11 || Reckless

419 66 1
                                        





I want you out of my head
I want you out of my bedroom tonight
There's no way I could save you
'Cause I need to be saved, too
I'm no good at goodbyes

Goodbyes - Post Malone

__________________

____

Hari minggu, adalah hari bermalas-malasan dunia. Jingga melihat kardus yang belum dia buka setelah pindah ke Indonesia, disana banyak foto dan kenangan dengan Theo. Mereka terlihat seperti manusia yang paling bahagia di dunia, "Cih! Menyebalkan!"

Merebahkannya ditempat tidur, sambil memejapkan mata mengenang semua yang telah berlalu.

Flashback On

Awal semuanya terlihat di depan mata, tapi entah kenapa Jingga tidak pernah berfikir buruk. Saat itu dirinya ke apartemennya Theo, dan berpapasan dengan Sabel yang berpenampilan berantakan. Dia bahkan tidak seangkuh biasanya, dan lebih memilih pura-pura tidak melihatnya.

"Dia kenapa?" Jingga menggeleng dan bersyukur karena setidaknya Sabel tidak menganggunya di luar sekolah.

Ting nong!

Wajah berantakan khas bangun tidur, dan hanya memakai celana pendek. Theo tersenyum ke arahnya dan membawanya ke pelukannya, tapi ada wangi asing dan mirip dengan parfum perempuan ditubuh kekasihnya.

"Don't go to the room! It's a mess there, I just entered some underwear. So if you want to see just enter HAHAHA" Tentu saja Jingga tidak berani masuk, selama ini dia hanya berpacaran dengan sehat tanpa melakukan hal yang tidak-tidak. Karena dia tidak ingin memiliki anak yang kisahnya seperti dirinya nanti, jadi lebih baik menghindari semuanya.

"I'm not going in! There's no point in going in anyway, right?! Because you are here, not in your room" Theo mengecup pucuk kepalanya dan berjalan menuju ke kamarnya, Jingga hanya asik di dapur dan tidak peduli.

Tanpa gadis itu ketahui, Theo menatap frustasi tempat tidurnya yang berantakan dan dia menemukan dalaman Ysabelle yang tertinggal disana. "Why is she this careless, I feel wrong now. But I don't want to spoil him, she's too precious to be ruined by a bastard like me" Theo mengacak-ngacak rambutnya frustasi, dia melihat mata indah yang selalu menatapnya penuh binar. Dirinya sadar, kalau suatu saat mata itu hanya menatap kebencian kepadanya.

"I'm sorry Ji! I can't stop or lose you. Sorry I'm too selfish for this"

Jingga tersenyum melihat kekasihnya sudah rapih dan bersih tidak seperti saat dia datang, "Kau tampan dan selalu begitu HAHAHA" Bahasa Indonesia sering digunakan Jingga saat ingin mengatakan sesuatu tanpa diketahui oleh Theo, kekasihnya itu hanya mengerngitkan alisnya dan menatapnya penuh tanda tanya.

"I said, you are so handsome and you will always be" Theo memeluk Jingga erat sambil mengecup bibir kesukaannya itu terus menerus, "Thank you my queen! You are also very beautiful to me, is that Indonesian?"

"Hmm, let's eat now. I will not be full of your spoiled behavior! HAHAHA" Theo mencubit kedua pipi Jingga, dan membawa kekasihnya ke meja makan. Malam hari ini begitu menyenangkan, dua sejoli ini berbagi cerita dan candaan dengan penuh tawa kebahagiaan.

Flashback Off

Setelah membayangkan masa lalu, Jingga terlelap di alam mimpi. Entah bermimpi buruk atau bahagia, hanya dirinya sendiri yang tau.

______

Theo dan Sabel berada di apartemen dan wajah keduanya terlihat cemas. Bahkan Theo hanya bisa menyeringai dan menatap remeh ke arah Sabel, "Do you think I believe that the child you are carrying is mine?! You can't be trusted bitch! Don't ruin my life with your bullshit!" Sabel menggeleng kuat sambil menangis, hatinya sakit. Dia memang bukan pertama kali melakukannya dengan Theo, tapi setelah itu tidak ada yang melakukannya selain Theo.

Dulu itu hanya jalan satu-satunya yang bisa membuat Theo ada disampingnya, tapi saat mendapati laki-laki tersebut dirinya tidak bahagia. Apalagi setelah Jingga pergi, Theo menjadi laki-laki paling kasar dan benar-benar buas.

"I'm not lying Theo! This child is your child! I'm not lying, why would I lie if my enemy is no longer here!" Theo mendekatinya dengan tatapan menyeramkan, Sabel mundur menjauh. Tapi sialnya dia sudah menabrak pintu apartemen laki-laki dihadapannya.

Bugh

"Go away! I don't wanna see you again damn bitch!" Sabel hanya menjadi wanita lemah saat ini, dia terdorong ke lantai. Dia tidak bisa melakukan apapun, dan Sabel membenarkan ucapan Theo yang menyuruhnya menjauh.

Kalaupun dia disini, semua orang akan membencinya. Bahkan begitu juga kedua orang tuanya, "Jingga forgive me! I have accepted my sins to you. Everything is fair, you can go back without seeing me hate you again now" Tangisan Sabel semakin pecah, tapi dia berusaha berdiri dan keluar dari apartemen yang membuatnya memiliki malaikat kecil.

Dilain tempat yang dilakukan Theo hanya berada di club dengan tubuh yang sudah tidak bisa berpijak dengan kakinya sendiri, dia sudah terlalu banyak minum hari ini. "Jingga!" Lirihnya dan kemudian tidak sadarkan diri.

Ysabelle berjalan di tengah malam, dengan keadaan yang menyedihkan. Dia mengelus perutnya yang masih seperti gadis pada umumnya, "Thank you for being strong and choosing me to be your mother son!" Menjauhkan diri dari perkotaan dan memilih tinggal jauh dari hiruk pikuk keramaian.

Ditengah desa yang asri, Sabel memilih bermalam disalah satu gereja. Dia sadar dirinya terlalu buruk untuk meminta kepada Tuhan, tapi dia berharap anaknya kelak bisa menjadi anak baik yang berada di jalan Tuhannya.

"Amen!"

Suster biarawati disana tersenyum ke arahnya dan mengajaknya masuk, mereka malah terlihat bahagia begitu mengetahui dirinya hamil. Tapi setelah dia menceritakan semuanya pun mereka tidak menatapnya menghina, mereka malah terus memeluk dan menguatkan dirinya.

"I'm also human, and must have sin. It's not my job to judge someone, we must have made a mistake. But don't forget, that God always welcomes his people to return to the right path. You will be a good mother in the future!" Ucapan biarawati tersebut menghanyutkan Sabel dalam kesalahannya, dia menatap salib yang berada di dinding kamar dan menyatukan kedua tangannya untuk meminta ampun kepada Tuhan karena sudah melakukan dosa.

Biarawati disamping Sabel tersenyum bangga sambil mengelus pucuk kepala anak 16 tahun disampingnya. Mungkin saat 17 tahun nanti, malaikat kecil ini akan menjadi hadiah sekaligus titik balik Sabel untuk tetap bertahan hidup.

TBC


Semua orang mungkin pernah salah, tapi kita tidak bisa menyalahkan dia untuk itu. Karena semua manusia pasti bisa berubah dalam hitungan detik.

Kita sebagai umat manusia, hanya makhluk biasa yang tidak menghakimi banyak orang.

Salam perdamaian, dari aku seorang muslim❤️

JANGAN LUPA VOTE SAMA KOMEN YA!

MAKASIH❤️

AKSARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang