6- Gosip Satu Desa

709 168 8
                                        

Tuh bawang putih cantik banget kan☺

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tuh bawang putih cantik banget kan☺

[•••]

Bawang Merah sialan! umpat Alia meringis merasakan kakinya sudah mencapai batas.

Hari ini, dengan siang yang begitu terik, Reid mengajaknya untuk 'keliling' atau jalan-jalan bersama. Alia yang gabutnya sudah merajalela akhirnya langsung bangkit dari rebahannya dan menatap Reid dengan mata berbinar. Dia kira, keliling itu artinya akan pergi melihat pasar atau setidaknya ke suatu tempat yang terdapat air terjun menyegarkan mata.

Nyatanya, ekspetasi tentu saja kalah dengan realita. Reid memasang wajah santainya dengan kaki terus berjalan di depan Alia yang membawa ranting dan kelinci yang diburunya tadi. Reid dan Alia sempet berdebat karena ekspetasi gadis itu, lalu berdebat lagi karena Reid menjadikan kelinci lucu sebagai buruannya. Alia tidak tega melihat makhluk berbulu itu mati di tangan Reid. Namun akhirnya, kelinci itu mati karena saat Reid menangkapnya malah tidak sengaja tercekik.

Sungguh malang nasib kelinci kecil tersebut. Alia hampir menangis membayangkan jika saja ia yang menjadi ibu si kelinci.

"Berhenti mengeluarkan aura akan membunuhku! Itu hanya kelinci, aku tidak sengaja," kata Reid tanpa menoleh ke arah belakang. Alia yang hanya dapat menyumpahi punggung Reid akhirnya mendengkus.

"Dari awal pasti kau sudah berencana membunuhnya," balas Alia.

"Nah, ternyata kau tahu," sahut Reid.

"Kejam, sungguh kejam dikau," cerocos Alia. Dia membenarkan letak tumpukan ranting kering di tangannya. "Kita akan kemana lagi? Aku merasakan kakiku akan putus."

Alia menatap letak matahari. Ini adalah waktu yang cocok untuk kembali melancarkan aksi mencari ikan mas di dekat sungai.

"Kita akan ke sungai dulu membersihkan kaki. Apa kau tidak lihat kaki kita sekotor ini?" jawab Reid. "Semoga kita tidak bertemu manusia puitis tersebut."

"Maksudmu Pangeran?" tanya Alia.

"Iya. Menyebalkan sekali kalau kita tertimpa sial itu," timpal Reid.

"Hm, kau benar. Eh, bukankah kau tak mengira dia tidak tahu kita adalah saudara tiri?"

Reid terkekeh singkat. "Aku bahkan tidak menyangka jika dia tidak tahu."

Artinya, hanya aku yang terlalu cepat bertemu Pangeran. Karena seharusnya, ketika dia mendengar nama Bawang Merah, dia sudah tahu dari semedinya itu. batin Alia.

Oke, mari Alia buat agar alurnya berjalan dengan benar kali ini! Dia harus menemukan ikan mas dahulu. Pastikan tidak mati dimakan Bawang Merah dan ibu tiri, agar ikan jelmaan dewa itu dapat mengabulkan permintaannya.

"Reid," panggil Alia.

"Apa, Alia?"

"Apa di sini ada yang namanya es krim?" tanya Alia. Bodoh! Tentu saja tidak ada.

Become A Red Onion StepsisterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang