40. Selir Keempat

3.6K 467 10
                                    

Senyumin aja, katanya mau ngajak gue refresing biar nggak setress mikirin penyakit, tapi apa nih ini gue yang lagi refresing apa mereka bertiga sih.

Bertiga? Iya bertiga seseorang yang em ralat dua orang yang menjawab perkataan Leo dia adalah sidugong dan si mata angin.

"Anjir elah ngapa kalian yang main, harusnya Starla yang main gobs" ketus Leo yang ada ditengah² mereka yang sedang main basket

Revan menghentikkan permainannya ya karna permainannya udah selesai.

"Eh iya gue lupa"

"Sini Star ngapa diem terus disitu sini sini samping gue" ucap Revan

"Huh tau gini gue ogah anjir digeret kesini sama lo Rav, elah gue capek" jawab gue

"Ya sorry ini kan karna ada mereka berdua makanya rencana kita have fun gagal" jawab Leo

"Cih nggak akan gue biarin lo berduaan sama Letta ya" ujar Selatan. Yang entah sejak kapan mulai manggil gue menggunakan kata 'Letta'.

"Idih dih dih apaan Letta Letta, sok spesyiol" julid Revan

"Yaudah sekarang gue manggil lo Lea aja gimana Star" lanjut Revan

Gue cuma natap datar Revan, dengan bahu yang udah turun seakan gue mikul beban berat banget.

"Hey!!! Apaan sih pada kasih nama spesial kaya martabak aja" ucap Leo

Dia gak sadar apa ya udah dikasih nama martabak sama gue spesial biar lo gak bunuh orang maksudnya.

"Kalau begitu gue juga manggil lo bintang"

Gue langsung melotot mendengar perkataan Leo, Bintang What?!! Itu nama kecil gue bangsat sebagai Letta

"Itu sama aja dongo, lo juga kasih nama spesial buat Starla" ucap Revan sambil natap sinis Ravan

"Bintang darimananya nama Starla nggak ada bintang" lanjut Selatan

"Dih katanya pinter yang katanya masuk 3 besar paralel nggak tau dimana nama bintangnya" julid Revan sambil senyum meremehkan ke Selatan

"Emang lo tau?" tanya Leo

"Ya jelas dong. Nggak" jawab Revan

"Ingin ku lemparkan kau ke lubang buaya anjir, Leo tampan Leo sabar" gumam Leo

"Nama Starla kan artinya bintang astaghfirullah" lanjut Leo

"Oh" respon Selatan dengan wajah datar

"Oh aja ye kan" respon Revan dengan wajah lawak.

Mereka nggak tau apa gimana sih, kita jadi pusat perhatian anjir.

"Bukan teman saya, saya nggak kenal sumpah" ucap gue sambil bungkuk-bungkukin badan gue setelah itu langsung deh gue keluar dari timezone bodoamat soal mereka bertiga.

****

Akhirnya gue udah terbebas dari perkumpulan manusia tanpa urat malu seperti mereka.

Sekarang mau kemana kah gue? Emm Bingung, gramedia sabi lah. Gue mulai melangkah menuju gramedia.

"Starla"

Merasa terpanggil gue langsung melihat kebelakang, oh Male Lead Alvaro.

"Oh halo Alvaro" ucap gue melanjutkan jalan gue, dan Alvaro langsung nyusul gue jalan disamping gue.

Gue cuma ngelirik Alvaro, dia hanya hadap depan sekali-kali lihat gue dan saat mata gue sama matanya bertatapan dia langsung mengalihkan perhatiannya.

Huhu kenapa lucu sekali, ingin kudekati kembali tapi gue pernah bilang jangan deketi gue lagi, duh nyesel.

"Mau ke gramedia?" tanya Alvaro, membuat suasana canggung ini menghilamg

"Yoi, kalau lo mau kemana?"

"Ke gramedia juga"

"Ngomong-ngomong Va, lo sendiri?" tanya gue

"Nggak gue sama Vano sama pacarmya juga" jawabnya

"Chaca maksud lo" Alvaro hanya mengangguk sebagai respon.

"Kenapa nggak sama mereka?" tanya gue

"Jadi orang ketiga yang menemani kebucinan mereka gitu, sorry skip" jawab Alvaro dengan ekspresi menggelikan, mungkin sedang membayangkan bucinnya seorang Chaca ke kembarannya.

"Hahahahaha makanya cari pacar jangan kalah sama kembaran" jawab gue

"Kalau lo yang jadi pacarnya gue, gue mau" jawab Alvaro

"Yaudah kita pacaran sekarang" ucapan gue sukses buat langkah Alvaro berhenti, tapi gue tetap melanjutkan langkah gue sehingga Alvaro tertinggal beberap langkah.

Tapi emang dasarnya langkahnya lebar dia bisa menyusul gue dan sekarang menatap gue dengan pandangan yang sulit diartikan.

"Lo nggak bohong kan Star?" tanya nya

"Nggak tapi satu jam kemudian kita putus hehe" jawab gue

Dan selanjutnya wajahnya langsung lesu dan pundaknya turun, duh kaya anak anjing comel.

"Sama aja kalau gitu, maunya selamanya gitu kalau bisa langsung kepelaminan" gumam Alvaro

"Udah sih kalau lo mau jadi selir gue, gue mau buka harem soalnya" ucap gue menawarkan

"Gak bisa jadi kaisar trs ro ratunya" nego Alvaro

"Gak"

"Selir keberapa?" tanya Alvaro

"Kelima"

"Jauh banget"

"Selir ke satu" lanjut Alvaro

"Nggak, kursi selir pertama buat Selatan"

"Ck selir kedua"

"Nggak nggak lo nggak cocok jadi selir kedua"

"Selir keempat gimana?" lanjut gue

"Ketiga"

"Keempat atau mau kesepuluh"

"Yaudah keempat"

"Good selir wkwk"

Maaf Lily Kaisar lo gue jadiin selir keempat dalam hati seorang Starla eh Letta maksudnya tapi sementara.






























































































Sorry lama update, banyak kendala yang membuat aku lama update apalagi aku udah kelas 12 mau fokus dulu sama materi yang bikin otak mengeluarkan asap.

Oke see u next

FiguranTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang