20 || Nearby

296 42 1
                                        



Yang selalu kutatap, indahnya jiwamu
Dan selalu kulihat, sempurna dirimu
Yang selalu ragu dan selalu takut
Dunia 'kan menertawakanmu

Titik Balik di Hidupku - Virgoun

_________________

_____

Tidak kerasa semuanya sudah benar-benar berlalu, masa SMA berlalu begitu cepat. Untuk Jingga tentu dia merasa beruntung mendapatkan kesembuhan dari hatinya di Indonesia, tetapi dia juga akan kembali kemana semua luka dimulai.

Hari ini keberangkatannya, Leander marah bukan main. Bahkan hanya Ayah Julian yang mengantarkan ke Bandara, Maminya Yoga tersenyum dan memeluknya juga. "Ayo!" Ucap Yoga mengajaknya untuk segera check in.

Lambaian tangan dengan senyum lebar dan air mata yang ditahan turun, Jingga sampaikan ke Ayahnya. Hari ini mungkin dia mendapati titik balik kehidupannya kembali, "Semua bakal baik-baik aja!" Jingga menunduk dirangkulan Yoga, dia masih merasa bersalah kepada Leander.

Hanya ada keheningan dan sesekali suara dari beberapa pramugari, "Mau makan apa kak?!" Tanya lembut, tapi Jingga hanya tersenyum sambil menolaknya dengan tangannya.

"Terima kasih, nanti saja!"

Pramugari yang menawarkannya pun kemudian pergi, karena dia ada dibusiness class dan dia memilih tempat duduk sendirian membuatnya lebih nyaman. Yoga? Dia ada dibelakangnya.

Dirinya akan berada dipesawat kurang lebih 24 jam,
atau seharian mengudara mengarungi beberapa lautan.

Tidur adalah pilihan terbaik.

Sampai di Bandara Oakland Metropolitan Oak, Yoga masih jetlag dan membuat Jingga terkekeh. Wajahnya melembut melihat Ysabelle yang menjemputnya dengan bayi yang mulai besar, dialah Rex. "Welcome back to California Ji!  This is the aunty that Mama often talks about with Rex, let's say hello first. Hi Auntie Ji!" Jingga menghampiri bayi tampan dihadapannya.

"Hi handsome baby! How are you? You are so adorable Rex! Hmm sorry, Sabel introduce this Yoga" Keduanya berjabat tangan dan kembali menyebutkan nama mereka, Jingga sangat kangen dengan nuansa negara ini. Setelah hampir 2 tahun lamanya dia di Indonesia.

Ysabelle hanya menjemput Jingga di Bandara, gadis itu memilih kembali ke gereja yang menjadi tempat tinggalnya selama ini. Sandre Hormer, apakah dia harus mencarinya sekarang juga?

Untung saja dia menyewa rumah dengan Yoga, karena dia tidak menginginkan asrama. Akan ada peraturan mengikat yang membuatnya muak nantinya, "Yog, lu mau makan apa?! Ayo gua ajak keliling sini, walaupun gua biasa tinggal di Los Angeles"

Membiarkan Jetlag yang masih melandanya, Yoga akhirnya mengikuti kemauan Jingga untuk mencari makan dan membeli beberapa bahan makanan. Tiba-tiba dirinya teringat Ysabelle yang pergi jauh dari rumahnya.

Bugh

"Hmm, sorry!" Tapi seseorang yang tidak sengaja disengolnya tidak pergi dari sampingnya, "Ji, ayo! Gua laper nih!" Jingga mengangguk dan berjalan menuju Yoga dan menggoda laki-laki yang sedang lapar di sampingnya.

Tawa dan senyumnya tentu tidak terlepas dari penglihatan seseorang yang masih betah menatapnya dari jauh.

Makan disebuah restoran, Jingga menikmati makanannya. Asing bagi Yoga, tapi dia tidak mungkin bisa makan nasi padang, bakso atau nasi goreng disini. "Kenapa apa ga enak?!" Tanya Jingga sambil terus makan.

AKSARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang