BM-21

1.4K 163 20
                                    

Jeno berlari mengejar Renjun sambil terpincang-pincang, ia tak memperdulikan teriakan perawat yang menyuruhnya untuk segera kembali. Saat ini yang ada dipikiran Jeno hanya Renjun, Renjun dan Renjun.

"Ren, Renjun tunggu, RENJUN" teriaknya.

Tapi si Huang tak memperdulikan itu, jarinya sibuk mengetik, ia dan Guanlin berniat akan mencari Jaemin malam ini juga.

"Ren, RENJUN..."

BRUK

Jeno terjatuh di tangga karena terburu-buru mengejar si Huang. Sedikit mengerang sambil memegang kakinya yang sakit, untung disana lumayan sepi sehingga ia tidak begitu malu.

 Sedikit mengerang sambil memegang kakinya yang sakit, untung disana lumayan sepi sehingga ia tidak begitu malu

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Renjun yang menyadari Jeno terduduk di tangga pun segera menghampirinya. Tersirat dari wajahnya kalau Renjun tengah khawatir, namun disisi lain ia juga kesal dengan si Lee.

"Lo gapapa?" Tanya Renjun memastikan kalau lukanya tak bertambah parah.

Jeno mengangguk tapi ia tahu kalau Jeno tengah berbohong, bagaimana bisa ia berkata baik-baik saja disaat kakinya tengah lemas seperti ini.

"Lo bisa berdiri?"

Jeno kembali mengangguk namun ya lagi-lagi ia berbohong.

"Sini gue bantu" Renjun membantu Jeno memapahnya kembali ke ranjang. Ia tidak tahu kalau Jeno akan senekat ini mengejarnya.

"Ren gue minta maaf" ucap Jeno entah untuk keberapa kali.

Renjun tak menjawab, ia sibuk melap telapak kaki Jeno dengan handuk basah akibat berjalan tidak memakai alas kaki.

"Aku cuma mau ngingetin aja ke dia kalau kamu milik aku. Kamu jangan tiba-tiba ngeakhirin kaya gini dong Ren, aku jadi sedih dengernya..."

"...Aku janji setelah keluar dari sini, aku bakal datangin Jaemin, aku bakal minta maaf ke dia secara langsung. Aku bakal ngelakuin apapun demi kamu, karena aku sayang sama kamu Ren"

Inilah yang Renjun tidak suka, ia mudah marah tapi mudah juga untuk luluh, apalagi perkataan Jeno terlihat tulus.

"Ren a..."

Renjun meletakan telunjuknya pada bibir Jeno, membuatnya untuk diam, "Lo mesti istirahat, besok biar gue yang bikinin surat sakitnya"

"Makasih ya Ren, tapi kamu masih marah ya sama aku?"

Renjun mengangguk, "Gue marah karena lo ngejar gue dan sekarang liat kaki lo nambah sakit kan, makanya jangan dipaksain jalan, udah lu diem aja rebahan" omel Renjun, sebenarnya ia juga merasa bersalah karena membuat Jeno terjatuh.

"Lagian kamu juga maen pergi gitu aja Ren..."

"...Sekali lagi maaf ya, gara-gara aku, kamu sama Jae..."

Renjun membungkam mulut Jeno dengan bibirnya, ia sangat cerewet !

"Lo mending tidur sekarang, besok gue kesini lagi jenguk lo dan lo mesti udah sembuh, gue gamau tau pokonya"

Believe ME ! [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang