10- Find You (b)

579 153 8
                                        

jan lupa bintangnya!
Typo?? Tandai!

[°°°]

Hutan ini terasa sangat asing bagi Alia. Namun gadis itu tidak berniat kembali sedikit pun ke area luar hutan tersebut. Alia mendengarnya! Alia mendengar permintaan tolong dari seseorang! Gadis itu yakin, pemilik suara sekarat itu adalah ikan mas.

Tapi apakah begini kejadian Bawang Putih bertemu ikan mas? Atau ... gara-gara dirinya yang mengubah sifat Bawang Putih, makanya alur bertemunya mereka agak berbeda? Seharusnya Bawang Putih tidak sengaja melihat ikan itu tergeletak 'kan? Tidak ada paragraf yang menceritakan Bawang Putih mendengar permintaan tolong seseorang.

Kaki mungil milik Bawang Putih terus berlari menapaki tanah kering beserta semak dan bebatuan. Alia harus mendekati asal suara yang masih bergema di telinganya. Meski yang terdengar hanya rintihan, Alia harus berhasil menemukannya.

"Ikan Mas!" seru Alia memanggil. Dia menyingkap daun pohon pisang, dan menemukan warna emas yang berkilau di sinari cahaya terik matahari. Alia menyipitkan matanya karena silau, gadis itu terdiam saat bukan melihat seekor ikan, melainkan seorang laki-laki dengan mata emas berkilau serta rambut putih. Dia tergeletak dengan tubuhnya penuh luka.

Laki-laki itu menatapnya. "Kau—tolonglah aku."

"Kau bukan orang yang kucari," balas Alia terus terang. Dia memiliki tujuan, berharap bertemu seekor ikan, bukan manusia.

"Tapi kau memanggilku terus menerus dengan khawatir," balas laki-laki itu.

Alia mengernyit heran. Tidak mungkin, kenal laki-laki ini saja tidak. Apalagi memanggil namanya.

Oh, tunggu—

"Kau orang yang memanggilku begini? 'Tolong aku ... gadis kecil' ?" tanya Alia terkejut.

Laki-laki menatapnya lagi dengan pandangan kesal. "Iya. Kenapa kau meniru gaya bicaranya. Aku malu."

Alia tambah terkejut. "Jadi kau ikan mas?!"

"Iya! Tolong, kumohon. Aku akan mati di sini," ujar Ikan Mas meringis. Alia lekas-lekas membopong tubuh ringkih itu menuju sungai. Untung laki-laki itu tergeletak tidak terlalu di dalam hutan, karena pasti membutuhkan waktu lama untuk sampai ke sungai.

Apa Reid masih di sana? batin Alia sambil memandang langit yang ditutupi pohon rindang.

Sedangkan laki-laki yang mengaku ikan mas itu menatap wajah Alia dari jarak dekat. Padahal dia terdengar mencemaskanku, tapi entah kenapa dia terasa memikirkan hal lain? batinnya heran.

[°°°]


Reid melirik sekitarnya yang terasa hampa. Dia sangat yakin ada yang melihat dirinya dengan Alia sedang berbincang dari suatu tempat, mengamati mereka dalam diam dari kejauhan. Di mana?

Reid mengambil anak panahnya berjaga-jaga, meski pengintai itu tidak lagi terasa di sekitarnya, Reid harus memastikan orang itu benar-benar tidak berbahaya.

"Aku tahu kau mengamati kami di suatu tempat! Cepat tunjukkan dirimu!" teriak Reid sambil memasang anak panahnya. Bola matanya menajam melihat ke atas pepohonan, kebanyakan pengintai akan menduduki tempat yang tidak terlihat. Apalagi ini hutan, di mana mereka bisa bersembunyi di segala tempat memungkinkan.

Hahp.

Terdengar suara orang menahan napasnya. Reid menoleh ke arah sumber suara, pendengarannya sangatlah tajam. Reid terbiasa memaksakan dirinya mendengar setiap suara kecil untuk memburu binatang.

Become A Red Onion StepsisterCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang