I found a love for me
Oh darling, just dive right in and follow my lead
Well, I found a girl, beautiful and sweet
Oh, I never knew you were the someone waiting for me
Perfect- Ed Sheeran
_________________
_____
Jingga berjalan dengan drifting tube dibahunya, dia melihat kesana kemari untuk mencari keberadaan orang yang memberikan tiketnya kemarin. "Dia ga dateng ya?!" Ucapnya lirih dan memilih jalan ke fakultasnya.
Grep
Rangkulan Jhonny tidak membuat Jingga risih, dia ingin mengajak makan siang setidaknya untuk tiket yang kemarin dia berikan. Dia malaikat? Jingga menggeleng dan sadar, meyakinkan dirinya kalau orang kemaren itu masih manusia sepertinya.
_____
Pulang saat matahari mulai terbenam, Jingga menatap mobil yang terparkir didepan halte bus. "Jingga?!" Panggilan dari suara bass yang berat membuatnya menoleh dan terkejut melihat siapa yang ada dihadapannya.
"OMG! I thought you weren't coming, let me take you to dinner as a thank you!" Jingga sadar, kalau yang dirinya ajak ikut berjalan disampingnya.
"How's the car?"
Laki-laki itu tersenyum dan menoleh ke arah mobilnya, "There is a driver who will take it, don't worry"
"Btw, did you wait longer than at the gate? If so, I'm sorry. There's an extra class today"
"My name is Sean, I have a friend there. So I know what time you get home, no need to be awkward like that right? Was everything okay yesterday?"
Jingga tersenyum mendengar pertanyaan Sean, "Because of you, yesterday everything went smoothly! Thank you so much Sean" Sean ikut tersenyum melihat gadis disampingnya tersenyum sangat lebar.
"I'm so glad I could help you, Ji!"
Racha Cafè menjadi pilihan Jingga mengobati kangen makanan asia, walaupun mereka membuatnya makanan Thailand. Setidaknya agak sedikit mirip dengan Indonesia, dia memesan banyak untuk Sean. Tanpa sadar laki-laki dihadapannya terkekeh melihat ekspresi bingung saat memilih menu.
Dari pakaiannya, Jingga lebih berbeda dengan kemarin. Hari ini dia memakai celana pendek dengan tank top crop brukat dengan kemeja flanel diluarannya, menurut Sean hari ini gadis cantik dihadapannya sangat sexy.
Karena sadar dirinya ditatap lekat oleh Sean, Jingga jadi bingung sendiri dengan gerakan gelisah. Sean menatap matanya, "This is me! Jingga who always gets a bad stamp by many people around" Jingga menghela nafas dan memikirkan mungkin memang dirinya selalu buruk terhadap banyak orang disekitarnya.
"You are so kind, Ji! Are you not aware of that yourself? Everyone must be jealous of your life, that's why they spread hatred towards you"
"Maybe! Let us eat!" Ucapnya semangat saat melihat pelayan datang membawa makanan pesanannya, wajahnya berubah menjadi tersenyum dengan mata berbinar saat melihat makanan.
Mungkin untuk seseorang yang sudah lama mengenal Sean Conrade sedari lama, pasti akan kaget melihatnya dipenuhi senyuman setelah bersama Jingga. Dirinya dikenal dengan kaku, dingin dan acuh. Tapi mungkin itu tidak ada pada gambaran Jingga kepadanya, gadis dihadapannya sangat membuatnya menghangat setelah melihat senyumannya.
Sean adalah pengusaha sukses muda, yang meneruskan semua kerja keras Ayahnya selama ini. Tapi hari ini, gadis cantik bernama Jingga membawanya ke restoran biasa pinggir jalan. Tanpa memperdulikan siapa dirinya, dan tidak mendekati dirinya hanya karena harta yang dia miliki.
KAMU SEDANG MEMBACA
AKSARA
Fanfiction•Tulislah kisah kita berdua, tentang pertemuan tak terduga hingga hatiku yang menuntunku padamu. Semoga takdir kali ini menyatukan kita dalam satu buku, bukan cerita yang tak pernah berakhir•
