39. Sabtu

3K 463 5
                                    

Hari sabtu saatnya kontrol ke rumah sakit, beberapa hari ini atau minggu ini eh atau bulan ini entahlah gue lupa yang penting gue sudah rutin kerumah sakit. Sampai rumah tikus yang dirumah sakit ada berapa gue ingat karna terlalu sering berkunjung ker rumah sakit.

Gugup? Jelas enggak kenapa harus gugup bukannya ini udah takdir Starla walaupun di obati secara rutin penyakitnya masih ada kan.

"Starla"

Gue langsung melihat ke sumber suara disana ada papah dan dokter edward -dokter tampan yang sering periksa gue - jalan mendekat kearah gue yang sedang duduk didepan ruangan yang sering gue gunain buat kontrol.

"Ayok masuk" ajak papah gue sedangkan dokter edward hanya tersenyum dan masuk keruangannya.

"Jangan takut oke, kamu pasti sembuh" ucap papah dan hanya gue balas dengan senyum.

Gue dan papah masuk keruangan dokter edward dan disana gue langsung berjalan menuju bankar yang memang disediakan di ruangan itu.

Hanya beberapa menit gue di priksa sama dokter edward dan langsung kembali ke papah gue yang setia menunggu gue dengan senyuman yang tidak luntur dari wajahnya.

Gue tersenyum dalam hati, melihat papah kenan gue keinget bapak gue yang asli yang sedang di semarang.

Gue kangen orang tua gue, gue pengin ini cepat berakhir tapi kalau ini berakhir gimana keadaan keluarga Starla yang udab gue anggap keluarga gue sendiri.

"Starla, sini duduk" ucapan papah membuat lamunan gue buyar dan gue tersenyum menghampiri papah

"Kenapa ngelamun?" tanya papah yang hanya gue balas gelengan

Dokter Edward datang sambil membawa laporan yang gue tebak berisi riwayat penyakit gue.

Dokter Edward tersenyum dan duduk didepan gue sama papah.

"Kondisi Starla sudah mulai stabil, ada kemungkinan untuk Starla sembuh tapi Starla harus tetap minum obat dan rutin kontrol ya" ucap Dokter Edward

Papah tersenyum mendengar itu, gue juga otomatis tersenyum mendengarnya ini kabar baik atau buruk.

Baik karna itu artinya Starla nggak bakal meninggal dengan cepat atau buruk karena gue akan tinggal lebih lama di dunia novel.

*****

Ramai. Satu kata untuk mendeskripsikan tempat ini setelah dari rumah sakit entah orang yang berada disamping gue ini memiliki sihir atau seperti katanya yang kebetulan bertemu gue.

Gue sekarang ada di mall, Oh!! Tentu bukan bersama papah tapi bersama Antagonis novel Leo.

"Rav ini ada apa sampai lo ajak gue ke mall?" tanya gue

Leo mengalihkan pandangannya yang sedari tadi melihat ke depan sekarang kesamping.

"Gue mau aja berduaan sama lo"

"Hah?"

"Kemarin saat lo yang 'katanya' pulang sendiri kenapa bisa pulang sama Si Mata angin lo bohongin gue kan, gue nggak terima ya Star kalau lo bohongin gue apa susahnya tinggal bilang kalau lo mau pulang sama mata angin.

Lo nggak tau kan perjuangan gue cari lo karna lo nggak pulang sampai isya, dan setelah gue kerumah lo, gue lihat lo sama mata angin nggak terima gue Starlaaaa nggak terima gue sakit hati"

Gue hanya menatap datar kearah Leo, apa didalam bacotannya itu ada jawaban atas pertanyaan gue?.

"Terus? Jawaban atas pertanyaan gue ada dibagian kalimat mana Ravan"

"Lo harus tanggung jawab karna kemarin lo udah pergi sama mata angin 'berduaan' sekarang gantian sama gue 'berduaan' juga tanpa gangguan dari si dugong atau mata angin" jawab Leo

"Heh Ravan gue waktu itu beneran pulang sendiri ya tapi entah itu ada semacam sihir atau apalah tiba-tiba ada Selatan di samping gue, jadi gue nggak 'sengaja' berduaan sama Selatan" jelas gue

"Bodo amat lo pikir gue peduli" balas Leo dengan wajah yang minta ditimpuk

"Sialan lo gue mau pulang"

"Nggak"

"Gue capek dari rumah sakit langsung lo geret ke mall, gue juga manusia ya punya rasa lelah"

Apakah papah nggak larang? Ck malah papah yang dengan mudahnya ngizinin dengan dalih supaya gue nggak sedih lagi mikirin penyakit.

"Gue gendong sini"

"Ogah"

"Katanya capek"

"Pulang aja gue mau tidorrrrr"

"Nggak, kita udah nyampe disini nggak mungkin langsung pulang"

"Ayok Starla akan gue buat hari ini hari yang bersejarah" lanjut Leo

Tanpa persetujuan dari gue Leo langsung gandeng ralat narik gue kedalam mall karna sedari tadi kita di depan mall.

Gue ikutan setiap tarikan yang Leo berikan dan Ta-Da gue sekarang ada di time zone.

"Mau main apa dulu nih?" tanya Leo dan gue dengan malas melihat sekeliling.

"Bagaimana kalau basket, capit boneka, oh atau mau karaokean, atau mainan itu atau itu eh itu seru juga" ucap Leo sambil menunjuk-nunjuk permainan yang ada di time zone

"Lo udah isi kartunya?" tanya gue di balas anggukan oleh Leo, mirip anak anjing deh imut banget.

"Jadi mau main apa?" tanya Leo

"Main itu Aja" bukan gue yang jawab, karna suara gue masih normal masih melingking ciri khas suara perempuan.

Sedangkan yang jawab suaranya berat. Gue sama Leo lihat kesumber suara dan otomatis kita melotot, huh sudahlah hari ini akan menjadi hari yang melelahkan.

"KALIAN KOK ADA DISINI SIH?!!!" teriak kesal Leo








































































Halo....

Pa kabar?

Jangan lupa tinggalkan jejak

See u

FiguranTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang