22 || Back to Hate

271 37 0
                                        




Ku disini merindukanmu sangat rindu
Apakah kau juga begitu oh sayangku
Bukan berarti ku disini meragukanmu
Oh sayangku jangan kau lupakan aku

Jangan Lupakan Aku - Andmesh Kamaleng

__________________

_____

Pertama kali menginjakkan kaki di University of California, Berkeley. Jingga maupun Yoga hanya mampu menatap takjud semua yang ada disana, layaknya ini masih didunia mimpi bukan kenyataan.

Mereka terpaksa terpisah karena Yoga berada di jurusan BS in Environmental Economics and Policy. Sedangkan Jingga berada BA in Architecture, "Bye! Sampe ketemu nanti!" Ucap Jingga sambil melambaikan tangannya ke Yoga yang berjalan ke arah yang berlawanan dengan dirinya.

Banyak orang yang sudah akrab satu sama lain, dan sialnya Jingga hanya sendirian. Bukan hal asing, ini adalah Amerika setidaknya bukan di Indonesia.

Brakk

Mejanya dibunyikan kencang oleh seseorang yang ternyata teman semasa Junior High School dan 1 tahun di Senior High School. "Jhonny?! OMG I can't believe meeting you here, how are you?! I'm glad to meet you here. Oh my gosh, unbelievable! Sorry I'm overreacting at the moment, I guess I'll be alone a stranger here"

"You won't be alone now, because we're classmates HAHAHA. Nice to meet you, my best friend's ex-lover"

"That doesn't need to be discussed right?! HAHAHA"

Mereka membicarakan banyak hal berdua, dan banyak tawa disetiap pembicaraan mereka. "Wait, you should know this.  It may sound crazy, but that's the truth. Theo is here on campus too, because of you!  He's been an open flea this year" Jingga tercengang, dia akan bertemu dengan Ayahnya Rex secepat ini?

"Why did he have to follow me?! So sure he is I'm here?!  If it wasn't for something, maybe I would just study in Indonesia"

"Ask him directly, he's like crazy when you're gone"

Jingga hanya memutar bola matanya malas, dirinya tidak siap harus melihat pemberi lukanya.

Di kantin, Jingga tersenyum melihat Yoga. "Ngapain lu kesini?!" Wajah malas Yoga sangat terpancar, dia duduk sembarangan sambil terlelep disana.

"Susah gila! Gua lebih ngerasa keren di Sirkuit, disini gua ga ada apa-apanya"

Deg

Wajah yang sama sekali tidak berubah menatik perhatian Jingga, tubuhnya seketika menegang melihat sosok dihadapannya. "Dia temen lu SMP sama SMA? Mereka yang gua bilang dateng ke rumah"

"Dia mantan gua goblok!" Jingga kesal dengan Yoga, dan seketika mantannya Jeane berubah menjadi menggodanya.

"Kebetulan yang menyenangkan, bukan?! HAHAHAHA"

Jhonny sama Theo hanya bisa menatap dua orang berbicara dengan bahasa asing yang tidak dia mengerti, energinya Yoga kembali ke chargers dan bangun merangkul Theo. "Oh so this is your ex?!  She's my best friend in high school, she was cool the first time she moved, she immediately dared to smoke on the rooftop with clothes that didn't look like school uniforms" Hanya bisa terdiam dan mendesah kesal mendengar penjelasan Yoga yang sangat rinci.

AKSARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang