Kini keluarga Starla sudah ada di depan ruang UGD ditambah Nara, Revan, Selatan dan Chaca. Setelah dokter diuks bilang bahwa Starla harus dibawa kerumah sakit, Skala langsung membawanya dan Angkasa memberi tahu mamah papahnya.
"Starla nggak akan kenapa-napa kan pah?" tanya mamah
"Starla kuat mah, kamu tenang aja" ucap papah menenangkan mamah tapi sejujurnya dia sangat takut.
Semua disana langsung mengalihkan pandangannya saat pintu UGD terbuka.
"Gimana dok keadaan anak saya?" tanya papah
"Tuan bisa ikut saya keruangan saya" ucap dokter
"Kita sudah bisa melihat anak saya dok?'' tanya mamah
"Untuk sekarang belum bisa, nanti setelah dipindahkan keruang rawat anda bisa menemuinya" ucap dokter
"Mari tuan kita keruangan saya" ucap dokter dibalas anggukan oleh papah.
********
"Pah gimana keadaan starla?" tanya Skala
"Kita pindahin Starla dulu ya ruang VVIP" ucap papah
Lalu ada beberapa suster yang mendorong brankar dan tiang infus milik Starla menuju ruang inap.
Setelah sampai disana mereka langsung duduk dengan pusat penglihatan kearah gadis yang sedang tertidur nyaman dikasur rumah sakit.
"Pah?" panggil mamah
"Starla dia, Starla terkena penyakit leukima mah dan udah lumayan parah, belum sampai stadium akhir tapi hampir ke stadium akhir karna kita baru tahu sekarang" jelas papah
"APA?!!! PAH PAPAH BOHONG KAN HIKS" histeris mamah
Sedangkan bang kembar, Revan, Selatan, dan sahabat Starla membeku ditempat.
"MAMAH" teriak papah saat lihat mamah pingsan dan jatuh dari kursi.
Papah langsung menggendong mamah dan melihat kearah Bang kembar.
"Kalian jaga adik kalian" ucap papah dibalas anggukan oleh bang kembar
"Sa ini bohongan kan? Kita lagi nggak ultah loh hahahaha, OH IYA!! Sebentar lagi kan ultah Starla yang ke 16 pasti dia mau bikin prank supaya kita ngerayain ultahnya besar-besaran iya kan?" ucap Skala
Angkasa tidak menjawab dia berjalan kearah kursi yang tadinya didudukin mamahnya tepat disamping brankar.
"Bangun dek" lirih Asa
"Hiks hiks Starla pasti bisa bertahan ya kan Nar" ucap Chaca tidak dijawab oleh Nara. Nara hanya menatap kosong kearah Starla.
"Hiks hiks Starla kuat pasti" lanjut Chaca
"Kalian ngapain nangis?"
"STARLA" Mereka yang ada di sana serempak memanggil nama Starla
"Iya lah gue starla, kalian kira gue siapa?" jawab Starla
"Lo baik-baik aja kan mana yang sakit?" tanya Revan langsung berlari kearah Starla diikuti Selatan, Skala, Nara, dan Chaca.
"Akhirnya lo sadar" ucap Nara
"Ada yang sakit hm?" tanya Selatan
"Haus"
"Ini" ucap Skala sambil membantu Starla minum
"Makasih" ucap Starla
"Kalian kenapa wajahnya kaya gitu sih?" tanya Starla
"Nggak papa, kita khawatir aja sama lo" jawab Chaca
"Kalian bolos ya?" tanya Starla dibalas anggukan oleh mereka
"Ck lagian kenapa dibawa kerumah sakit sih cuma pingsan juga" ucap Starla tidak ada yang menanggapi ucapan itu.
"Oh ya ngomong siapa yang nolongin gue dilapangan?" tanya Starla
"Gue" jawab Revan
"Makasih Revan" ucap Starla sambil tersenyum
"Sama-sama emang apa sih yang enggak buat istri" jawab Revan
Plak
"Aduuhhh sakit lo ngapain pukul gue bangsat" ucap Revan ke Skala -oknum pemukulan- yang seenak jidatnya pukul kepalanya.
"Istri istri nggak bakal gue restuin lo jadi adik ipar gue" jawab Skala
"Lo restuinnya gue ya kan Kal?" tanya Selatan
"Nggak"
"Mamah sama papah mana bang?" tanya Starla
"Oohhh itu lagi keluar bentar" jawab Skala dibalas anggukan oleh gue.
Sebenarnya gue udah tau kenapa mereka nangis dan buat orang tua gue pasti papah lagi nenangin mamah yang syok.
Gue nggak tau lagi mau ngapain bentar lagi gue bakalan balik ke dunia gue. Ya walaupun masih ada waktu 1 tahun lagi tapi waktu 1 tahun bukannya waktu yang singkat.
Setelah tahu gue emmm no ralat Starla punya penyakit leukimia pasti mereka terpukul banget karna baru tahu kalau princess mereka punya penyakit.
Dan gue berharap setelah gue -balik kedunia gue- dan Starla yang asli pergi mereka nggak bakalan terlalu sedih.
"Lo kenapa nangis?" tanya Nara
"Gue punya penyakit ya?" tanya gue dan mereka semua langsung menegang mendengar pertanyaan gue
"I-itu eemm l-lo ish lo aja Sa yang ngomong" ucap Chaca
"Dek lo-"
"STARLA KAMU UDAH SADAR HIKS ALHAMDULILLAH HIKS MAMAH KHAWATIR BANGET"
"Iya mah aku udah nggak papa kok"
"Starla kamu setiap hari sabtu ikut papah kerumah sakit ya" ucap papah
"Emang mau ngapain pah?"
"Check up sayang" jawab mamah
"Harus setiap sabtu?" tanya gue
"Iya"
"Sebenarnya Starla punya penyakit ya?" tanya gue
"Iya sayang makanya kamu harus teratur check up" jawab mamah
"Penyakit apa mah?" tanya gue
"Leukimia, tapi kamu tenang aja kamu pasti sembuh kok percaya sama papah" jawab papah
Gue hanya bisa tersenyum, ya walaupun Starla diobati tapi tetap aja takdir Starla meninggal tepat di hari ulang tahun nya yang ke 17.
Sweet Seventeen yang sangat menyedihkan untuk keluarga Veln.
Maap ya lama nggak up, sibukkk banget soalnya.
Tapi aku usahain untuk up kok
Jangan lupa komen
Vote
Ada pesan atau perkataan yang mau diucapin buat aku?
Atau pertanyaan? Siapa tau ada yang dibingungkan
Oke deh cuap cuapnya udah dulu bye bye
Ssttt jangan lupa vote :)
KAMU SEDANG MEMBACA
Figuran
Fantasía[BUKAN NOVEL TERJEMAHAN] Gue Arletta Bintang Anggrainie hanya seorang pegawai sebuah agensi yang menjabat sebagai perancang busana. Saat asik Scroll ponsel tiba tiba Tuk Wushhh gue langsung ada ditubuh Starletta Alexandria Ryulea Veln seorang figura...
