parkiran.
***********
Cklek
Seseorang masuk kearah ruang rawat Starla menggunakan masker hitam dan jaket hitam.
Langkahnya berhenti tepat disamping bankar memandang Starla dengan senyuman miring di bibir pink beroleskan lipstik.
"Takdir lo mati Starla ditangan gue"
"Jangan salahin gue kalau gue jahat sama lo, coba aja lo bukan anaknya Kenan gue gak bakal lakuin ini ke lo"
"Gue udah muak lihat keluarga lo bahagia, tapi gue kebahagiaan gue direnggut ayah lo"
"Kalau bukan karna ayah lo yang sok kaya orang tua gue masih hidup bangsat, lo kan udah penyakitan jadi gue bakal bantuin lo supaya cepat ketemu tuhan"
Gadis itu mengeluarkan suntikan dari kantongnya lalu langsung mensuntikkan kearah infus Starla.
Saat semua cairan disuntikkan sudah habis dia langsung mencabut suntikkan itu.
Senyum miring terpampang jelas diwajahnya lalu memandang suntikkan yang ada ditangannya.
Menatap Starla dengan tatapan datar memasukkan kembali suntikkan itu kedalan saku jaketnya.
"Lo tenang aja gue masih baik sama lo jadi gue buat rasa kematian lo nggak sakit, gue baik kan hahaha tentu saja"
"Jika cairan infus lo habis nafas lo juga bakalan habis Starla tunggu aja, malaikat udah nunggu disamping lo"
"Ck ayah anak yang menyebalkan" gumamnya langsung meninggalkan ruangan Starla.
Saat dia udah diluar ruangan Starla dia berpaspasan dengan rombongan Kembar dan suster yang sudah kembali.
Saat berjalan dia tidak sengaja menyenggol Nara dan mengakibatkan punggungnya membentur dinding yang sedang di cat, tanpa mengucapkan maaf dia langsung pergi begitu saja membuat Nara berdecak kesal.
"Loh suster kok diluar?" tanya Skala
"Iya maaf ya tadi saya dipanggil dokter, karna kalian sudah datang saya masih ada urusan kalau begitu saya permisi"
"Gue mau masuk" ucap Chaca langsung masuk ke ruangan Starla.
Tapi belum ada 5 menit Chaca sudah balik lagi dengan wajah pucat membuat mereka memandang bingung Chaca
"Starla dia kejang-kejang!!!"
Jan lupa vote dan komen
Bye
See u

KAMU SEDANG MEMBACA
Figuran
Fantasy[BUKAN NOVEL TERJEMAHAN] Gue Arletta Bintang Anggrainie hanya seorang pegawai sebuah agensi yang menjabat sebagai perancang busana. Saat asik Scroll ponsel tiba tiba Tuk Wushhh gue langsung ada ditubuh Starletta Alexandria Ryulea Veln seorang figura...