Tak tak tak
Bunyi dari sepatu bergema memenuhi koridor sekolah yang masih sepi, langkah demi langkah dia langkahkan kakinya sampai menuju sebuah ruang kelas yang masih sepi.
Dia lihat sebuah jam tangan yang melingkar manis dipergelangan tangannya.
"Masih jam 06.00" gumamnya
Tak tak tak
Dia mulai melangkahkan kakinya kearah meja kedua dari depan dibarisan tengah, menaruh tasnya lalu melangkah keluar kelas.
Terus melangkah sampai menuju taman belakang mendengarkan lagu lewat headphone yang sedari tadi melingkar dilehernya.
Langkah kakinya membawa dia kearah pohon besar biasa yang dia gunakan untuk mengobrol bersama sahabatnya.
Duduk dibawahnya dan mulai memjamkan matanya. Satu detik dua detik sampai lima menit dia masih memejamkan matanya.
"Mau jadi penunggu lo"
Matanya terbuka dan terlihat siluet orang yang mengganggu waktu damai nya.
"Ganggu" ucapnya pada orang yang mengganggunya
Tanpa menghiraukan protesan gadis itu, orang yang berjenis kelamin laki-laki itu duduk disamping gadis itu.
"Lagian lo pagi-pagi udah disini aja"
"Butuh cermin nggak? Lo juga disini pagi-pagi"
"Dih jutek amat gue jadi makin suka"
Tak ada balasan. Suasana hening
"Lo ngapain pagi-pagi kesini?"tanya gadis itu
"Gue emang biasanya berangkat pagi sih buat tidur, terus gue lihat lo jadi gue susulin deh kesini"
"Kalau lo sendiri?" lanjutnya
"Bosen dirumah, bangun kepagian jadinya langsung kesekolah aja"
"Kita jodoh kali star"
"Dih ogah"
"Hahaha jangan gitu starla sama jodoh masa depan lo"
Starla? Yup itu gue, entah kenapa pagi-pagi diselingin drama itu rasanya seru aja lagian ini dunia novel ngedrama nggak papa kali.
"Jodoh masa depan palo lo benjol Van" jawab gue
Nggak ada jawaban dari laki-laki disamping gue.
"Lo baik-baik aja kan?" tanya gue. Setelah melihat raut wajahnya tidak ada tatapan tengilnya seperti biasa, hanya ada tatapan kosong.
"Kalau gue bilang baik, gue dosa star" jawabnya sambil nengok kearah gue. 3 detik kita tatapan gue putuskan buat langsung hadap kedepan.
"Maksud?" tanya gue
"Kalau gue bilang baik itu bohong, dan bohong kata mamah dosa" jawabnya
"Kenapa? Lo bisa cerita sama gue"
"Papah...."
"Kenapa sama papah lo"
Grep
Tubuh gue membeku, dia -Revan- tiba-tiba meluk gue, gue nggak tau apa-apa jadi gue biarin aja biar dia tenang
"Papah gue mau nikah lagi" ucapnya
Gue diam menunggu dia selesaian kata-katanya. Dengan posisi masih pelukan dengan gue menghadap depan Revan meluk gue dari samping dan kepalanya ditenggelamkan ke bahu gue.
"Mamah gue udah meninggal saat umur gue 9 tahun setelah mamah meninggal papah selalu kerja berangkat pagi sebelum gue bangun dan pulang setelah gue tidur

KAMU SEDANG MEMBACA
Figuran
Fantasy[BUKAN NOVEL TERJEMAHAN] Gue Arletta Bintang Anggrainie hanya seorang pegawai sebuah agensi yang menjabat sebagai perancang busana. Saat asik Scroll ponsel tiba tiba Tuk Wushhh gue langsung ada ditubuh Starletta Alexandria Ryulea Veln seorang figura...