Tuk tuk tuk
Bunyi heels yang digunakan oleh wanita itu menggema disebuah rumah kecil. Kaki jenjangnya melangkah menuju kesebuah ruangan dengan pintu berwarna merah.
Membuka pintu dan langsung melihat sebuah papan dengan beberapa foto gadis yang sedang tersenyum bahagia entah dengan keluarganya atau sahabatnya.
Tangannya mulai mengambil pisau kecil yang ada dimeja tepat disebelah papan itu. Bibir merahnya tersenyum dan langsung menancapkan pisau itu ke foto yang ada ditengah.
"Sebentar lagi hahahaha lo akan mati"
"Huh gimana reaksi mereka ya, astaga menyenangkan sekali"
Wanita itu langsung pergi dari ruangan itu dan masuk kedalam ruangan lainnya. Mandi sambil bersenandung dengan senyum yang tak lekas luntur.
*******
Hari senin. Ya sudah hari senin saja dan gue malas sekali berangkat sekolah setelah kemarin sabtu dan minggu gue dikacaukan oleh Revan, Leo, dan Selatan.
Dan sekarang gue udah ada di mobil yang dikendarai bang Skala sedangkan bang Angkasa dia tetap diam membaca buku disamping bang Skala.
Gue merasa akhir-akhir ini bang Skala dan Bang Angkasa berperilaku aneh, semenjak gue pingsan dan harus dirawat bang kembar seperti selalu mengawasi gue.
Revan dan Nara juga aneh disekolah saat dikantin mereka seperti mengawasi gerak gerik seseorang tapi gue tidak terlalu mempermasalahkannya, mungkin hanya perasaan gue.
Berbeda dengan Selatan yang sudah seperti bodyguard gue selama disekolah kemana-mana selalu ada disamping gue.
Dan gue, gue bingung kenapa penyakit Starla sudah membaik, bukannya gue nggak bersyukur tapi jika penyakit Starla sembuh gue bisa pulang atau tidak? Apa kematian dengan cara berbeda?
"Heh melamun terus udah sampai, turun" ucap bang Skala lalu turun disusul bang Angkasa.
Keasikan memikirkan beberapa hal ganjil jadinya gue gak merasa jika sudah sampai. Huft oke Starla lakukan aktivitas seperti biasa.
Gue turun dari mobil dan melihat bang kembar yang masih disana. Apa mereka menunggu gue? Duh sweet banget, gue tepuk pundak mereka berdua.
"Yuk kelas" ajak gue dibalas anggukan oleh mereka.
Bang kembar nganterin gue sampai kelas padahal kan kelas bang Skala berlawanan sama gue. Gue ucapin makasih dan cium pipi mereka berdua setelah itu masuk kekelas.
Langsung duduk dikursi sebelah Nara. Kulihat Nara sedang melamun sampai kehadiran gue nggak diketahui. Gue tepuk pundak Nara dan kulihat dia kaget.
"Starla?"
"Iya ini gue, kenapa sih melamun terus"
"Gue mimpi buruk, jadi kebawa kepikiran hehe"
"Mimpi apa emangnya?" tanya gue dan raut wajah Nara langsung berubah sendu
"La lo janji ya jangan tinggalin gue"
Aneh. Kenapa Nara bicara seperti itu, dia udah tahu kalau gue bukan dari dunia ini lalu dia minta gue buat nggak ninggalin dia.
"Nar lo kan tau gu-"
"Iya gue tau! Tapi bisa gak lo kalau mau pergi pamitan sama gue" ucap Nara sendu, seperti ingin menangis
Iya gue pasti pamitan sih sama Nara, karena kematian Starla kan tepat dihari ulang tahun ke-17 nya jadi sebelum itu gue pamitan sama mereka semuanya...kan
"Iya gue pasti pamitan sama lo"
"Janji?" Nara nunjukin jari kelingkingnya terus gue sambut dengan jari kelingking gue.
"Janji"
*********
Jam istirahat berdentang, semua murid dengan semangat keluar dari kelas entah untuk mengisi kekosongan perut, kekosongan otak, kekosongan hati, atau kekosongan bahan gibahan.
Gue dan Nara yang masih dikelas, malas sangat malas beranjak dari tempat duduk. Soal perut gue selalu dibekali oleh mamah untuk jaga kesehatan katanya.
Sedangkan Nara dia tidak makan 2 hari saja masih bugar jadi masalah perut Nara tidak terlalu mempermasalahkan.
"Helloooo Chaca cantik datang"
"Brisik Ca" ucap Nara yang sedang minum teh kotak yang dia ambil ditas gue
"Nih gue bawain jajan, kita makan bareng"
"Wihhh thanks, gue kira lo lama kesini karena ngebucin sama Vano" ucap gue
"Sembarangan, tapi emang sih ini cemilannya juga dibeliin Vano hehe"
"Hm bucin" celetuk Nara yang mulai membuka salah satu bungkus jajan
"Iri bilang, oh iya La" ucap Chaca yang membuat gue menghentikan makan dan melihat kearah depan tempat Chaca duduk
"Apa?"
"Ulang tahun lo yang ke 17 bentar lagi kan, lo mau hadiah apa?"
Ulang tahun ke 17? Ya gue udah merayakan ulang tahun ke-16 sebelum ujian kemarin dan sekarang dikelas XII semester satu, gue sebentar lagi 17 tahun. Ya nggak sebentar lagi sih masih sedikit lama
"Lo jangan nangis"
"Hah?"
"Itu permintaan gue, ulang tahun gue ke-17 lo jangan nangis ya Chaca" ucap gue dengan tersenyum kearah Chaca
Halo
Gimana kabarnya?
Udah lama ya aku nggak up hehe, aku sedang sibuk-sibuknya belajar buat ujian praktek besok mohon doa nya semoga ujiannya nggak terlalu ribet plus susah dan semoga pengujinya baik nggak bikin tremor. Makasih🙏
Mungkin cerita ini akan hiatus dulu sampai aku lulus sekolah
Jangan lupa Vote dan komen
Tinggalkan jejak
See u

KAMU SEDANG MEMBACA
Figuran
Fantasy[BUKAN NOVEL TERJEMAHAN] Gue Arletta Bintang Anggrainie hanya seorang pegawai sebuah agensi yang menjabat sebagai perancang busana. Saat asik Scroll ponsel tiba tiba Tuk Wushhh gue langsung ada ditubuh Starletta Alexandria Ryulea Veln seorang figura...