Kau jadikan aku ini
Wanita yang kau pilih
Untuk jadi kekasihmu
Dan kau pun telah aku minta
Setia sepertiku
Hingga waktunya tiba
Wanita Yang Kau Pilih - Rossa
________________
_____
Menjadi salah satu dari Universitas Indonesia, bertemu lagi dengan Jeane. Tapi Raga bersyukur karena tidak sekelas dengan perempuan heboh, setelah 3 tahun bersama membosankan juga bukan?
Dia seperti rencana awal, masuk di Arsitektur Kelas International dan mengambil Double Degree Program yang membuatnya akan belajar 2 tahun di UI dan 2 tahun lagi di kampus luar negeri.
Sedangkan Jeane, dia masuk jurusan Manajemen reguler. Dia masuk-masuk sudah menjadi selebriti yang dikejar-kejar kaum adam, begitupun dirinya. Banyak kakak tingkat yang modus menanyai nomer ponselnya atau meliriknya terang-terangan.
Ini bukan hal baru, tapi makin dewasa kalau dirinya fikir makin lucu.
Setelah masuk kuliah beberapa minggu ini, Raga tidak pernah mengetahui sama sekali kabar Jingga begitupun Jeane. Gadis itu selalu mengatakan, "Udah ga usah nyariin, kalau butuh juga dia balik lagi. Kayaknya sih ganti nomer, soalnya gua hubungin ga aktif gitu" Awalnya gengsi lama-lama juga Jeane mengakui dirinya kangen sahabatnya di SMA.
Tebar pesona, itu yang dilakukan Jeane setiap hari. Karena teman baru di kampusnya memang tampan, "Ayo pulang! Gua udah jauh-jauh dari gedung FE ke FT. Hargain dong!" Jeane berbicara kepadanya tapi matanya selalu ke arah teman di sampingnya.
"Je! Bareng gua aja. Naik vespa keliling depok, kan seru tuh!"
Helaan nafas dan menatap kaka tingkah di jurusan FT yang menawari Jeane tentu Raga hanya tertawa, "Noh mayan! Nanti nongki-nongki dulu ya bang!"
"Yoi, kemana nih?! Keliling dunia juga ayo, asal ada kamu!"
Mereka semua tertawa kecuali Jeane, dia kesal dengan Raga yang tidak peka. Padahal sudah berapa kali dia bilang, kalau dirinya menyukai temannya. Tapi tetap saja tidak dibantuin, "Ayo cepetan!" Karena kepalang malu, akhirnya Jeane ikut dengan Kaivan Singgih Sauqi. Mahasiswa semester 3 jurusan Teknik Sipil.
Kegantengannya juga diakui, tapi kalah dibandingkan dengan laki-laki tampan yang bernama Malven Nararya Abiputra. Kulitnya seputih susu, kalau Kaivan mungkin sering ke lapangan makanya gosong.
"Lu kenapa sih goyang-goyang Je?! Lu mau digoyang? Yakali ga kuy! Kapan aja bisa nih gua!"
Jeane memukul laki-laki mesum di depannya, siapa juga yang mau sama dia. Kepedean kali.
"Kalau kepedean tuh liat-liat! Masa Kendall Jenner mau sama Sendal swallow sih! Ga banget ya!"
"Gitu-gitu dipake Sehun EXO, emang lu ga tau?! Ampe kakak gua beli swallow ijo. Dijual 150 k woy pada masanya!"
"Ga kenal gua gitu-gituan! Selera ga bule, bukan buluk kek lu!"
Pertikaian mereka memang tidak akan selesai, tapi itu yang membuat perjalanan mereka tidak terasa. Tiba-tiba Kaivan mengerem mendadak motor vespa merahnya, "Btw, rumah lu dimana? Gua main lurus aja nih!"
"Ya lu! Kepedean, gua kira tau makanya ga nanya. Gimana sih! Komplek Cendrawasih!"
"Sip, boss!"
Entah kenapa lama-lama Jeane malah tersenyum melihat Kaivan yang sangat membangun suasana agar dirinya nyaman, mungkin kalau sama Melvin lebih banyak dia yang ngomong dan laki-laki itu akan tersenyum ke arahnya manis. Awal-awal mungkin seneng, tapi lama-lama juga bisa gila woy.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKSARA
Fanfiction•Tulislah kisah kita berdua, tentang pertemuan tak terduga hingga hatiku yang menuntunku padamu. Semoga takdir kali ini menyatukan kita dalam satu buku, bukan cerita yang tak pernah berakhir•
