26 || Wait for Me

229 37 0
                                        




Meski dirimu bukan milikku
Namun hatiku tetap untukmu
Berjuta pilihan di sisiku
Takkan bisa menggantikanmu

Kutetap Menanti - Nikita Willy

__________________

_____

2 Tahun kemudian

Impian bertemu Ayah kandungnya dibuang jauh-jauh dari kehidupan Jingga, dia tidak ingin lagi semua harapannya dihancurkan dengan orang yang dia nanti-nanti.

Syukurnya, Yoga dan dirinya seperti kakak adik yang saling menguatkan. Setelah kejadian menangis bombay, mereka berdua semakin dekat.

Theo?

Dia sibuk dengan kuliahnya, dan mulai melupakan Jingga sebagai orang yang dia tunggu selama ini. Karena dia tidak ingin menyakitkan Jingga terus-terusan, sudah banyak luka yang dia torehkan selama ini dan dirinya sadar. Kalau semua ini bukan cinta, tapi keegoisan dan sikap tamak manusia yang bersembunyi dibalik kata Cinta.

Jhonny dikit-dikit bisa bahasa Indonesia, karena setiap mengumpat Jingga akan menggunakannya dan lama-lama dirinya penasaran. Setelah mengetahui artinya dia jadi kesal, pantas saja selama ini Jingga tertawa setelah menyumpahinya.

Leander? Jadi penghuni baru dirumah sewa Jingga sama Yoga dan salah satu adik tingkatnya Yoga. Keduanya memang dekat, jadi tidak heran kalau Lean mudah beradaptasi.

"Bang! Gua minta ya kopi lu?!" Teriak Leander yang melihat kopi yang belum dibuka di kulkas, Yoga yang ditanya bingung sendiri. Seingatnya dia tidak membeli kopi. Tapi dia menganggukkan kepalanya ke Leander.

"EH SIALAN AMAT SIH!! Kopi gua kenapa diminum?!"

Byurr

Jingga makin kesal saat mendapati semprotan kopi dari mulut adiknya, "LEANDER!!" Yoga menatap tidak percaya sama keadaan di dapur yang sudah tidak terkendali.

"Eh kak! Maaf banget!" Tapi Jingga sudah lebih dulu masuk ke kamar malas dan marah, wajahnya penuh kopi yang sudah bercampur liur Leander.

Tok tok tok

"KAK MAAFIN GUA YA!!" Teriak Leander yang tidak sama sekali ditanggapin oleh Jingga, mau tidak mau dia mandi. Padahal niatnya buat sarapan dulu baru mandi, semua rencananya gagal karena adiknya yang sialan.

______

Queensland University of Technology (QUT) Australia, Raga berdiri sendirian di depan kampus asing. Kemudiaan Malven menepuk pundaknya, dan ikut tersenyum menatap kampus asing yang akan menaungi dirinya selama 2 tahun.

"What's up bro! Selamat datang di Australia" Sapa teman sekelasnya yang lebih dulu sampai di Australia.

Di depan kampus, ada perempuan yang tidak asing berjalan dihadapannya. Bukannya hanya dirinya yang merasa tidak asing, gadis itu juga bahkan menoleh juga ke arahnya. Sosok perempuan yang dulunya menempeli dirinya manja, sekarang hanya menatapnya dengan senyum. "Hai! Apa kabar?! Gua udah bukan Nakilla yang kanak-kanak lagi, lucu ya ketemu disini wkwk"

Grep

"Kabar gua baik!" Kalau dia berhadapan dengan Nakilla yang berisik dan rempong mungkin gadis itu akan memekik kesenangan, tapi sekarang dia hanya tersenyum.

AKSARATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang