Ada yang nunggu up?
Go! Mari baca!
Now playing | Jessie, Nunu Nana.
_______________________
"Sergio ayo cepat bangun!" Jenny menarik-narik lengan suaminya itu agar bangun namun sang empu tidak juga membuka matanya.
"Sergio ayo! Katanya ingin menemaniku berbelanja! Bangun cepat lalu mandi dan sarapan!"
Plak!
Jenny menampar pelan pipi suaminya itu, karena kesal ia pun berjalan keluar kamar. Padahal dirinya sudah siap dan rapih dari setengah jam yang lalu membanguni suaminya yang tidur seperti putri tidur. Tak kunjung bangun.
"Dasar, jika tidak ingin ikut kenapa tidak bilang dari awal! Menyebalkan! His! Kesal!" Jenny menghentakan kakinya dengan kesal, lalu menduduki salah satu kursi yang ada di meja bar milik Sergio pribadi.
Jenny tidak meminum Wine ataupun minuman berakohol lainnya, ia mengambil segelas air putih biasa dan beberapa potongan es batu. Menguknya hingga tandas, meletak kannya dengan kasar.
"His! Sudah cantik begini masa ke Mall sendirian, menyebalkan." Gerutu Jenny yang tak henti-hentinya.
Mumpung dia liburkan harusnya menemaniku berbelanja, kemarin janji eh sekarang malah tidur. Kesal, kesal, kesal!!! Batin Jenny berteriak frustasi.
"Ayo," Jenny menolehkan kepalanya, matanya membulat saat mendapati Sergio yang sudah berdiri rapih dengan pakaian santai tapi terkesa sangat Coll. Tunggu bukankah tadi pria ini tidur? Lalu? Jangan-jangan?!
"K-kau?"
"Aku sudah bangun sejak kau menepuk pundak ku, tapi sengaja saja aku tidak membuka mata untuk menggodamu. Eh kau malah menamparku dan pergi," ucap Sergio dengan datar.
Gleg.
Mati kau Jenny.
Jenny cengengesan saja karena tidak enak melihat wajah Sergio yang masam karena ia telah menamparnya ralat menampar suaminya.
"Maaf, kau sih membuatku kesal tidak lihat kah jika aku sudah cantik begini." Ucap Jenny dengan dahi berkerut lucu.
Sergio berjalan kearah Jenny, menarik kursi dan merengkuh pinggang ramping Jenny, Jenny terdiam seribu bahasa. Mengedipkan matanya berkali-kali saat melihat pria didepannya ini menarik bibirnya keatas, Oh astaga Tuhan! Kenapa tampan sekali?!
Cup!
Jenny mematung saat benda kenyal dan tebal itu menempel dibibirnya, spontan Jenny langsung mengalungkan tangannya pada leher Sergio karena serangan lumatan yang tiba-tiba ia dapat.
"Nghhhhhhh," kecipak bunyi pelepasan terdengar ketika Sergio menyudahi lumatannya. Ia menghapus saliva dibibir Jenny, menatap manik sang istri dengan pandangan menggelap.
"Ayo berangkat, sebelum aku kehilangan kendali dan menerkammu saat ini juga." Cicit Sergio yang diangkuki cepat oleh Jenny.
Jenny mempercepat langkahnya saat Sergio yang lebih tinggi darinya dan dirinya hanya sebatas bahu, tidak tau kenapa tapi Jenny rasa Sergio sedang memandangnya. Aneh-aneh saja kenapa Jenny bisa merasa jika Sergio sedang mempelototin dirinya.
"Naik," Jenny mengangguk dan langsung memasuki mobil itu.
Hening.
Tidak ada pembicaran, kesunyian kini melanda didalam mobil itu jika ada mungkin hanya suara mobil, motor, dan kendaraan lainnya saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Passionate
Romance(FOLOW AKUN TERLEBIH DAHULU, KARNA SEBAGIAN PART DIPRIVATE SECARA ACAK.) ( Adult Romance ) Bagaimana rasanya menjadi Jennyta Agiana Geynor saat pulang dari Prancis usai menuntaskan pendidikannya, dan pulang kepada kedua orang tuanya malah dijodohkan...
